Siasati Waktu Berangkat, Biar Umrah Nyaman dan Lengang

Kabah/DOK. PR
USTAZ Budi Prayitno berada di Mekah saat suasana lengang pada pertengahan Januari 2018.*

PELAKSANAAN Ibadah Haji 1439 H/2018 sudah hampir berakhir dengan sebagian jemaah haji  Indonesia sudah kembali ke tanah air.  Saatnya kaum Muslimin bersiap untuk mengikuti paket umrah yang ditawarkan biro-biro perjalanan umrah yang berizin dan terpercaya.

Tentu saja ketika akan merencanakan ibadah umrah menginginkan situasi yang nyaman dan relatif lengang dari jemaah agar ibadahnya bisa lebih khusyu dan puas. Namun, Masjidilharam ketika prosesi haji bahkan umrah di waktu tertentu akan terasa penuh sesak karena jutaan umat Muslim dari segala penjuru dunia berkumpul bersama di satu masjid yang Allah SWT berkahi.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya ada umrah visa transit sehingga situasi di Mekah relatif lengang. Bahkan, untuk mencium Hajar Aswad pun kadang diantrikan dan tak berebut," kata Direktur Qiblat Tour, Wawan R. Misbach, di kantornya Jln. Taman Cuibeunying Selatan, Selasa 4 September 2018.

Akan tetapi, dengan tidak adanya program umrah transit sehingga kaum Muslimin yang akan umrah harus mensiasatinya.

"Umrah yang relatif lengang ada dua waktu yakni ketika jemaah haji baru pulang ke tanah air atau umrah Muharram dan umrah Syawal ketika jemaah haji belum datang ke tanah suci, namun jemaah umrah Ramadan sudah pulang ke tanah air," ujarnya.

Ketika jemaah haji mulai meninggalkan Mekah untuk pulang ke tanah air maupun menuju ke Madinah sehingga Mekah menjadi sepi.  Suasana lengang Masjidilharam akan terasa di awal musim umrah yakni Muharram ini.

Ibadah di depan Kabah, mencium Hajar Aswad, melaksanakan tawaf dan beberapa ibadah lainnya akan semakin leluasa dilaksanakan dan  tidak perlu berdesak-desakan," katanya yang menambahkan Qiblat mulai memberangkatkan jemaah pada 25 September atau pertengahan Muharram.

Pimpinan Khalifah Tour, Rustam Sumarna mengatakan, untuk melihat dari sisi teknis ibadah umrah, maka akan ada banyak hal yang perlu kita pertimbangkan seperti cuaca sebab  Arab Saudi memiliki iklim gurun dengan cuaca yang cukup ekstrim sehingga bagi Muslimin  yang telah berusia lanjut atau sensitif dengan cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin, permasalahan ini harus diperhatikan.

"Arab Saudi mengalami musim panas pada bulan Juni hingga Agustus dan September. Sedangkan pada Desember, Januari,  dan Februari masuk musim dingin dengan suhu udara sampai 10 derajat celcius yang bagi jemaah seperti Bandung sudah terbiasa. Cuaca yang nyaman untuk umrah  juga saat Maret sampai April, Oktober sampai November," katanya.

Selain itu, Tanah Suci juga akan lebih padat dari hari-hari biasanya ketika liburan sekolah tiba yakni sekitar Juni sampai Juli (kenaikan kelas) dan Desember sampai Januari saat liburan semester. Masa liburan anak sekolah hampir di seluruh dunia sama.

"Namun Juni sampai Juli kemarin masuk umrah Ramadan sehingga padatnya luar biasa. Kalau nanti antara Juni dan Juli sudah masuk bulan haji otomatis pemerintah Arab Saudi tidak membuka pintu bagi jemaah umrah," katanya.

Komisaris Utama Mazq Tour, Rachmat Wildan mengatakan, tidak sedikit masyarakat yang untuk menjalankan ibadah umrah masih memperhatikan biaya sehingga harus memilih waktu yang tepat ketika biaya umrah lebih rendah dibandingkan bulan-bulan lainnya.

