Jangan Bandingkan TKA dan TKI

Ketua Komisi IX Dede Yusuf/SJAFRI ALI/PR

JAKARTA, (PR).- Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf M. Effendy mengatakan Menteri Tenagakerja, untuk tidak bandingkan jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di Indonesia dengan Tenaga Kerja Indonesia yang dikirim ke luar negeri. Sebab, TKI yang dikirim keluar negeri itu atas permintaan dari negara terkait sementara kehadiran TKA bukan permintaan dari Indonesia.

“Ini tidak bisa appeal to appeal karena TKI itu dikirim memang karena ada permintaan, sementara Indonesia tidak ada permintaan TKA untuk buruh kasar, tidak ada MoU Kementerian Ketenagakerjaan untuk meminta Tenaga Kerja Asing itu kan? Harusnya menteri mengerti soal ini,” ujarnya di ruang Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Januari 2017 menanggapi penyataan Menteri Ketenagakerjaan yang mengatakan jumlah Tenaga Kerja Indonesia jauh lebih banyak dibanding Tenaga Kerja Asing yang ada di Indonesia.

Lebih lanjut, Politisi partai Demokrat itu juga mengungkapkan jumlah pengangguran di negara Tiongkok tidak bisa juga di bandingkan karena jumlah pengangguran di negara Tirai Bambu tersebut lebih banyak dibanding Indonesia.

“Pengangguran di Tiongkok itu lima persen dari jumlah penduduk 1,4 milliar itu artinya jumlah penganggurannya sekitar 50 juta jiwa. Sementara di Indonesia jumlah pengangguran enam persen dari 250 juta penduduk berarti ada 6 juta pengangguran, di sini saja sudah bisa dilihat,”ujarnya.

Dede mengingatkan Pemerintah jangan hanya melihat dari jumlahnya, karena kenyataannya TKA ilegal itu memang ada dan banyak yang menemukan di beberapa daerah seperti Sumatera, Sulawesi, Batam dan lain sebagainya. Sebaiknya lanjut Dede yang terpenting bagaimana Pemerintah bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan.

“Marilah kita berhenti berbicara tentang besaran angka, mau jumlahnya 21 ribu yang penting kenyataanya memang ditemukan TKA ilegal, makanya dari itu rekomendasi kita dibentuknya Satua Tugas supaya Pemerintah bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa kami akan melakukan pengawasan, nah selebihnya akan diawasi oleh DPR,” ujarnya.***

Baca Juga

Pisau Bermata Dua Tenaga Kerja Asing

JAKARTA, (PR).- Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra mengkritisi maraknya kehadiran tenaga kerja  asing (TKA) di tanah air khususnya dari Tiongkok.

Perlu Diwaspadai, Tenaga Kerja Asing Pakai Visa Turis untuk Kerja

JAKARTA, (PR).- Anggota Komisi III DPR RI Hasrul Azwar meminta Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provensi Kepulauan Riau (Kepri) untuk memperketat pemeriksaan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Indonesia melalui Kepulauan Riau.

Moreno: Tolong Evaluasi Kebijakan Bebas Visa WNA

JAKARTA, (PR).- Komisi III DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi kembali kebijakan bebas Visa kepada Warga Negara Asing (WNA). “Kebijakan bebas visa itu salah sasaran. Bukan mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia, malah mendatangkan tenaga kerja asing (TKA) illegal ke tanah air.