Pemerintah Pastikan Perlindungan 229 Calon Haji yang Ditangkap di Arab Saudi

Ilustrasi/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah, Arab Saudi memastikan memberikan bantuan bagi 229 warga negara Indonesia yang ditahan Pemerintah Arab Saudi. Para WNI tersebut ditangkap karena memasuki Mekkah guna menjalani ibadah haji tanpa izin.

Seperti diketahui, 229 WNI ditahan pihak Saudi di Mekkah‎ Rabu, 7 September 2016. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda. Para WNI itu terdiri dari 155 perempuan, 59 laki-laki dan 15 anak-anak. Segera setelah mendapatkan informasi penangkapan tersebut, KJRI Jeddah langsung menangani dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. Dari hasil koordinasi KJRI dengan otoritas keamanan Saudi, 229 WNI tersebut sebagian besar berstatus overstayer dan sisany bekerja di luar Mekkah.

Mereka ditangkap karena memasuki Makkah untuk menjalankan ibadah haji tanpa memiliki tasreh (izin beribadah haji). Para WNI ditangkap di dua penampungan gelap dan untuk mengikuti program tersebut diduga membayar sejumlah uang kepada sindikat yang mengatur perjalanan ibadah tersebut di Saudi.

"Pada dasarnya mereka adalah pelanggar hukum menurut hukum Arab Saudi. Namun demikian kami akan tetap memberikan bantuan yang sejalan dengan hukum di Saudi. Kami akan memastikan bahwa mereka ditahan di tempat yang layak dan memastikan hak-hak hukum mereka dihormati", ujar Dicky Yunus selaku Acting Konjen RI Jeddah yang sekaligus juga Ketua Tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah melalui keterangan tertulis Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu, 10 September 2016.

Menurut hukum Saudi, 229 WNI tersebut dapat diancam hukuman minimal 6 bulan penjara dan pencekalan memasuki Saudi selama 10 tahun. "Polisi akan lakukan investigasi lebih mendalam setelah pelaksanaan haji. Hukumannya akan sangat tergantung beratnya kesalahan yang dilakukan," tutur Dicky.

Saat ini, 229 WNI tersebut ditampung di rumah detensi imigrasi Tarhil Syumaisi yang terletak di antara Jeddah dan Makkah. KJRI telah mengunjungi mereka dan menggali sejumlah informasi penting dari mereka. KJRI akan terus memantau penanganan kasus tersebut.***

Baca Juga

Ini Daftar 33 Penggunaan Gratifikasi Zumi Zola

JAKARTA, (PR).- Surat dakwaan terhadap Gubernur Jambi periode 2016-2021 Zumi Zola Zulkifli mengungkap bentuk-bentuk penggunaan gratifikasi senilai Rp 40,477 miliar dolar ditambah 177.300 dolar (sekira Rp 2,594 miliar) serta 100.000 dolar S

Pembangunan Kawasan Kota Tua Depok Segera Terwujud

DEPOK, (PR).- Keberadaan kawasan kota tua segera terwujud di Kota Depok.‎ Pemerintah Kota Depok bakal membangun dan menata Jalan Pemuda di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas sebagai kawasan cagar budaya pada awal September 2018.