5 Fakta Menarik tentang Zhou Youguang

Zhou Youguang/TIMEOUT SHANGHAI

GOOGLE doodle hari ini menampilkan aksara Tionghoa atau yang biasa disebut pinyin. Bukan karena akan memperingati Hari Raya Imlek yang segera tiba, melainkan untuk memperingati hari kelahiran Zhou Youguang, sang pencipta romanisasi aksara Tionghoa yang lahir 13 Januari 1906.

Zhou Youguang lebih dikenal sebagai Bapak Pinyin. Dengan bantuan pinyin, ia telah mempermudah aksara Tionghoa dalam tulisan latin yang semula sangat sulit dipahami. Sistem ini mampu mengekspresikan karakter Tiongkok dalam alfabet Romawi. Pinyin secara harfiah berarti "suara mantra".

Zhou Youguang sebagai pencipta pinyin meninggal setahun lalu di Beijing, tepatnya Jumat 14 Januari 2017 pada usia 111 tahun. Meskipun menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Tiongkok, nyatanya masih sedikit yang diketahui orang tentang warga Beijing ini.

Berikut adalah lima fakta tentang Zhou yang telah membuat bahasa Mandarin jauh lebih mudah dipelajari seperti dikutip dari Time Out Shanghai.

1. Zhou Youguang bukan ahli bahasa tapi ahli ekonomi

Zhou belajar ekonomi di Universitas St John di Shanghai sebelum bekerja di Wall Street di New York sebagai pedagang selama tiga tahun pada tahun 1940-an. Linguistik atau ahli bahasa adalah hobinya yang kemudian mengubah kariernya. Semua bermula saat Zhou Enlai, Perdana Menteri Tiongkok saat itu, memintanya untuk memimpin sebuah komite untuk menciptakan sebuah sistem alfabet untuk bahasa Mandarin.

2. Membantu mengentaskan angka buta huruf di Tiongkok

Ketika Zhou memulai proyeknya untuk membuat bahasa Mandarin lebih dipahami bagi pemula, tingkat buta huruf di Tiongkok lebih dari 85 persen. Sekarang, sebagian berkat bantuan 26 huruf latin yang digunakan untuk mewakili ribuan karakter aksara Tionghoa, angka buta huruf di Tiongkok hanya sekitar 5 persen.

3. Menerbitkan lebih dari 40 buku, 10 di antaranya ditulis saat ia berusia 100 tahun

Mengubah sebuah bahasa yang rumit ke dalam beberapa huruf saja tentu bukan pekerjaan mudah. Meskipun demikian, Zhou ternyata mampu mewujudkannya, dan usia bukan menjadi halangan baginya. Dia dijuluki sebagai "Ensiklopedi Zhou" setelah karyanya menerjemahkan Ensiklopedi Britannica ke bahasa Tionghoa terwujud. Tercatat sebanyak 40 buku telah ia tulis sepanjang hayatnya hingga masa tuanya. Ironisnya, beberapa bukunya justru dinyatakan dilarang beredar di negaranya sendiri.

4. Sistem pinyin bukanlah yang pertama

Sebelum diciptakannya sistem pinyin, sistem yang paling populer untuk menulis karakter aksara Tionghoa dalam alfabet Romawi adalah Wade-Giles. Sistem itu diambil dari nama dua orang diplomat Inggris yang merancangnya pada abad ke-19. Sebagai gambaran, pada sistem Wade-Giles, Beijing ditulis Peking. Ahli bahasa sepakat bahwa sistem Wade-Giles agak berat. Itu sebabnya pinyin dianggap lebih mudah dalam romanisasi aksara Tionghoa.

5. Jadi salah satu dari sedikit supercentenarian Tiongkok

Tak banyak orang yang dinyatakan panjang umur. Zhou Youguang menjadi satu dari sedikit kelompok yang disebut supercentenarian atau berusia di atas 110 tahun. Zhou mencapai usia 110 tahun pada 13 Januari 2016, satu tahun sebelum ia wafat pada usia 111 tahun. Wikipedia mencatat, hanya ada sekitar 10 orang supercentenarian di negeri tirai bambu itu yang tercatat secara apik dalam sejarah mereka, dan Zhou adalah salah satunya.

Xièxiè, Tuan Zhou!***

Baca Juga

Babak Baru Sejarah Tenggelamnya Titanic Terungkap

Kisah perjalanan kapal Titanic yang berakhir tragis mungkin sudah diketahui hampir semua orang. Namun enam penyintas asal Tiongkok luput dari sejarah musibah kecelakaan maritim terbesar tersebut. 

Amerika Serikat Sebut Tiongkok Tukang Intimidasi

SINGAPURA, (PR).- Penempatan sistem senjata Tiongkok di pulau-pulau buatan manusia di Laut Tiongkok Selatan dirancang untuk mengintimidasi dan memaksa orang lain di kawasan itu.

laut cina selatan, tiongkok, beijing,

Beijing Uji Rudal di Laut Tiongkok Selatan

BEIJING, (PR).- Angkatan laut Tiongkok mengadakan latihan militer cara menghalau serangan udara dengan menggunakan rudal di kawasan sengketa Laut Tiongkok Selatan.