"Namun,  jangan karena budget yang terbatas sehingga memilih perusahaan travel yang abal-abal karena dikhawatirkan pelayanan ibadah akan  dipertaruhkan. Tetap pilihlah travel yang terbukti berkualitas, berizin,  dan memberikan biaya yang rasional," katanya.

Biasanya biaya umrah akan mengalami sedikit penurunan di awal-awal musim umrah dan antara Februari sampai April yang termasuk musim tak padat (low season).

"Sedangkan kalau musim liburan sekolah, umrah menjelang Ramadan dan umrah Ramadan sampai Syawal akan lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya," katanya.

MCM biar mudah melayani

Nama biro perjalanan haji dan umrah serta tur halal awalnya Mahabbah, namun karena bagi mitra di luar negeri sulit mengucapkan kata Mahabbah sehingga akhirnya berganti menjadi MCM.

"Bukan sebatas mudah mengingat nama melainkan juga mudah dan cepat merespon saat melayani," kata Direktur  Mahabbah Cahya Multazam (MCM) Tour, Lennyriana Rosita (45), di ruang kerjanya ruko Surapati Core, Kota Bandung, Selasa 4 September 2018.

Dia menyatakan, menunaikan rukun Islam kelima  dan memenuhi panggilan Allah ke Baitullah merupakan idaman bagi setiap Muslim sehingga harus direncanakan sejak awal.

"Mulai dari pendaftaran, kelengkapan dokumen, pemeriksaan kesehatan, penguasaan manasik, pengurusan barang-barang, demikian juga mengantisipasi keadaan dan segala sesuatu yang harus disiapkan di tanah suci nanti," ujarnya.

Dalam pelaksanaan ibadah umrah dan haji ini, kata Lenny,  keterkaitan antara penyelenggara yang ada di  Indonesia mapun di luar negeri  yang tentu memiliki aturan untuk memasuki wilayah tersebut.

"Kami  turut membantu dan meringankan langkah dan niat kaum Muslimin untuk menggapai ibadah haji dan umrah yang mabrur.  Komitmen kami untuk menyuguhkan pelayanan terpadu (one stop service)  dari mulai pendaftaran, manasik, pemberangkatan, katering, bimbingan di tanah suci hingga kepulangan dengan biaya relatif terjangkau dan jangka waktu pelaksanaan yang tidak terlalu lama sehingga tidak mengganggu aktivitas di tanah air," tuturnya.

MCM, kata Lenny, bukan hanya melayani umrah dan haji melainkan juga melancong halal (halal tour) dengan tujuan negara-negara di Asia, Eropa, bahkan Amerika.

"Halal tour sekarang sedang digemari karena kaum Muslimin juga ingin melihat kemajuan Islam di negara-negara laiun sembari menikmati keindahan alam dan kulinernya. Tentu saja semua harus dipersiapkan agar halal tour memang menyediakan makanan halal, salat dan ibadah lainnya dengan lancar, dan menjauhkan diri dari hal-hal berbau maksiat," ujarnya.

Untuk melayani itu semua, kata Lenny, maka MCM memiliki  karyawan dan mitra kerja yang telah berpengalaman dan professional di bidangnya.

"Insya Allah merekamampu merespon dengan cepat perubahan-perubahan yang terjadi. Karena kemajuan teknologi membuat perubahan sangat dinamis dan harus diantisipasi dengan cepat dan tepat," katanya didampingi Direktur Utama MCM Tour, Dadi Wahyudi.

Dia menyatakan, kaum Muslimin membutuhkan pelayanan yang memberikan kenyamanan dan penuh kekeluargaan.

"Sebagian besar  peserta  baru baik haji, umrah maupun halal tour yang ikut dikarenakan rekomendasi dan saran dari peserta yang lebih dulu berangkat," katanya.

Disamping itu, faktor biaya karena  apabila mengikuti perjalanan haji dan umrah serta halal tour secara rombongan dibandingkan bepergian sendiri akan lebih hemat.

