Pesta Malam Tahun Baru, Berlin Persiapkan Zona Aman Perempuan

Acara Weihnachtssingen/REUTERS
WARGA Berlin menghadiri "Weihnachtssingen", sebuah konser carol menyalakan lilin dengan sekitar 28.000 penggemar klub sepak bola divisi dua FC Union Berlin di Stadion Alte Foersterei di Berlin, Jerman, 23 Desember 2017.*

BERLIN, (PR).- Pesta perayaan malam tahun baru di Berlin, Jerman, akan memiliki zona aman bagi para perempuan. Hal yang akan dilakukan untuk pertama kalinya itu dilakukan karena kekhawatiran terjadinya tindakan pelecehan seksual seperti tahun sebelumnya.

Seperti diberitakan BBC, tahun lalu, lebih dari 100 perempuan yang dilecehkan secara seksual saat pesta perayaan malam tahun baru di Cologne, sekitar empat jam perjalanan dari Berlin. Para pelaku pelecehan diduga mempunyai latar belakang sebagai migran, terutama dari negara Afrika dan Arab. Sebagian mengaitkannya dengan peningkatan angka pengungsi dan migran di Jerman. Sebagai gambaran, pada 2015 terdapat 1,1 juta orang dari Suriah dan Irak di Jerman.

Salah seorang korban buka mulut tentang perayaan malam tahun baru tahun lalu. Ia dan dan teman-temannya mngaku dikelilingi oleh 20 sampai 30 lelaki yang berbicara bahasa asing.

Selain berusaha untuk melecehkan dia dan para perempuan lain, para pelaku juga mencuri segala sesuatu yang dipunyai para korban di kantong baju mereka. "Kami sangat terkejut mengapa tindakan seperti ini dapat terjadi, terutama di acara seperti malam tahun baru," kata sang korban kepada BBC.

Kekerasan saat malam tahun baru

Korban lainnya pun merasa bahwa ia nyaris jadi korban pembunuhan dan pemerkosaan saat itu. Saat itu, ia mengaku hanya bisa pasrah karena tak ada yang mengetahui.

"Tidak ada siapa-siapa di sekitar kami yang dapat membantu atau bertugas untuk kembantu. Saat itu, saya hanya ingin keluar," kata korban itu.

Tahun ini otoritas setempat di Berlin tak hanya akan memberikan zona aman bagi perempuan tapi juga akan menurunkan Palang Merah. Mereka akan menjadi tempat pelaporan bagi perempuan yang merasa dilecehkan atau diserang secara seksual di Berlin.

Meski demikian, rencana itu ternyata tidak sambut baik oleh semua orang. Beberapa menyatakan bahwa upaya itu tidak akan menyelesaikan masalah kekerasan seksual di Jerman, terutama dari sisi para pelaku. Sejumlah warga lain justru merasa bahwa ide ini merupakan bentuk mendiskriminasi. (Tanya Lee Nathalia)***

Baca Juga

Zhou Youguang Buat Bahasa Mandarin Lebih Mudah Dipahami

GAMBAR Zhou Youguang terpampang di tampilan Google Doodle hari ini untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-112. Di antara gambar buku-buku, tulisan Gǔgē dibolak-balik dengan penulisannya dalam aksara Tionghoa.