Kampanye Hidup Sehat, Kopi Akan Dilarang Dijual di Sekolah Korea Selatan

Latte art/REUTERS
SEORANG barista terkenal di Korea Selatan, Lee Kang-bin sedang membuat kopi, di sebuah kedai di Seoul, 30 Juni 2017 lalu. Ia dikenal lihai melukis di atas buih kopi, yang dia namai creamart.*

SEOUL, (PR).- Korea Selatan akan melarang penjualan kopi di sekolah-sekolah dalam upaya untuk mempromosikan pilihan yang lebih sehat di kalangan murid dan guru.

Seperti dilaporkan The Guardian, Kamis, semua mesin penjual otomatis dan kios makanan ringan di sekolah dasar dan menengah akan menghentikan penjualan semua produk kopi pada 14 September 2018 mendatang. Hal itu diungkapkan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan.

"Revisi ini bertujuan untuk menciptakan kebiasaan makan yang sehat di kalangan anak-anak dan remaja," kata seorang pejabat kementerian, menurut laporan di Korea Times yang dikutip The Guardian. "Kami akan memastikan kopi dilarang di sekolah tanpa gagal."

Larangan di sekolah adalah bagian dari kampanye yang lebih luas oleh pejabat untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi kalori atau kafein, dan mengikuti laporan media dari beberapa siswa yang menderita palpitasi jantung (dada berdebar-debar) setelah minum kopi. Pihak berwenang menyebutkan bahwa konsumsi kopi bisa menyebabkan efek pusing, peningkatan detak jantung, gangguan tidur, kegugupan, dan  gejala lainnya.

Banyak siswa di Korsel mengkonsumsi kopi atau minuman energi supaya bisa tetap terjaga dan berkonsentrasi saat belajar. Orang Korea Selatan minum rata-rata 181 cangkir kopi per tahun, yang paling banyak di Asia. Data ini diungkap perusahaan riset Euromonitor. Ini artinya, konsumsi kopi warga Korsel ebih tinggi ketimbang warga Inggris. Data yang dikutip The Guardian menyebutkan bahwa warga Inggris mengkonsumsi 151 cangkir kopi per tahun. Sementara warga AS mengkonsumsi rata-rata 266 cangkir per tahun.

Paket-paket kopi instan plus susu menjadi populer pada tahun 1950-an, bertepatan dengan kedatangan ribuan pasukan AS, dan dalam beberapa tahun terakhir kafe-kafe trendi telah dibuka di hampir setiap jalan di Korsel.

Seoul, ibukota dan kota terbesar, memiliki lebih dari 18.000 kedai kopi pada akhir tahun 2016, melebihi jumlah toko serba ada, pemandangan yang sudah ada di mana-mana.

Kurangi angka obesitas di kalangan siswa

Larangan kopi di sekolah-sekolah mengikuti pembatasan pada minuman energi awal tahun ini. Hal ini juga muncul setelah iklan TV untuk makanan cepat saji, makanan ringan bergula, dan minuman berkafein tinggi dilarang ditayangkan ketika program anak-anak ditayangkan.

Otoritas Korea Selatansaat ini sedang mencoba untuk mengatasi meningkatnya obesitas di kalangan siswa. Sekitar 17% siswa sekolah dasar dan menengah mengalami obesitas pada tahun 2016, menurut angka pemerintah, naik dari sekitar 12% satu dekade sebelumnya.***

Baca Juga

Keputusan AS Hentikan Dana UNRWA akan Menyuburkan Terorisme

RAMALLAH, (PR).- Beberapa negara, termasuk Jerman dan Yordania, memperingatkan konsekuensi berbahaya setelah AS memotong semua pendanaan, yang berjumlah 300 juta dolar, ke badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Indonesian Weekend London, Kopi Jawa Barat Laris Manis

LONDON, (PR).– Kopi Jawa Barat berhasil menjadi primadona pada Indonesian Weekend London, di Potter Field Park, Inggris, Sabtu-Minggu (8-9/9/18).  Sebanyak 30 kg kopi dari lima daerah di Jawa Barat yang digelar booth Humas Jabar habis terj

Singgung Thanos di Vietnam, Jokowi Memicu Tawa

HANOI, (PR)- Pemimpin Tiongkok dan pemimpin beberapa negara Asia Tenggara, Rabu 12 September 2018, mengatakan Rabu bahwa langkah AS untuk membatasi perdagangan dan melindungi bisnis Amerika merupakan ancaman besar bagi ekonomi dunia.

Koalisi Internasional Gempur ISIS di Suriah

DAMASKUS, (PR)- Pasukan Demokrat Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat mulai melancarkan 'serangan penghabisan' yang dikatakan sebagai tahap akhir dari sebuah operasi untuk menumpas kelompok Negara Islam (ISIS) dari Suriah timur laut.