Paula Modersohn-Becker dan Para Perempuan Pelukis Ekspresionisme

Karya self potrait Paula Modersohn-Becker/DIRECTMEDIA

PELUKIS asal Jerman Paula Modersohn-Becker merupakan tokoh aliran  ekspresionisme dunia. Ia juga dikenal sebagai perempuan pertama yang melukis potret diri telanjang. Google Doodle merayakan hari ulang tahun perempuan yang lahir pada 1876 ini.

Karya Paula Modersohn-Becker, Girl with Flower Vases dikenang sebagai aksi meninggalkan linier tradisional menuju interpretasi yang Paula Modersohn-Becker sangat nyata akan perempuan telanjang.

Selain Paula Modersohn-Becker, inilah dua perempuan pelukis dengan aliran ekspresionisme yang berpengaruh. Setidaknya itulah yang ditampilkan dalam pameran instalasi Ekspresionisme di Jerman dan Prancis: Dari Van Gogh ke Kandinsky di Museum Seni Los Angeles County 2014 lalu.

Gabriele Münter

Ia memiliki karier yang lebih panjang dari Paula Modersohn-Becker—yang meninggal pada usia 31 tahun. Keduanya aktif di Munich, salah satu pusat artistik di Jerman.

Gabriele Münter (1877-1962) mungkin salah satu perempuan seniman ekspresionis paling terkenal saat ini. Munter mengambil bagian dalam beberapa kelompok avant garde utama di Jerman sebelum Perang Dunia I. Setelah mengikuti pelatihan seni awal dan tinggal dua tahun di Amerika Serikat, Münter bergabung dengan sekolah Phalanx di Munich, ketika ia menjadi murid Kandinsky.

Antara 1906 dan 1907, Münter menghabiskan beberapa bulan di Sèvres, Prancis, bersama Kandinsky; Selama waktu itu ia tinggal di Paris sendiri dan mengunjungi pameran dan mengambil kelas menggambar. Di Paris, Münter berkonsentrasi pada teknik woodcut berwarna, seperti yang digambarkan dalam tulisannya Aurelie.

Dia juga mulai mempresentasikan karyanya di pameran di Paris dan mengadakan pameran tunggal di Cologne sesaat setelah kembali dari Prancis.

 

Maria Caspar-Filser yang dimusuhi Nazi

Tumbuh di pedesaan barat daya Jerman, Caspar-Filser belajar di Akademi Seni di Stuttgart dan Akademi Seni Rupa di Munich. Pada tahun 1913, dia adalah satu-satunya perempuan dalam pendiri asosiasi seniman Münchener Neue Secession.

Pada tahun 1925 ia menjadi perempuan pelukis Jerman pertama yang dianugerahi gelar profesor. Dia mengajar di Akademi Seni Rupa di Munich. Pada tahun 1928 ia ikut serta dalam Venice Biennale. Karya Caspar-Filser dipengaruhi juga oleh aliran impresionisme.

Nazi menganggap lukisannya ‘karya seni amoral’ kemudian dia diintimidasi. Pada tahun 1933 ia kehilangan jabatan profesornya. Pada tahun 1936, lukisan dia dipindahkan dari sebuah pameran di Neue Pinakothek. Setelah Pameran Seni Degenerasi di Munich pada tanggal 19 Juli 1937, karya seninya dihapus dari semua museum dan koleksi publik dan diduga dihancurkan.

Pada tahun yang sama, beberapa sumber mengatakan tahun 1944, setelah rumahnya di Munich hancur dalam serangan bom, karena permusuhan Nazi, dia tinggal bersama keluarganya di Brannenburg. Di sana dia tinggal sampai meninggal dunia.***

Baca Juga