Usai Serangan Udara Israel, Rumah Sakit ­Indonesia di Gaza Kembali Normal

RS Indonesia di Gaza, Pelestina pada 2016/REUTERS

GAZA, (PR).- Situasi di Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Bait Lahiya yang mengalami kerusakan akibat serangan udara Israel ke Jalur Gaza, berangsur normal. Dilansir BBC, Minggu (28/10/2018), pasien yang sempat diungsikan dikembalikan ke kamar masing-­masing.

Militer Israel menyebut mereka melancarkan se­rangan terhadap sejumlah sasaran di Jalur Gaza pada Sabtu 27 Oktober 2018 menjelang fajar, untuk membalas serangan roket militan Hamas ke wilayah Israel yang merupakan serangan terbesar kelompok Palestina itu sejak Agustus.

”Tidak ada korban dalam serangan udara Israel ini, tetapi kerusakan materi sa­ngat besar, melihat jumlah roket yang diluncurkan mencapai 100 lebih,” kata Muhammad Hussein, seorang suka­relawan Indonesia di Gaza kepada wartawan BBC.

 

Gencatan senjata Hamas-Israel

Setelah gencatan senjata antara Hamas dan Israel terjadi pada pukul 11.40 (16.40 WIB), yang ditengahi Mesir, keadaan di RS Indonesia ber­angsur normal.

”Sebagian pasien yang sempat dievakuasi ke koridor-koridor untuk diamankan, sudah kembali ke tempat pembaringan awal,” kata Muhammad Hussein.

Dalam peristiwa Jumat, sehari sebelumnya, empat warga Palestina tewas. Muhammad Hussein yang baru me­ngecek keadaan di rumah sa­kit itu mengatakan, keru­sak­an cukup parah.

”Beberapa jendela pecah, beberapa ruangan atapnya hancur dan roboh,” katanya kepada BBC.

Di media sosial beredar sejumlah foto dan video yang menunjukkan kerusakan-ke­ru­sakan itu, dan kepanikan yang dialami pasien serta staf rumah sakit.

Sementara itu, dalam siaran pers Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), lembaga Islam untuk bantuan kesehatan dan bencana, disebutkan setidaknya lima roket jatuh, tidak jauh dari lokasi Rumah Sakit Indo­nesia.

”Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia,” tulis MER-C dalam rilis persnya.

Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya ruang­an kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan lainnya,” kata Reza Aldilla Kurniawan, sukarelawan MER-C di Gaza, dalam siaran pers itu.

Di pihak lain, militer Israel menyebut, pesawat-pesawat tempur mereka meluncurkan rudal ke 80 sasaran, termasuk bangunan empat lantai yang digunakan sebagai markas besar Hamas, sebagai balasan atas serangan setidaknya 30 roket ke Israel yang diluncurkan dari wilayah Gaza.

Mereka menuding kelompok Hamas adalah pihak yang bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi di Gaza.***

You voted 'tidak peduli'.

Baca Juga

SERANGAN udara Israel di Jalur Gaza, Minggu (13/7).*

Jet Tempur Israel Serang Sejumlah Sasaran di Jalur Gaza

GAZA, (PR).- Jet-jet tempur Israel menyerang sasaran-sasaran di Jalur Gaza pada Rabu 17 Oktober 2018 pagi, setelah sebuah roket yang ditembakkan para militan di kantung pesisir itu mengenai satu rumah di Beersheba, sebuah kota di Israel.

Belasan Ribu Kuburan Ditemukan, PBB: ISIS Lakukan Genosida

JENEWA, (PR).-  Terdapat setidaknya 202 kuburan massal di kawasan-kawasan di Irak yang pernah dikuasai kelompok ISIS. Demikian laporan badan PBB urusan HAM di Jenewa, Selasa 6 November 2018, seperti dilaporkan BBC News.

Manusia Memusnahkan 60 Persen Populasi Hewan

BERLIN, (PR).- Umat manusia telah memusnahkan 60% mamalia, burung, ikan, dan reptil sejak 1970. Demikian diungkapkan para ahli terkemuka dunia yang memperingatkan bahwa pemusnahan satwa liar yang terjadi sekarang merupakan keadaan darurat yang meng­ancam peradaban.