Beri Sumbangan 50 Juta USD, Bloomberg Sebut Opioid Biang Penurunan Harapan Hidup di AS

Berbicara/AP Photo
MANTAN Walikota New York, Michael Bloomberg, berbicara pada pertemuan walikota-walikota AS di Miami Beach, Florida.*

WASHINGTON, (PR).- Mantan Walikota New York, Michael Bloomberg, akan menyumbangkan dana sebesar 50 juta USD untuk membantu memerangi epidemi opioid di Amerika Serikat. Multi-milliarder yang juga merupakan pendiri Bloomberg Philantropies, sebuah lembaga amal, itu mengumumkan donasinya pada Jumat, 30 November 2018.

Melalui lembaga amalnya tersebut, ia akan membantu hingga 10 negara bagian di AS dalam mengatasi penyebab kecanduan opioid dan memperkuat program pencegahan serta pengobatan, selama tiga tahun ke depan. Inisiatifnya melibatkan kemitraan dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, The Pew Charitable Trusts, University Johns Hopkins dan Vital Strategies.

“Kita dapat mengubah gelombang epidemi ini. Dan jika kita melakukannya, kita bisa mulai membalikan penurunan harapan hidup yang telah terjadi di seluruh negeri,” kata Bloomberg, seperti ditulis Associated Press (AP).

Pennsylvania akan menjadi negara bagian pertama di AS yang mendapatkan pendanaan dan akan menerima setidaknya 10 juta USD. Pennsylvania memiliki jumlah kematian overdosis obat tertinggi pada 2017 di antara semua negara bagian, dan dua kali lebih banyak pada tahun 2014.

Pada 2017 lalu, hampir sebanyak 5.400 penduduk Pennsylvania meninggal karena overdosis obat. Tingkat kematian karena overdosis obat-obatan di Pennsylvania melebihi dua kali lipat rata-rata nasional.

Bloomberg sendiri menyatakan bahwa investasi sebesar 50 juta USD melawan opioid itu tidak berkaitan dengan aspirasi politiknya, setelah ia mempertimbangkan tawaran presiden Demokrat di 2020 mendatang. Lembaga amalnya menyebut data bahwa lebih dari 70.000 kasus overdosis obat di AS pada 2017 lalu, sebanyak 47.000 kasus diantaranya diakibatkan oleh opioid.

Jumlah ini merupakan faktor utama dalam penurunan harapan hidup AS selama tiga tahun terakhir. Ia mengatakan, “Untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia I, harapan hidup di AS telah menurun selama tiga tahun terakhir.”

Sementara itu, Gubernur Pennsylvania Tom Wolf, mengaku sangat bersyukur atas sumber keuangan dan teknis yang akan diterima, melalui kemitraan dengan Bloomberg Philantropies tersebut.

Opioid merupakan obat penghilang rasa sakit, yang dibuat dari tanaman opium seperti morfin. Penyalahgunaan obat yang tergolong narkotika itu dapat mengakibatkan ketergantungan fisik dan adiktif.

Melansir situs milik Gedung Putih, pada tanggal 26 Oktober 2017, Presiden Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya menyatakan krisis opioid sebagai darurat kesehatan nasional.

"Saya mengarahkan semua lembaga eksekutif untuk menggunakan setiap otoritas darurat yang tepat untuk melawan krisis opioid," kata Trump.

Beberapa bulan kemudian, 19 Maret 2018, ia meluncurkan situs web baru, CrisisNextDoor.gov, di mana orang Amerika dapat berbagi cerita mereka sendiri tentang bahaya kecanduan opioid.

"Epidemi ini dapat menyerang siapa saja, dan itulah sebabnya kami ingin mendidik semua orang," ujarnya.***

Baca Juga

Pelajar Internasional Membuat Amerika Semakin Kuat

WASHINTON, (PR).- Pada 12-16 November 2018, Departemen Luar Negeri AS dan Departemen Pendidikan AS merayakan Pekan Pendidikan Internasional (International Education Week / IEW) dengan mendorong warga Amerika untuk mencari peluang belajar d