Gambar-gambar Unik di Peta Ini Dibuat Menggunakan Sepeda

Gambar unik di peta menggunakan sepeda/@StephenLund1

SEJAK kendaraan bermotor mulai tak terkendali jumlahnya, jalanan kota besar tak luput dari kemacetan dan polusi. Sejak itulah pamor bersepeda pun kembali meningkat demi tekad untuk mengurangi emisi serta menghindari penumpukan arus lalu lintas.

pada hakikatnya, bersepeda merupakan salah satu bentuk olah raga yang bisa membuat badan sehat. Oleh karena itu, grafik tren bersepeda pun tak butuh waktu lama untuk meroket karena sekaligus dilakukan sebagai salah satu gaya hidup sehat.

Banyak orang menjadikan bersepeda sebagai olah raga rutin se­tiap akhir pekan. Tak hanya di jalanan kota, tak jarang mereka se­ngaja mencari objek-objek wisata pegunungan untuk menjajal trek mendaki atau menurun.

Alam yang hijau dan asri memang menambah kenikmatan bersepeda. Udara yang sejuk dan pemandangan yang indah jelas membuat rasa lelah saat mengayuh pedal seolah tak terasa.

Perpaduan olah raga dan wisata pun akhirnya merekat erat saat bersepeda di alam. Tak jarang pesepeda mewarnai aktivitas mereka dengan hobi lain seperti swafoto dan fotografi.

Tak hanya itu, kegiatan seni seperti menggambar pun bisa dilakukan sambil bersepeda. Hal itu terutama menjadi tren yang viral setelah pesepeda asal Inggris, Anthony Hoyte, mengunggah karya-karyanya ke media sosial.

Bukan menggambar di atas kertas atau kanvas, karya seni yang diciptakan Anthony dibuat dengan aplikasi mobile Strava. 

Lewat aplikasi tersebut, ia menjadikan rute-rute yang dilewati saat ber­sepeda menjadi bentuk-bentuk unik seperti kepala manusia, se­ka­wanan unggas, dan gambar-gambar lain.

Strava sendiri memang salah satu aplikasi khusus bagi pelari dan pesepeda. Selaian Strava, sebenarnya masih ada aplikasi serupa seperti Endomondo, Runtastic, Ride, dan lain-lain.

Bersama dengan Endomondo dan Runtastic, Strava menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan. Saat ini aplikasi tersebut sudah diunduh oleh lebih dari 10 juta pengguna telefon seluler pintar berbasis Android.

Pada dasarnya, Strava merupakan aplikasi berbasis GPS yang berfungsi utama untuk menelusuri rute-rute yang dilalui pengguna saat mereka berlari atau bersepeda. Pada peta yang ditampilkan, rute yang dilalui akan diberi tanda tebal berwarna merah.

Seusai menempuh rute yang direncanakan, Strava juga akan memberikan catatan seberapa panjang rute yang ditempuh dan kecepatan rata-rata sang pelari atau pesepeda. 

Sebagai pendukung, para pengguna sepeda bisa mengunggah catatan tersebut ke publik karena aplikasi ini juga berfungsi sebagai media sosial bagi para atlet.

Karya fenomenal

Hingga saat ini belum banyak ditemukan informasi detail terkait dengan sosok Anthony Hoyte. Namun, dari profil singkatnya di akun Strava dan Twitter @anthoyte, ia merupakan seniman asal Kota Cheltenham di wilayah Gloucestershire, Inggris. Pria berusia 49 tahun itu mulai mengelaborasi aktivitas seninya dengan ber­se­peda sejak tiga tahun lalu.

Anthony terlebih dulu merancang gambar yang akan ia buat di atas peta kertas. Ia menjadikan bagian-bagian jalan dalam peta tersebut sebagai garis-garis yang akan menyusun gambar tersebut.

Kemudian ia memasukkan garis demi garis itu sebagai rute yang akan dia lalui dengan sepeda pada aplikasi Strava. Setelah itu, ia menempuh rute yang direncanakan sehingga garis demi garis dalam rute itu membentuk satu gambar unik dan menarik.

Di kota asalnya, pencinta sepeda pemilik akun Twitter @Paula_Bowles menciptakan gambar pertamanya dalam aplikasi Strava berupa seekor anjing dachshund. 

Meskipun masih belum sempurna, gambar yang dibuat pada rute sepanjang 18,35 kilometer dengan kecepatan kayuhan rata-rata sekitar 20 kilometer dan waktu tempuh 55 menit 19 detik itu cukup menarik perhatian para pesepeda dan pengguna Strava lain.

Nama Anthony pun semakin viral setelah ia menelurkan karya-karya lain di Strava seperti gambar sosok seniman yang tengah mengacungkan jempol, sepasang induk dan anak gajah, serta sejumlah gambar lain. Karya Anthony pun menginspirasi pengguna Strava lain untuk membuat karya serupa.

Hal itulah yang kemudian membuat pengembang aplikasi Strava berinisiatif menggelar kompetisi menggambar rute bersepeda. Sebagai pelopor, Anthony masih belum bisa disaingi seniman lain. Ia menjadi juara dengan menciptakan gambar sekawanan unggas yang terdiri atas bebek, ayam, dan burung.

Gambar itu ia ciptakan dengan melewati rute sejauh 82 kilometer di Kota Bristol. Dengan waktu tempuh total 7 jam 39 menit, rute dalam gambar kawanan unggas itu ia rampungkan pada 19 September 2017.

Setelah itu, Anthony bahkan menciptakan karya-karya baru yang lebih fenomenal. Salah satunya adalah gambar wajah pria lengkap dengan rambut, kumis, dan kacamatanya.

Tak tanggung-tanggung, gambar itu ia ciptakan dengan melewati rute sepanjang 126,5 kilometer di Kota Cardiff. Rute sepanjang itu ia jelajahi di atas sadel kereta angin dalam waktu total 8 jam 40 menit.

Terakhir, dalam rangka menyambut Natal 2017, Anthony membuat mahakarya di ibu kota Inggris, London. Ia menggambar manusia salju besar di rute sejauh 142,26 kilometer yang ditempuhnya dalam waktu 10 jam 3 menit.***

Baca Juga

Begini Sistem Pinyin Buatan Zhou Youguang

TAK terasa, hampir genap setahun Zhou Youguang meninggalkan kesedihan bagi dunia setelah kepergiannya pada 14 Januari 2017. Ekonom, bankir, sekaligus ahli bahasa ternama asal Tiongkok itu meninggal sehari setelah berulang tahun ke-111.