Usai Diguncang Gempa, Apartemen di Taiwan Miring 45 Derajat

Gempa Taiwan/MIRROR.CO.UK
Usai diguncang gempa, apartemen Taiwan miring 45 derajat.

HUALIEN, (PR) - Tim penyelamat Taiwan masih berusaha menyelamatkan para korban usai negeri kepulauan tersebut diguncang gempa hebat berskala 6,4 Richter.

Dilansir Yahoo News, petugas terus bekerja untuk menyelamatkan dan membebaskan mereka yang terperangkap setelah gempa kuat melanda kawasan di dekat pantai timur Taiwan yang menyebabkan beberapa bangunan masuk dan memudar dengan berbahaya.

Sedikitnya enam orang tewas dan 76 orang hilang karena tidak dapat dihubungi menyusul gempa Taiwan tersebut. Sementara 256 lainnya terluka.

Video dan foto menunjukkan beberapa bangunan di distrik Hualien mengalami kerusakan paling parah karena gempa Taiwan itu. Di sejumlah apartmen, lantai terendah mereka runtuh menjadi tumpukan beton, kaca, besi dan puing lainnya yang hancur. Yang terparah terjadi di apartemen Yunmen Tsuiti. Pasalnya, bangunan miring sampai 45 derajat. 

Petugas pemadam kebakaran menaiki tangga yang dipasang di atas jendela untuk mencapai penghuni di dalam apartemen tersebut yang rusak parah karena gempa Taiwan.

Dilaporkan, gempa 6,4  pada Selasa 6 Februari 2018 larut malam waktu setempat atau Rabu 7 Februari 2018 dini hari, menyebabkan sedikitnya empat bangunan masuk dan bergeser di pondasi mereka. Itu kemungkinan karena likuifaksi tanah, yakni saat tanah di bawah bangunan kehilangan soliditasnya karena tertekan akibat gempa Taiwan itu.

Sementara itu, masih dilansir Yahoo News, Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan, sembilan orang Jepang termasuk di antara yang terluka. Enam warga Tiongkok  juga terluka.

Saat ini tim penyelamat memusatkan perhatian pada bangunan tempat tinggal Yunmen Tsuiti yang kini miring 45 derajat. Petugas memasang balok baja panjang untuk mencegah apartemen tersebut runtuh.

Mengungsi

Dilansir BBC,  Hualien, kota pusat wisata yang populer, merupakan tempat tinggal bagi sekitar 100.000 orang.

Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan jalan-jalan dan gedung-gedung bertingkat yang mengalami kerusakan, beberapa di antaranya masuk kategori parah. Menurut media lokal, sebagian di antara gedung-gedung tersebut adalah rumah sakit.

Sekira 40.000 rumah kini tanpa persediaan air, kemudian jalan raya dan jembatan ditutup. Kantor dan sekolah di kota Hualien masih ditutup pada hari Rabu 7 Februari 2018 karena gempa.

Sementara itu, Presiden Tsai Ing-wen berada di lokasi gempa pada Rabu 7 Februari 2018 pagi, mengunjungi rumah sakit dan pusat bantuan. Dalam sebuah pernyataan di Facebook, Tsai berkata bahwa pemerintah akan membantu Hualien sebisa mungkin. Ia menambahkan bahwa dirinya berharap "kehidupan warga dapat kembali normal sesegera mungkin".

Banyak orang melaporkan bahwa gempa terasa di ibu kota daerah otonomi itu, Taipei, yang berjarak lebih dari 160km dari Hualien.

Masih dilansir BBC, dua tahun lalu, gempa Taiwan mengguncang kota Tainan menewaskan lebih dari 100 orang. Taiwan telah diguncang lebih dari 100 gempa pada bulan ini, menurut pemerintah. Pulau itu berada di dekat pertemuan dua lempeng tektonik dan secara berkala terkena gempa bumi.***

Baca Juga

Didesak Mundur, Presiden Afrika Selatan Melawan

PRETORIA, (PR).- Jacob Zuma, Selasa, 13 Februari 2018, telah menolak ultimatum dari partai berkuasa Afrika Selatan (Afsel) untuk mengundurkan diri dalam waktu 48 jam.

Gempa Taiwan, 140 Orang Masih Dinyatakan Hilang

HUALIEN, (PR).- Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang Taiwan, Rabu 7 Februari 2018. Sedikitnya empat bangunan di wilayah Hualien terkena dampak gempa paling parah.