Pemilu Malaysia 2018: Mahathir Muhammad Ditunjuk Sebagai Kandidat Perdana Menteri

Mahathir Muhammad/REUTERS

KUALA LUMPUR, (PR).- Kejutan mewarnai konstelasi politik di Malaysia. Partai oposisi di negeri jiran mencalonkan Mahathir Muhammad, mantan perdana menteri Malaysia berusia 92 tahun, sebagai perdana menteri untuk menghadapi pemilu 24 Juni mendatang.

Seperti dilaporkan Yahoo News, aliansi oposisi Malaysia, Minggu, 7 Januari 2018, menunjuk Mahathir Muhammad sebagai kandidat perdana menteri untuk pemilihan umum tahun ini. Hal ini mengejutkan karena saat berkuasa selama dua dekade di masa lalu, Mahathir dikenal otoriter.

Namun belakangan Mahathir berubah dan bahkan dikenal sebagai pengkritik tervokal rezim Najib Razak. Mahathir menyebut pemerintahan Najib sangat korup, tetapi sampai sampai saat ini belum tersentuh hukum.

Mahathir telah menyerukan berulang kali agar Najib segera dipenjara karena bukti-bukti korupnya sang PM sudah sangat jelas.

Mahathir saat ini menjadi sosok oposisi terpopuler setelah Anwar Ibrahim yang saat ini dipenjara denan tudingan melakukan sodomi terhadap supirnya. Kendati banyak kalangan menilai tudingan sodomi tersebut berbau politis, pengadilan di Malalysia yang dinilai berpihak pada rezim petahana, tetap menganggap Anwar melakukan sodomi sehingga harus menjalani hukuman.

Dengan kondisi pemimpin oposisi paling populer di negara itu dipenjara, Mahathir pun dipandang sebagai ancaman terbesar bagi PM Najib Razak yang saat ini diterpa skandal korupsi.

Sulit mengalahkan Najib

Kendati sosok Mahathir populer, sebuah survei independen menunjukkan bahwa pihak oposisi akan sulit mengalahkan Najib, karena perpecahan di kamp mereka sendiri dan perubahan batas pemilihan yang tidak menguntungkan.

Mahathir dan mantan musuhnya, Anwar Ibrahim telah bergabung untuk mengusir Najib. Jika aliansi Mahathir dan Najib menang, maka ini akan berpeluang membuka jalan bagi Anwar untuk kembali dan mengambil alih jabatan sebagai perdana menteri.

Jika oposisi menang, maka akan segera memulai proses untuk mendapatkan pengampunan kerajaan untuk Anwar sehingga dia bisa menjadi perdana menteri. Hal itu diungkapkan sekretaris jenderal Saifuddin Abdullah di sela-sela konvensi aliansi partai oposisi tersebut.

Istri Anwar Wan Azizah Wan Ismail akan menjadi kandidat koalisi untuk wakil perdana menteri.

Mahathir, yang selama masa jabatan 22 tahun sebagai perdana menteri mendapatkan reputasi sebagai pemimpin otoriter, jika menang, akan menjadi pemimpin tertua di dunia. Sebelumnya Robert Mugabe dari Zimbabwe saat masih belum dilengserkan tercatat sebagai pemimpin tertua dunia.

Hasil survei

Namun, sebuah survei yang dilakukan perusahaan pemungutan suara independen Merdeka Center pada bulan Desember lalu, menunjukkan oposisi yang mendukung Mahathir tampaknya tidak mungkin menggulingkan koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa.

Survei tersebut menunjukkan bahwa meskipun Mahathir adalah bagian BN, perubahan sikap politiknya dalam setahun terakhir yang kemudian puncaknya memutuskan keluar dari BN tahun lalu, belum menjammi para konstituen BN akan memilih pria sepuh tersebut.

