Karjodihardjo Luncurkan Pusat Siaran Pers Indonesia

JAKARTA, (PRLM).- Untuk memberikan kemudahan kepada jurnalis dan para pengelola media terhadap kebutuhan konten berita yang cepat dan terpercaya, maka Karjodihardjo Media Center mendirikan Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI) atau Indonesian Press Release Center.

PSPI ini akan menampung semua artikel Siaran Pers dari berbagai lembaga organisasi baik organisasi pemerintahan, maupun organisasi sosial, politik, budaya, ataupun dari korporasi.

“Kami ingin memberikan terobosan kemudahan kepada lembaga untuk menyalurkan informasi yang disampaikan melalui Press Release kepada publik dengan cara yang efektif,” kata President & CEO Karjodihardjo Corporation, Budi Purnomo Karjodihardjo di Jakarta, seperti siaran pers yang diterima "PR" online, Jumat (11/9/2015).

Menurut Budi Purnomo, biasanya lembaga/organisasi hanya mengirimkan Siaran Pers ke beberapa media saja, sehingga sangat disayangkan karena ada kesan pilih kasih karena tidak semua media menerima informasi yang sama.

“Dengan adanya Pusat Siaran Pers ini, semua media akan memperoleh akses yang sama untuk mengutip Siaran Pers dari institusi yang mengirim kepada kami,” katanya.

Budi menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan website yang akan menjadi penampung semua tulisan Siaran Pers yang diterima, dan akan dipublikasikan secara real time di website Pusatsiaranpers.com.

Untuk langkah pertama, Pusat Siaran Pers menggandeng beberapa organisasi kewartawanan dan penerbitan pers untuk mempublikasikan Siaran Pers yang ada di Pusatsiaranpers.com

Selain itu, Budi juga akan menggandeng kerja sama dengan institusi pemerintah (pusat dan daerah), serta swasta untuk memanfaatkan Pusat Siaran Pers ini sebagai sarana untuk menjalankan kewajiban keterbukaan Informasi publik.

“Silahkan saja, organisasi apapun boleh mempublikasikan Siaran Pers di website kami, dan silahkan juga dari media apapun juga dari seluruh nusantara ini untuk mengutip atau mempublikasikan Press Release yang dimuat di website ini,” kata Budi.

Menurut Budi Purnomo, dengan kehadiran Press Release Center ini akan ada kemudahan kepada lembaga/organisasi, bahkan perorangan para opininon leader, seperti anggota DPR, pengamat, atau selebritas bahkan Tim Sukses Pilkada untuk menyebarluaskan siaran persnya di Pusatsiaranpers.com ini.

Sehingga, tujuan pembuatan Siaran Pers agar pesan yang disampaikan mencapai sasaran atau target audience yang dimaksud, memiliki dampak publikasi yang luas dan tersegmen, tapi diimplementasikan secara efisien dan efektif.

Bekerjasama dengan perusahaan komunikasi internasional, yaitu PR Newswire, Pusat Siaran Pers juga menyediakan konten Siaran Pers dari institusi internasional, termasuk dari Asia ataupun mancanegara lainnya. “Silahkan media mengutip, Press Release itu bisa diakses langsung melaui Pusatsiaranpers.com,” katanya.

Seperti diketahui, Budi Purnomo adalah Ketua Indonesia Media Center Club (IMC2) yang juga seorang praktisi media dan komunikasi. Budi pernah menjadi Direktur Media Center Timkamnas Prabowo-Hatta, dan pernah menjadi Koordinator Tim Kampanye Jokowi-Ahok.

Selain itu, Budi juga banyak berpartisipasi dalam memenangkan Pilkada di beberapa daerah, atau pun membantu strategi komunikasi untuk corporate action perusahaan publik.

Semua pihak dapat berkomunikasi dengan Pusat Siaran Pers, melalui email : redaksi@pusatsiaranpers.com, hallosiaranpers@gmail.com dan sms/wa 08191-5557788, 08531-5557788. (Miradin Syahbana Rizky/A-147)***

Baca Juga

Cek Dana JHT Cukup Lewat BPJSTK Mobile

JAKARTA, (PR).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus mengupayakan perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja di Indonesia dapat segera terwujud. Hal itu antara lain dilakukan dengan hadirnya fitur baru pada aplikasi BPJSTK Mobile.

VAKSIN tidak dapat bekerja dengan baik tanpa tidur yang nyenyak, demikian hasil studi terbaru.*

Kasus Vaksin Palsu Bukti Kemenkes dan Badan POM Teledor

JAKARTA, (PR).- Terkuaknya kasus vaksin palsu merupakan hal yang sangat tragis. Pemalsuan yang berlangsung sampai 13 tahun itu menunjukkan pengawasan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) terhadap industri farmasi lemah, bahkan teledor.