Gua di Thailand Menyisakan Kisah Mengerikan

Pesepak bola anak yang terbaring dirawat setelah terjebak dalam gua sembilan hari di Thailand/REUTERS

BANGKOK, (PR).- Operasi ”gotong-royong” penyelamat­an di gua Thailand telah berakhir dengan ha­sil yang menggembirakan warga du­nia. Pasalnya, operasi yang melibatkan para penyelam dari berbagai negara itu, berhasil mengevakuasi 12 remaja pemain bola dan pelatih mereka. 

Operasi penyelamatan kerap disebut gotong-royong karena melibatkan berbagai kalangan dan berbagai negara. Semua orang, mulai dari petani, penyelam, tu­kang pompa, koki, biksu, sukarelawan, dokter, dan lainnya. Semua bahu-membahu ikut membantu proses evakuasi ke-13 orang tersebut dari gua yang sebagian permukaannya sudah terendam air.

Saat ini, ke-13 orang tersebut masih menjalani pemulihan di sejumlah rumah sakit di Thailand. Dilansir laman The Guardian, Rabu, operasi penyelamatan, kendati sudah selesai, masih meninggalkan sejumlah cerita menarik dan me­nge­rikan. Salah satunya, kisah yang di­ung­kapkan para penyelam soal upaya pengeringan gua dengan cara memompa air keluar dari gua dan membuangnya ke kawasan lain.

Tim penyelam mengatakan, operasi penyelamatan nyaris gagal, bahkan bisa menjadi bencana lantaran ratusan pompa yang digunakan untuk menyurutkan air di gua, gagal beroperasi. Jika ini terjadi, maka risikonya fatal. Anak-anak yang dievakuasi bisa tenggelam dan kehabisan napas. Para penyelam telah meng­ungkapkan, banyak pompa air gagal bekerja hanya beberapa jam setelah anak laki-laki terakhir dievakuasi.

Para penyelam dan penyelamat masih lebih dari 1,5 km di dalam gua untuk membersihkan peralatan ketika pompa utama gagal, menyebabkan ketinggian air meningkat dengan cepat. Tiga penyelam Australia yang terlibat dalam operasi itu mengatakan kepada laman The Guardian pada Rabu, dalam laporan terperinci (pertama misi tersebut) tersebut.

Jadi kenyataan

Sementara itu, dilansir BBC, komandan kesatuan SEAL Angkatan Laut Thailand mengatakan kesuksesan operasi pe­nyelamatan 12 remaja dan pelatih mereka dari Gua Tham Luang merupakan ”harapan yang menjadi kenyataan.”

”Kami punya secercah harapan bahwa mereka mungkin masih hidup, tetapi kami harus melakukannya, kami harus maju ke depan,” kata Laksamana Muda Arpakorn Yuukongkaew, kepada BBC dalam wawancara pertama dengan media sejak insiden tersebut.

”Hanya ada secuil harapan, tetapi ha­nya itu yang harus kami kerjakan,” ujar­nya.

Ke-12 remaja dan pelatih mereka berhasil dikeluarkan dari dalam gua pada Selasa 10 Juli 2018. Mereka kini berada di rumah sakit Kota Chang Rai dan me­nerima sebagai perawatan medis dan psikologis.

Para pejabat mengatakan mereka dalam kondisi sehat, walau mengalami susut berat badan dan harus tetap ber­ada di rumah sakit selama satu pekan ke­mudian menjalani pemulihan di ru­mah masing-masing selama satu pekan.

Pejabat Kementerian Kesehatan meng­ungkap bahwa empat remaja yang di­bawa pada Minggu 8 Juli 2018 sudah me­nyantap makanan secara normal. Kemudian empat remaja yang diselamat­kan pada Senin 9 Juli 2018 akan mela­ku­kan hal serupa pada Rabu 11 Juli 2018.

Adapun empat remaja dan pelatih mereka yang dikeluarkan dari gua pada Selasa 10 Juli 2018 harus menjalani pe­me­riksaan kesehatan rutin. Sejauh ini ti­dak ada infeksi serius yang mereka alami.

Kelompok pertama sudah dikunjungi keluarga mereka, sedangkan keluarga kedua baru akan diijinkan bertemu ke­luarga Rabu 11 Juli 2018.

Lega dan bahagia

Laman Facebook SEAL AL Thailand mengumumkan, pada Selasa 11 Juli 2018, ”Kami tidak yakin apakah ini muk­jizat, ilmiah, atau apa. Ke-13 anggota tim sepak bola Wild Boar sudah keluar dari dalam gua.”

Pengumuman itu disambut gegap gempita oleh penduduk di sekitar gua selagi para puluhan penyelam dan anggota operasi penyelamatan keluar dari gua.

Di Kota Chiang Rai, mobil-mobil membunyikan klakson dan orang-orang bertepuk tangan di luar rumah sakit untuk menyambut ke-13 remaja dan pelatih mereka.

Warganet Thailand turut meng­utara­kan kegembiraan mereka seraya meng­apresiasi para penyelam dengan tagar #Heroes dan #Thankyou.

Rasa syukur juga diungkapkan berbagai kalangan, termasuk ranah sepak bola. Tawaran kostum hingga menghadiri laga final Piala Dunia berdatangan dari FIFA, Manchester United hingga Benfica.***

Baca Juga

Abdel Fatah al-Sisi Ingin Berkuasa Selamanya di Mesir

KAIRO, (PR).- Petisi yang mengklaim bahwa presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi akan tetap berkuasa di luar batas dua periode sesuai aturan yang berlaku beredar di lembaga-lembaga Mesir dan di antara tokoh-tokoh pro negara.