"Jangan  khawatir apabila pendaftar tidak memenuhi jumlah group karena  kami pun tergabung dalam suatu konsorsium dengan biro penyelenggara lainnya. Tentu bukan sebatas biaya, tapi rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang terasa kental juga menjadi pertimbangan kaum Muslimin. Bagi kami jemaah adalah saudara dan jemaah adalah keluarga," katanya.

Orang kampung yang rajin umrah

Kalau ada orang kampung yang rajin melaksanakan umrah, maka salah satunya adalah Eha Julaeha (67).  Tercatat suah tujuh kali Eha dan keluarganya melaksanakan ibadah umrah yang semuanya melalui biro perjalanan haji dan umrah Raka Tour.

"Ibu mah tahu ada Raka Tour sejak tahun 2005 lalu dan alhamdulillah sudah tujuh kali melaksanakan umrah bersama dengan Raka Tour," kata Eha saat dihubungi, Selasa 4 September 2018.

Selain itu, Eha juga sering mengikuti Raka Tour untuk program di luar umrah seperti kunjungan ke Turki termasuk pesan tiket pesawat terbang.

"Bahkan, kalau ingin membuat visa kunjungan ke negara-negara luar juga ibu serahkan ke Raka Tour. Kalau boleh dibilang ya ibu jemaah setia," ujarnya tersenyum.

Pengusaha alat-alat perlengkapan dan busana bayi dan balita di Purwakarta ini menambahkan, mempercayakan perjalanan ibadah maupun kunjungan ke luar negara karena melihat pengurus Raka Tour  dan pelayanannya yang baik.

"Apalagi melihat pelayanan dari Pak Taufiek Boesoirie dan istrinya, Ibu Lasmi, yang berupaya selalu membantu jemaah apabila ada masalah selama umrah maupun saat ke luar negeri," katanya.

Dia mencontohkan saat Prof. Taufiek tak sungkan untuk ikut mengangkut kopor milik jemaah, padahal sudah menjadi pejabat yakni mantan rektor Unisba dan dokter spesialis terkenal di Bandung.

"Apalagi kalau ada jemaah yang sakit pasti akan dikunjungi dan dibantos. Pak Taufiek sudah siap dengan obat-obatan untuk membantu jemaah yang sakit," katanya.

Ketika disinggung pengalaman  menarik saat melaksanakan umrah, menurut Eha, karena dirinya orang kampung sehingga sering gagap saat harus menginap di hotel berbintang empat saat melaksanakan umrah.

"Ibu mah orang kampung sehingga saat membuka dan menutup pintu kamar hotel juga bingung. Apalagi kalau sudah masuk ke jamban juga tambah bingung sebab tidak ada gayung," katanya tertawa.

Belum lagi saat berada di pesawat terbang juga sering membuat Eha bingung karena tak terbiasa dengan peralatan serbacanggih. "Alhamdulillah para pembimbing membantu ibu sehingga tak terlalu bingung di pesawat terbang maupun di hotel. Malah kadang pintu kamar hotel diganjal hotel agar tidak menutup otomatis," katanya.***

Baca Juga

Singgung Thanos di Vietnam, Jokowi Memicu Tawa

HANOI, (PR)- Pemimpin Tiongkok dan pemimpin beberapa negara Asia Tenggara, Rabu 12 September 2018, mengatakan Rabu bahwa langkah AS untuk membatasi perdagangan dan melindungi bisnis Amerika merupakan ancaman besar bagi ekonomi dunia.

Koalisi Internasional Gempur ISIS di Suriah

DAMASKUS, (PR)- Pasukan Demokrat Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat mulai melancarkan 'serangan penghabisan' yang dikatakan sebagai tahap akhir dari sebuah operasi untuk menumpas kelompok Negara Islam (ISIS) dari Suriah timur laut.

Sosok Penting Para Pendiri Alibaba Selain Jack Ma

BARU-baru ini seluruh dunia digegerkan dengan pengumuman pengunduran diri Jack Ma setelah 19 tahun berkarir di Alibaba Group. Pensiun di umur 54 tahun, Jack Ma memutuskan menjadi