Donald Trump Temui Kim Jong Un Usai Pemilu

Pertemuan Bersejarah/REUTERS
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Capella Hotel, Sentosa Island, Singapura, Selasa, 12 Juni 2018.

WASHINGTON, (PR).- Pertemuan kedua antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, segera digelar. Meski belum diumumkan tanggal pasti akan pertemuan itu, Donald Trump telah menyatakan pertemuan tersebut akan dilangsungkan setelah Amerika Serikat menyelenggarakan pemilihan kongres pada 6 November 2018 mendatang.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu 10 Oktober 2018, saat ia akan terbang menuju Iowa untuk menghadiri kampanye politik, Donald Trump mengatakan kepada wartawan, “(Pertemuan) akan (dilakukan) setelah pemilihan (umum). Saya tidak bisa pergi untuk saat ini”.

Sebelumnya pada Selasa, Donald Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa rencana pertemuan kedua dengan Kim sedang dirancang. Menurutnya, kemajuan "luar biasa" telah dicapai dalam pembicaraan antara AS dan negara di Asia Utara yang terkucil itu.

Ia mengungkapkan, pertemuan antara Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Kim pada akhir pekan lalu berlangsung sangat baik dan bahwa tiga atau empat lokasi pertemuan sedang dipertimbangkan.

Donald Trump dan Kim Jong Un pertama kali bertemu di Singapura pada 12 Juni 2018 lalu. Dalam pertemuan bersejarah itu, Kim berjanji akan bergerak menuju penghapusan senjata nuklir di semenanjung Korea.

Namun, rupanya janji itu belum sesuai dengan tindakan nyata seperti yang diharapkan Washington menyangkut daftar lengkap persenjataan dan fasilitas nuklir Korea Utara, serta langkah menuju penghapusan persenjaan nuklir yang bisa mengancam Amerika Serikat.

Awal

Sebelumnya, pemimpin besar Korea Utara, Kim Jong Un, menyatakan bila pertemuan bersejarah dirinya dengan Donald Trump merupakan gerbang awal menuju perdamaian.

Dia mengutarakan hal itu saat untuk pertama kalinya bertemu dengan Donald Trump pada Selasa 12 Juni 2018, di Capella Hotel, Pulau Sentosa, Singapura, lalu.

"Kami dapat mengatasi semua skeptisme dan spekulasi terkait KTT ini. Saya percaya pertemuan ini baik untuk perdamaian. Saya percaya ini adalah awal yang baik untuk perdamaian," ujar Kim Jong Un kala itu.

Ia juga terdengar mengatakan kepada Donald Trump melalui penerjemahnya, "Saya pikir seluruh dunia sedang menyaksikan momen ini. Banyak orang di dunia akan menganggap ini sebagai adegan fantasi. Film fiksi ilmiah". (Fani Ferdiansyah)***

Baca Juga

SERANGAN udara Israel di Jalur Gaza, Minggu (13/7).*

Jet Tempur Israel Serang Sejumlah Sasaran di Jalur Gaza

GAZA, (PR).- Jet-jet tempur Israel menyerang sasaran-sasaran di Jalur Gaza pada Rabu 17 Oktober 2018 pagi, setelah sebuah roket yang ditembakkan para militan di kantung pesisir itu mengenai satu rumah di Beersheba, sebuah kota di Israel.

Pasar Mulai Kebal terhadap Dinamika Perang Dagang

JAKARTA, (PR).- Reaksi negatif pasar terhadap perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok semakin berkurang, meskipun Presiden AS Donald Trump baru saja mengimplementasikan tarif impor untuk Tiongkok senilai 200 miliar Dolar AS.