Presiden Korea Selatan Puji Donald Trump

Donald Trump/REUTERS

SEOUL, (PR).- Pemimpin Korea Selatan menilai, berhasilnya pertemuan tingkat tinggi pertama sejak 2015 itu, tak lepas dari kontribusi  Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam hal ini, sanksi pimpinan Amerika Serikat dan tekanan terhadap Korea Utara membantu terwujudnya pertemuan pertama setelah buntu lebih dari dua tahun.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in pun memuji Donald Trump karena telah menciptakan latar belakang politik untuk pembicaraan antar-Korea pekan ini (8-9 Januari 2017). Selain itu juga menggemakan peringatan presiden Amerika Serikat bahwa Pyongyang menghadapi tekanan lebih besar jika terus melakukan uji coba rudal dan nuklir.

Berbicara sehari setelah pejabat senior Korea Utara dan Korea Selatan bertemu untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, Moon menyarankan bahwa tekanan pimpinan Amerika Serikat terhadap Korea Utara selama setahun terakhir telah membantu mempertemukan kedua belah pihak bersama-sama.

"Saya pikir Presiden Trump pantas mendapat pujian besar karena berhasil membawa pembicaraan antar-Korea, dan saya ingin menunjukkan rasa terima kasih saya," katanya kepada wartawan di Seoul. "Itu bisa jadi akibat sanksi dan tekanan yang dipimpin AS," ujar Presiden Korsel, Rabu, 10 Januari 2017, seperti dilaporkan The Guardian.

Trump sebelumnya telah mengklaim bahwa dirinya ikut berperan memfasilitasi perundingan pertama duo Korea sejak 2015.  "Jika saya tidak terlibat, mereka tidak akan membicarakan Olimpiade sekarang, mereka  tak akan bicara sama sekali," ujar Trump dikutip The Guardian.

Pujian Moon untuk Trump dilihat sebagai upaya untuk meredakan kekhawatiran Amerika Serikat bahwa pencairan hubungan duo Korea baru-baru ini  bisa membuat perpecahan antara Seoul dan Washington.

Pada hari Selasa, Korea Utara setuju untuk mengirim delegasi besar ke Olimpiade, yang akan dibuka di Pyeongchang pada tanggal 9 Februari. Kedua belah pihak juga sepakat untuk mengadakan perundingan militer dalam upaya mencegah terjadinya konflik di semenanjung tersebut.

Dia mengatakan bahwa Seoul dan Washington memiliki tujuan bersama: denuklirisasi semenanjung Korea.

"Ronde pembicaraan awal ini untuk perbaikan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan," katanya. "Tugas kami ke depan adalah menarik Korea Utara untuk melakukan pembicaraan yang ditujukan pada denuklirisasi Utara. Itulah sikap dasar kita, dan kita tidak akan pernah menyerah. "

Dia menambahkan: "Kami tidak bisa mengatakan pembicaraan adalah satu-satunya jawaban. Jika Korea Utara melakukan provokasi lagi atau tidak menunjukkan ketulusan dalam menyelesaikan masalah ini, masyarakat internasional akan terus menerapkan tekanan dan sanksi yang kuat."

Moon juga mengatakan bahwa dia terbuka untuk bertemu dengan rekannya, Kim Jong-un, tapi dia tidak akan terlibat dalam "pembicaraan demi perundingan".

"Untuk menggelar pertemuan puncak, kondisi yang tepat harus diciptakan dan hasil tertentu harus dijamin," katanya.

Trump baru-baru ini menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Kim, tetapi Washington mengatakan bahwa Pyongyang harus menghentikan uji coba nuklir dan rudal untuk periode yang signifikan sebelum ada perundingan yang dapat dilakukan.

Lee Woo-young, seorang profesor di Universitas Korea Utara Studies di Seoul, mengatakan bahwa Moon benar memuji Donald Trump.

"Dengan melakukan itu, dia dapat membantu AS membangun logika untuk bergerak menuju negosiasi dan mengubah keadaan di masa depan, jadi ketika mereka siap untuk berbicara dengan Korea Utara, mereka dapat mengatakan bahwa Korea Utara terisolasi karena sanksi tersebut efektif, "kata Prof Lee dikutip The Guardian.***

Baca Juga

Trump Ajak Korea Utara untuk Berdialog

WASHINGTON, (PR).- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia terbuka jika Korea Utara juga ingin berdialog dengan AS. Sejauh ini, belum ada komunikasi positif antara Trump dan Kim Jong-un.

Upaya Mendamaikan Duo Korea Kembali Terganggu

SEOUL (PR).- Upaya dunia internasional untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea kembali terganggu setelah petugas keamanan Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan melintasi daerah perbatasan dengan Korea Utara pada hari Kamis w

Kepercayaan Terhadap Trump Rendah, Dunia Lebih Percaya Tiongkok

WASHINGTON, (PR).- Kepercayaan dunia internasional (global) terhadap kepemimpinan Amerika Serikat (AS) di era Donald Trump menurun ke tingkat terendah baru. Bahkan, tingkat kepercayaan global terhadap Trump (30 persen) tersebut sekarang be