Darurat Polusi di Bangkok, Anak dan Lansia Dilarang Keluar Rumah

Foto langit Bangkok, Thailand, 8 Februari 2018/REUTERS

BANGKOK, (PR).- Polusi udara di Bangkok dilaporkan sangat parah. Warga setempat pun, Kamis 8 Februari 2018 diperingatkan untuk memakai masker wajah jika hendak bepergian keluar. Selain itu, warga Bangkok juga disarankan untuk tinggal di rumah jika tak ada kegiatan yang mendesak. 

Dilansir Yahoo News, kualitas udara kota wisata ternama dunia tersebut telah mencapai tingkat yang berbahaya beberapa hari setelah agen pengendali polusi negara tersebut meminta penduduk untuk memakai masker wajah.

Polusi udara di ibukota Thailand mendapat sorotan tajam dan menjadi perhatian global dalam beberapa pekan terakhir ini setelah banyak penduduk setempat mengeluhkan masalah asap dan pernapasan. Beberapa sekolah ditutup pada hari Kamis atau membuat anak-anak di dalam rumah.

Formula Kualitas Udara (AQI) biasanya mencakup sampai enam polutan utama termasuk PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida dan ozon di permukaan tanah.

Departemen Pengendalian Pencemaran melaporkan adanya debu PM 2.5 di Bangkok Metropolitan pada  Kamis tengah hari (pukul 12.00). Saat diukur kadar debu PM 2.5 mencapai 72-95 mikrogram per m3, dengan kemungkinan akan meningkat dalam beberapa hari kedepan.

Sangat parah

Dengan kadar sebesar itu, polusi udara di Bangkok dinilai sudah sangat parah. Pasalnya, dibandingkan dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),  rata-rata tahunan kadar debu PM 2.5 seharusnya tidak lebih dari 10 mikrogram. PM 2.5 adalah campuran tetesan cairan dan partikel padat yang bisa meliputi debu, kotoran, jelaga dan asap.

"Kami telah memperingatkan kelompok berisiko termasuk orang sakit ... orang tua dan anak-anak Kami telah memperingatkan bahwa mereka tidak boleh melakukan kegiatan di luar rumah," kata Suwanna Tiansuwan, wakil direktur jenderal Departemen Pengendalian Pencemaran kepada Reuters dan dikutip Yahoo News.

Tiansuwan mengatakan bahwa kurangnya angin dalam beberapa hari terakhir telah membiarkan polusi menumpuk di udara.

Departemen tersebut melaporkan Indeks Kualitas Udara (AQI) di daerah pusat kota Bangkok telah mencapai tingkat AQI yang tidak sehat pada sore hari.

Aplikasi telepon seluler Air4Thai, yang menunjukkan pembacaan Departemen Pengendalian Pencemaran, tidak memperhitungkan PM 2.5 atau partikel halus yang merupakan risiko terbesar bagi kesehatan manusia.

Anak-anak tetap berada di rumah

Data dari aplikasi smartphone AirVisual Amerika menunjukkan pembacaan 154 AQI untuk Bangkok.

"Kami telah menerima informasi dari sekolah anak perempuan saya bahwa mereka memantau tingkat polusi dan akan menjaga anak-anak di dalam rumah sampai membaik," kata Joanna Lorgrailers, 32, ibu dari dua orang yang tinggal di Bangkok kepada Reuters, Kamis dan dikutip Yahoo News.

Beberapa sekolah internasional di kota ini telah memasang alat pengukur polusi udara mereka sendiri. Selain itu, seolah internaisonal di Bangkok berhubungan dengan sekolah internasional lainnya di kota-kota lainnya yang memiliki tingkat polusi udara tinggi untuk membahas cara-cara untuk membatasi keterpaparan anak-anak.

Selain Bangkok, India dan Tiongkok juga sempat mengalami masalah polusi parah. Bahkan, akhir tahun lalu, saking parahnya polusi udara di kota New Delhi, ini menyebabkan pemerintah setempat meliburkan semua sekolah selama tiga hari. Seperti dilaporkan The Guardian, tingkat polusi udara di ibu kota India tersebut (kadar PM 2.5) mencapai lebih dari 60 mikrogram per meter kubik. 

Level ini sangat berbahaya karena polutan bisa mencapai paru-paru manusia yang kemudian bisa membahayakan otak dan organ tubuh lainnya. Seperti diketahui, darah membawa oksigen yang dibutuhkan otak dan organ lainnya. 

Polusi udara yang dialammi New Delhi akhir tahun lalu itu merupakan terburuk dalam sejarah negara tersebut.***

Baca Juga

Keputusan AS Hentikan Dana UNRWA akan Menyuburkan Terorisme

RAMALLAH, (PR).- Beberapa negara, termasuk Jerman dan Yordania, memperingatkan konsekuensi berbahaya setelah AS memotong semua pendanaan, yang berjumlah 300 juta dolar, ke badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Singgung Thanos di Vietnam, Jokowi Memicu Tawa

HANOI, (PR)- Pemimpin Tiongkok dan pemimpin beberapa negara Asia Tenggara, Rabu 12 September 2018, mengatakan Rabu bahwa langkah AS untuk membatasi perdagangan dan melindungi bisnis Amerika merupakan ancaman besar bagi ekonomi dunia.

Koalisi Internasional Gempur ISIS di Suriah

DAMASKUS, (PR)- Pasukan Demokrat Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat mulai melancarkan 'serangan penghabisan' yang dikatakan sebagai tahap akhir dari sebuah operasi untuk menumpas kelompok Negara Islam (ISIS) dari Suriah timur laut.