Fahri: Uang Ganti Rugi Rp 50 Miliar untuk Kader PKS

Politisi Fahri Hamzah/SJAFRI ALI/PR

JAKARTA, (PR).- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, akan menunggu langkah selanjutnya dari partai yang akan melakukan banding. Meski demikian, dia mengatakan, partai hendaknya tidak mengembangkan opini seolah-olah peradilan tidak fair.

"Proses peradilannya transparan kok. Argumen saksi kuat sekali dan semua proses itu bisa ditonton oleh rakyat," tuturnya.

Dia mengatakan, awalnya menuntut ganti rugi kepada PKS sebesar Rp 50 miliar. Namun, pengadilan hanya mengabulkan Rp 30 miliar. Menurut dia, uang ganti rugi itu akan dialokasikan untuk kader PKS.

Fahri mengatakan, tuntutan ganti rugi itu bukan semata-mata soal uang. Namun keputusan pemecatannya yang memberikan dampak kerugian yang sangat besar. 

"Saya bahkan menuntut Rp 500 miliar karena kerusakan akibat pemecatan saya besar sekali. Setiap tindakan zalim yang menciptakan kerusakan besar itu harus dibayar. Ini yang harus disadari. Bukan soal uangnya, tapi niat saya untuk me-recovery partai," katanya.***

Baca Juga

Jalur Puncak II Didorong Jadi Jalan Nasional

JAKARTA, (PR).- Komisi V DPR RI mendorong pemerintah menjadikan jalur puncak II sebagai jalan nasional. Akses yang menghubungkan Jakarta-Cianjur diharapkan proses pembangunannya mulai dilaksanakan pada 2018 mendatang.

Ibu Kota Dipindah, Jakarta Akan Jadi Pusat Bisnis Utama

DENPASAR, (PR).- Pemerintah mengkaji rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke luar Jawa. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menargetkan kajian itu selesai tahun ini.

Komisi III DPR RI: KPK Jangan Gentar

JAKARTA, (PR).- Serangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hendaknya tidak membuat komitmen anggota lembaga antirasuah dalam menegakkan hukum itu surut.