Gempa Taiwan, 140 Orang Masih Dinyatakan Hilang

empa Taiwan/AFP
PETUGAS penyelamat memblokir sebuah jalan lokasi gedung yang roboh setelah gempa berkekuatan 6,4 SP melanda kota Hualien, Taiwan timur, Rabu 7 Februari 2018.*

HUALIEN, (PR).- Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang Taiwan, Rabu 7 Februari 2018. Sedikitnya empat bangunan di wilayah Hualien terkena dampak gempa paling parah. Pemerintah setempat melaporkan 4 orang tewas, 225 orang cedera, dan 140 orang lainnya dinyatakan hilang.

Seorang pekerja penyelamat mengatakan kepada penyiar TVBS Taiwan bahwa tim penyelamat masih bekerja untuk menyelamatkan dua karyawan lainnya saat anggota keluarga menunggu di dekatnya. Seorang pekerja pemeliharaan yang diselamatkan setelah terperangkap di ruang bawah tanah.

Para korban mengakui bahwa kekuatan gempa itu tidak biasa. "Awalnya tidak begitu besar. Kami sebelumnya sering mengalami gempa, kemudian menjadi sangat mengerikan," kata Chen Ming-hui seperti dikutip BBC.

Tim penyelamat sudah mengevakuasi lokasi kejadian, petugas menggunakan tangga, tali, dan crane untuk menyelamatkan warga.

Presiden bergerak

Rekaman video dan foto menunjukkan beberapa bangunan menengah bersandar pada sudut tajam. Lantai terendah mereka hancur menjadi tumpukan beton, kaca pecah, balok besi bengkok dan puing-puing lainnya. Petugas pemadam kebakaran terlihat menaiki tangga yang disandarkan ke jendela saat mereka berusaha mencapai penghuni di dalam apartemen.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen meyakinkan publik Taiwan bahwa pencarian korban akan terus dilakukan. Dalam sebuah posting di halaman Facebook resminya, Tsai mengatakan bahwa ia sengaja datang ke Hualien untuk meninjau upaya penyelamatan.

Central News Agency (CNA) Taiwan mengatakan, 2 dari 145 orang korban tidak dapat dijangkau yang mungkin masih berada di gedung Yunni Cuiti, sebuah gedung apartemen 12 tingkat. Meskipun demikian, belum bisa dipastikan berapa banyak yang masih terperangkap di gedung itu.

Chen Tzai-tung, seorang pekerja dengan pusat penanggulangan bencana, seperti dilansir CNA mengatakan beberapa gedung tidak aman dimasuki regu penyelamat karena bangunan semakin miring. Para petugas tengah berpacu dengan waktu dalam upaya penyelamatan itu.

Gempa susulan terus terjadi

Media Taiwan melaporkan bahwa Beautiful Life Hotel juga miring. CNA memposting foto yang menunjukkan jalan retak di beberapa bagian. Jembatan dan beberapa jalan raya ditutup sambil menunggu inspeksi.

Dengan gempa susulan berlanjut sepanjang malam, warga diarahkan ke tempat penampungan, termasuk stadion bisbol yang baru dibangun. Di sana, tempat tidur dan makanan disediakan pemerintah.

Berbicara dari pusat krisis di Taipei, juru bicara kabinet Hsu Kuo-yung mengatakan bahwa perkeretaapian tampaknya tidak terpengaruh termasuk landasan pacu Bandara Hualien masih utuh.

"Kami memberi prioritas kepada orang-orang Hualien untuk dapat kembali ke rumah untuk memeriksa orang yang mereka cintai," kata Hsu.

Gempa relatif dangkal

Sekolah dan kantor di Kabupaten Hualien ditutup setelah gempa. Survei Geologi AS mengatakan bahwa gempa tersebut terjadi tepat sebelum tengah malam Selasa sekitar 21 kilometer timur laut Hualien pada kedalaman yang relatif dangkal sekitar 10,6 kilometer.

Taiwan sering terjadi gempa karena posisinya di sepanjang wilayah cincin api di sekitar Samudra Pasifik. Tepat dua tahun sebelumnya, gempa berkekuatan 6,4 SR juga meruntuhkan kompleks apartemen di Taiwan selatan, menewaskan 115 orang. Lima orang yang terlibat dalam pembangunan kompleks tersebut kemudian dinyatakan bersalah karena kelalaian dan diberi hukuman penjara. (Elvin Rizki Prahadiyanti, Nurul Azzahra)***

Baca Juga

Gempa Lagi, Kali Ini Melanda Maluku

AMBON, (PR).- Peristiwa gempa bumi kembali mengguncang wilayah Indonesia. Kali ini, gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter melanda Kabupaten Buru Selatan, Maluku, pada Kamis sekira pukul 11.55 WIT.