Indonesia Punya Peran Lebih Setelah Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un

Donald Trump dan Kim Jong-un/REUTERS
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjalan bersama dalam pertemuan tingkat tinggi di Capella Hotel, Singapura, Selasa 12 Juni 2018.*

JAKARTA, (PR).- Indonesia dapat memainkan perannya dengan lebih besar untuk menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea, bahkan di Asia, setelah pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Terlebih, Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk masa 2019-2020.

"Apapun yang dihasilkan dalam KTT Trump dan Kim, tentu akan dibahas di DK PBB dan sebagai anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia dapat memperkuat diplomasinya, berperan lebih, menciptakan perdamaian di Semenanjung (Korea)," kata mantan diplomat senior Sugeng Rahardjo kepada Antara di Jakarta, Selasa 12 Juni 2018.

Apalagi, menurut Sugeng Rahardjo, Indonesia memiliki hubungan baik dengan Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Korea Utara.

Selain itu, Indonesia juga dapat berperan lebih besar dan memperlihatkan kepemimpinan di ASEAN dengan memprakarsai kembali aktifnya dialog semua negara-negara kunci untuk membangun kepercayan melalui ASEAN Regional Forum.

"Dengan berperan menciptakan stabilitas keamanan dan perdamaian di Semenanjung Korea, Asia Timur, dan hubungan baik negara-negara Asia Timur dan dua Korea dengan ASEAN, Indonesia turut menciptakan kemakmuran di kawasan. Ekonomi Indonesia secara tidak langsung akan turut terdampak positif," tuturnya.

Indonesia memiliki keterkaitan sejarah panjang dengan Korea Utara. Pada era kepemimpinan Soekarno. Perdagangan antara Indonesia dan Korea Utara juga berjalan baik meski dalam volume yang belum begitu besar.

"Momentum ini bisa kita manfaatkan untuk menaikkan neraca perdagangan kita dengan Korea Selatan dan Korea Utara, bahkan dengan Amerika Serikat serta negara-negara Asia lainnya," ujar mantan dita besar untuk Tiongkok dan Mongolia tersebut.

Indonesia menyambut baik pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura, Selasa 12 Juni 2018 pagi.

"Saya menyambut baik, Indonesia menyambut baik dan mendukung berlangsungnya KTT AS dengan Korea Utara pada hari ini," ujar Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Ruang Teratai, Istana Presiden Bogor, Selasa siang.

Indonesia pun berharap pertemuan itu memberikan sumbangsih nyata bagi terciptanya perdamaian di dunia.***

Baca Juga

Singgung Thanos di Vietnam, Jokowi Memicu Tawa

HANOI, (PR)- Pemimpin Tiongkok dan pemimpin beberapa negara Asia Tenggara, Rabu 12 September 2018, mengatakan Rabu bahwa langkah AS untuk membatasi perdagangan dan melindungi bisnis Amerika merupakan ancaman besar bagi ekonomi dunia.