Dilansir The Malaysian Insight, Partai BN kendati perolehaan suaranya pada pemilu mendatang diprediksi merosot, partai yang didirikan Mahathir tersebut dinilai masih bisa meraup  dua pertiga mayoritas di parlemen, melaporkan pada hari Minggu.

Massa oposisi selama ini beberapa kali menggelar demonstrasi besar-besaran, mendesak Perdana Menteri Najib.

Korupsi yang dialkukan Najib membuat Mahathir yang merupakan PM Malaysia yang paling lama menjabat ini, keluar dari partai petahana UMNO yang dipimpin PM Najib pada Februari lalu. Mahathir kemudian membentuk partai politik baru untuk melengserkan PM Najib.

Aksi kelompok Bersih (oposisi MAMlaysia) sudah beberapa kali dilakukan. Pada tahun lalu, unjuk rasa besar-besaran untuk meminta Najib mundur juga telah dilakukan. Banyak warga etnis minoritas India dan Tionghoa ikut serta dalam aksi protes tahun lalu, yang diikuti sekira 200 ribu orang.

Sebelum menggelar aksi, kelompok Bersih juga telah menggelar kampanye bertahap selama 6 minggu terakhir di seantero Malaysia.

Bantah korupsi

Selama ini Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berkukuh tak melakukan korupsi dana 1MDB sebagaimana yang dituduhkan kelompok Bersih dan oposisi lainnya, setelah laporan investigasi Wall Street Journal dan juga hasil penyelidikan FBI mengungkap aliran dana korupsi di perusahaan investasi milik negara tersebut.

Bukti-bukti keterlibatan Najib dalam skandal 1MDB yang sudah jelas di depan mata tersebut dan masih saja dibantah pejabat nomor satu di Malaysia itu, membuat warga Malaysia tak bisa lagi diam.
  
Hal inilah memicu kelompok pro-demokrasi Bersih yang didukung Anwar Ibrahim, Mahatir Muhamamd dan sejumlah tokoh anti-korupsi lainnya, rutin menggelar demonstrasi yang dihadiri ratusan ribu warga seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

Otoritas Bersih mengatakan, demonstrasi dilakukan untuk mendesak pemerintah menjelaskan raibnya miliaran dolar AS dana 1MDB yang dalam laporan FBI dan investigasi Wall Street Journal, sebagian dana tersebut masuk ke kantong sang perdana menteri dan sisanya ke sejumlah kolega dan keluarga Najib.

Perusahaan 1MDB yang didirikan Najib pada 2009 dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Malaysia, kenyataanya perusahaan tersebut kini bangkrut setelah uang negara yang ditanam di BUMN tersebut raib tanpa penjelasan.

Laporan investigasi

Penjelasan raibnya dana 1MDB terungkap setelah jurnalis Inggris kelahiran Sarawak membuat laporan investigasi soal kejanggalan aliran dana di perusahaan milik negara tersebut. Laporan ini ditindaklanjuti oleh Wall Street Journal dan juga mendapat respons dari tim penyidik di AS.

Pasalnya, dalam laporan investigatif tersebut terungkap bahwa sejumlah uang 1MDB telah dibelikan properti mewah di AS. Selain itu, putra tiri Najib, Riza Azis juga diketahui ikut menerima aliran dana 1MDB dan membelanjakan uang tersebut untuk membiayai produksi film Hollywood serta membeli sejumlah lukisan puluhan juta dolar AS karya Monet dan Van Gogh.
 
Dalam laporan invetsigasi tersebut juga terungkap bahwa salah satu pangeran Saudi ikut terlibat dalam penggelapan dana 1MDB.

Baca Juga

Ribuan Warga Amerika Serikat Pawai Anti-Trump

BOSTON, (PR).- Protes massal terhadap Donald Trump dan kebijakan imigrasinya digelar di seluruh AS pada hari Sabtu 30 Juni 2018 siang waktu setempat, mulai dari Los Angeles ke Boston dan di ibukota negara bagian serta kota-kota kecil.