Kerusuhan Nasional Iran Meluas, Korban Tewas 21 Orang

Demonstrasi di Iran/REUTERS
Ketegangan di Iran mengeskalasi setelah demonstrasi antipemerintah yang terjadi sejak Kamis pekan lalu tak kunjung reda, bahkan meluas ke berbagai wilayah di Iran.

TEHERAN, (PR).- Ketegangan di Iran mengeskalasi setelah demonstrasi antipemerintah yang terjadi sejak Kamis pekan lalu tak kunjung reda, bahkan meluas ke berbagai wilayah di Iran. Awalnya, protes berlangsung di Mashhad, kota terbesar kedua di Iran, kemudian meluas ke kota-kota lainnya, seperti Teheran, Kermanshah, Khorramabad,  Shahinshahr, Zanjan, Isfahan dan Najafabad. 

Protes kali ini merupakan yang terbesar sejak  berlangsungnya demonstrasi antipemerintah pada tahun 2009 lalu. Seiring dengan meluasnya kerusuhan di Iran, jumlah korban tewas pun terus bertambah. 
Seperti dilaporkan The Guardian, Selasa, 2 Januari 2018, jumlah korban tewas sejak protes meletup Kamis pekan lalu, kini bertambah menjadi 21 orang.

Massa pemrotes terus menyerukan agar praktik korupsi yang merajalela di kalangan pemerintahan dibersihkan. Selain itu, demonstran juga menyerukan harga kebutuhan pokok segera diturunkan. 

Sejak era Mahmud Ahmadinejad, ekonomi Iran tak menentu. Inflasi sangat tinggi yang menyebabkan harga barang-barang di sana sangat mahal, termasuk bahan pangan. 

Massa demonstran menilai, krisis sekonomi di Iran dipicu ketakbecusan pemerintah dalam mengelola keuangan negara. Selain itu, keberadaan Ayatollah Khamenei yang di Iran dianggap sebagai pemmimpin tertinggi menjadi batu sandungan bagi sejumlah program reformis Presiden Hassan Rohani. 

Oleh karena itu, massa demonstran juga menunjukkan sikap anti-Khamenei.

Rohani yang menang pemilu empat tahun lalu, yang sempat menjadi harapan warga Iran menjadi sosok reformis, ternyata masih belum berhasil memenuhi ekspektasi masyarakat setempat, khususnya kalangan muda. Harga kebutuhan pokok di era Rohani masih mahal. 

Selain itu, kebebasan berpendapat juga dinilai masih dikekang, sama seperti di era sebelumnya.

Rohani mengakui bahwa harga barang-barang di Iran saat ini sangat mahal sehingga membebani warga yang penghasilan mereka tak sebanding dengan tingkat inflasi di negara tersebut. Namun Rohani meminta warga untuk tak meluapkan kekecewaan dengan protes berlebihan, sampai merusak sejumlah gedung publik.

Rohani menegaskan, pihaknya tak mentolerir demonstrasi dengan kekerasan.

Sementara massa pemrotes tak setuju dengan tudingan Rohani. Menurut mereka, justru pemerintah menggunakan kekerasan untuk membungkam suara massa demonstran.

21 orang tewas

Protes dimulai pada hari Kamis pekan lalu ketika massa oposisi berkumpul di kawasan timur laut Iran untuk memprotes kenaikan harga yang dianggap sudah keterlaluan.  Protes kemudian menyebar secara nasional, termasuk menyerukan kampanye anti-Khamenei. Intervensi oleh Rouhani pada hari Minggu, saat dia mengakui ketidakpuasan tersebut, telah gagal memadamkan amarah demonstran.

Sedikitnya 21 orang sekarang diperkirakan telah tewas dalam demonstrasi tersebut, yang terbesar sejak kerusuhan di tahun 2009. Skala geografis semacam itu jarang terlihat sejak revolusi Islam 1979. 

Sedikitnya 450 orang telah ditangkap di Teheran saja sejak Sabtu pekan lalu. Sejauh ini belum ada yang dibebaskan. Otoritas kehakiman, Selasa, mengultimatum pemrotes bahwa pihanknya akan menerapkan hukuman yang lebih keras jika kerusuhan terus berlanjut.

Aksi pemerintah yang memenjarakan demonstran memicu kecaman dari sejumlah tokoh publik setempat, termasuk dari aktor Taraneh Alidoosti - yang terkenal dengan karya kolaborasinya beserta  sutradara pemenang Oscar Iran Asghar Farhadi.

Taraneh lewat akun Twitternya meminta pihak berwenang menahan diri untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap pemrotes. Justru, kata Taraneh, seperti dikutip The Guardian, pemerintah harus memahami kemarahan mereka dan menemukan solusi untuk meredakan kekecewaan demonstran atas memburuknya ekonomi di negara mullah tersebut.***

Baca Juga

Iran Tuding Arab Saudi Dalang di Balik Kerusuhan Nasional

TEHERAN, (PR)- Iran bergolak. Massa demonstran telah menegaskan bahwa aksi protes nasional sejak Kamis pekan lalu (28 Desember 2017) dipicu masalah ekonomi, pengekangan kebebasan, dan korupsi yang merajalela di negeri itu.

Tiga Demonstran Iran Tewas di Penjara

TEHERAN, (PR).- Lembaga HAM PBB dan juga aktivis HAM di Iran khawatir dengan kondisi ribuan warga Iran yang ditahan, usai otoritas setempat menangkap massal para pemrotes selama demonstrasi terbesar di negara tersebut sejak 2009.

Protes Iran Bisa Ganggu Kesepakatan Nuklir

TEHERAN, (PR).- Protes warga Iran terhadap pemerintah mereka masih berlangsung. Protes yang berakhir dengan kerusuhan nasional yang menewaskan 22 orang itu telah menyebabkan dunia internasional tercengang.

​Serangan Bom Bunuh Diri Irak Tewaskan Puluhan Orang

B​AGHDAD, (PR).- Sedikitnya 38 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat dua serangan bom di Baghdad, Irak. Seperti dilaporkan The Guardian, Senin 15 Januari 2018, dua bom meledak di Tayran Square.