Stasiun Jenar Purworejo Melayani Penumpang ke Jakarta

YOGYAKARTA, (PRLM).- Stasiun Jenar Purworejo mulai melayani calon penumpang dari kawasan Kota Purworejo dan sekitarnya yang bermaksud pergi ke Jakarta, per 1 November 2014. Calon penumpang bisa menggunakan jasa kereta api KA Bogowonto Relasi Lempuyangan-Pasarsesen PP dan KA Jaka Tingkir relasi Purwosari-Pasarsenen PP.

“Ini pelayanan terbaru PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 untuk penumpang kereta Kedua kereta tersebut sebelumnya tidak berhenti di stasiun tersebut,” kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang S Prayitno, Rabu (29/10/2014).

Adapun jadwal keberangkatan kereta tersebut sbb: KA Bogowonto ( Lempuyangan-Pasar Senen) berangkat dari Stasiun Jenar jam 10.31 WIB, Sebaliknya dari Jakarta jadwal perjalan KA Bogowonto (Pasar Senen – Lempuyangan) tiba di Stasiun Jenar pada pukul 5.17 WIB. Sementara KA Jaka Tingkir (Purwosari-Pasar Senen) berangkat dari Stasiun Jenar jam 18,00 WIB. dan Pasar Senen – Lempuyangan berhenti di Stasiun Jenar pada pukul 6.47 WIB.

Menurut dia KA Bogowonto melayani penumpang setiap hari, tarif fluktuatif karcis antara Rp 150 ribu – Rp 225 ribu. Tidak demikian halnya KA Jaka Tingkir, pelayanan penumpang hanya tiga hari dalam seminggu, Selasa, Kamis dan Sabtu, tarif karcis Rp 95 ribu. “Pembukaan pelayanan penumpang dari Jenar ke Jakarta dan Jenar ke Yogyakarta dan Solo sebagai respon PT KAI atas kebutuhan masyarakat Purworejo dan sekitarnya terhadap angkutan public yang efisien,” kata dia.

Pelayanan kedua KA di stasiun Jenar tersebut berdampak pada penambahan moda kereta angkutan lokal. “KA Bogowonto maupun KA Jaka Tingkir memberikan pelayanan juga kepada penumpang dari Solo dan Yogyakarta tujuan Purworejo. Tujuannya mendukung kelancaran transportasi darat dan koneksitas provinsi Jateng dan DI Yogyakarta secara lebih intens yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya,” ujar dia. (Mukhijab/A-147)***

Baca Juga

Pemerintah Akan Melakukan Rekrutmen Guru Secara Bertahap

CIBINONG, (PR).- Dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2018 dan HUT ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Presiden Joko Widodo mengatakan, untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar di sejumlah daerah, pemerintah secar