Misteri Kapal Hantu Indonesia Sam Ratulangi di Myanmar Terungkap

Kapal misterius/DOK Kepolisian Yangon

YANGON, (PR).- Misteri kapal berkarat tanpa awak dan barang-barang yang ditemukan di perairan Myanmar pekan lalu akhirnya terungkap. Hasil penyelidikan otoritas berwenang menunjukkan bahwa kapal tersebut berbendera Indonesia yang diderek oleh sebuah kapal lain yang ditumpangi 13 warga negara Indonesia. 

Hal itu yang dilaporkan Channel News Asia, Minggu 2 September 2018.

Kapal berkarat dengan panjang 177 meter itu sebelum terombang-ambing di laut Myanmar sempat diderek kapal lain dengan tujuan Bangladesh. Namun, di tengah jalan, tali kapal tersebut putus akibat cuaca buruk. Akibatnya, kapal Indonesia bernama Sam Ratulangi PB 600 buatan 2001 itu terlepas dari kapal yang akan mendereknya ke Bangadesh. Kapal penderek itu bernama Independence yang dimiliki warga Malaysia.

"Kapal tersebut lepas dari tambatannya," demikian per­nya­taan otoritas Angkatan Laut Myanmar seperti dikutip Channel News Asia. Nelayan Myanmar  yang pertama kali menemukan kapal berkarat dan kosong, dengan nama Sam Ratulangi PB 1600 hanyut di Teluk Martaban, sekitar 11 kilometer (7 mil) di lepas pantai Kota Yangon.

Personel Angkatan Laut Myanmar naik ke kapal untuk menyelidiki situasi tersebut pertengahan pekan lalu. Ia pun memberi penjelasan tentang hasil pencarian mereka dalam sebuah unggahan di laman Facebook resmi Angkatan Laut, akhir pekan lalu.

"Hasil invetigasi kami, kapal itu awalnya ditarik oleh kapal lain setelah kami menemukan dua kabel di kepala kapal", demikian keterangan AL Myanmar. Disebutkan pula kondisi kapal berbendera Indonesia itu penuh karat.

Sementara BBC yang mengutip laporan Myanmar Times menyebutkan bahwa Aung Kyaw Linn,  Sekretaris Jenderal Federasi Pelaut Independen Myanmar menga­takan, kapal itu masih dalam keadaan laik jalan, dan bisa dioperasikan untuk berlayar.

Terlepas saat diderek

Sempat muncul teka-teki, bagaimana bisa kapal sebesar itu telantar di lautan dalam keadaan seperti itu dan terdampar di Myanmar? Namun, Angkatan Laut menyebut, mereka sudah curiga bahwa kapal itu sedang berada di laut dengan diderek oleh kapal lain sebelum terlepas, setelah "ditemukan dua kabel pada bagian haluan kapal."

Mereka kemudian berhasil menemukan kapal derek ber­nama Independence, sekitar 80 km lepas pantai Myanmar, dan di dalamnya terdapat 13 awak kapal berkebangsaan Indonesia.

Sesudah menanyai ke-13 ABK Indonesia itu, terungkap bahwa mereka sudah menarik Kapal Sam Ratulangi sejak 13 Agustus. Kapal bertujuan sebuah pela­buhan di Bangladesh, tempat sebuah pembongkaran besi tua.

Namun, akibat cuaca buruk, sejumlah kabel penarik terputus, dan akhirnya mereka memutuskan untuk melepaskan kapal itu. Pemilik kapal derek itu berkebangsaan Malaysia, demikian laporan situs berita Eleven Myanmar.

Disebutkan, pihak berwenang masih menyelidiki lebih jauh kejadian itu.  Bangladesh memiliki industri pembongkaran kapal tua yang besar. Ratusan kapal dibongkar di Chittagong setiap tahunnya.

Industri itu menimbulkan kontroversi, karena dianggap membahayakan para pekerja, dan tak memiliki aturan yang memadai.***

Baca Juga

Keputusan AS Hentikan Dana UNRWA akan Menyuburkan Terorisme

RAMALLAH, (PR).- Beberapa negara, termasuk Jerman dan Yordania, memperingatkan konsekuensi berbahaya setelah AS memotong semua pendanaan, yang berjumlah 300 juta dolar, ke badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Singgung Thanos di Vietnam, Jokowi Memicu Tawa

HANOI, (PR)- Pemimpin Tiongkok dan pemimpin beberapa negara Asia Tenggara, Rabu 12 September 2018, mengatakan Rabu bahwa langkah AS untuk membatasi perdagangan dan melindungi bisnis Amerika merupakan ancaman besar bagi ekonomi dunia.

Koalisi Internasional Gempur ISIS di Suriah

DAMASKUS, (PR)- Pasukan Demokrat Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat mulai melancarkan 'serangan penghabisan' yang dikatakan sebagai tahap akhir dari sebuah operasi untuk menumpas kelompok Negara Islam (ISIS) dari Suriah timur laut.