Polisi Malaysia Tangkap WNI Terduga Otak Bom Panci Bandung

Penggeledahan/JOKO PAMBUDI/PR
Tim gabungan kepolisian menggeledah sebuah rumah di Jalan Caringin Gang Karya Bakti RT 4 RW 4 Kp Cikungkurak Kelurahan Margahayu Utara Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung, Rabu 12 Juli 2017 lalu.*

KUALA LUMPUR (PR).- Kepolisian Malaysia menangkap seorang WNI yang dicurigai sebagai pemimpin Jamaah Ansharut Daulah. WNI tersebut, dikabarkan Reuters, merupakan seorang pria yang diduga menjadi otak bom panci yang berlangsung di Bandung, Juli 2017 lalu.

Jamaah Ansharut Daulah (JAD) selama ini disebut-sebut memiliki jaringan erat dengan organisasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pria tersebut melarikan diri dari Bandung ke Malaysia untuk menghindari penangkapan.

"Tersangka ... berencana untuk mengumpulkan dana di Malaysia sebelum berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan Daesh," kata Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun dalam sebuah pernyataan. Keberangkatan ke Suriah merujuk pada ISIS.

Malaysia menahan 19 tersangka militan lainnya, Jumat 22 Desember 2017. Hal ini menambah daftar ratusan orang yang ditahan dalam beberapa tahun terakhir, dengan kasus makar dan memiliki koneksi dengan kelompok teror.

Para tersangka ditangkap dalam operasi kontra-teror yang dilakukan di empat negara bagian kurun medio 30 November-15 Desember 2017, kata Mohamad Fuzi.

Menangkap juga jaringan Abu Sayyaf

Orang-orang yang ditangkap termasuk seorang Filipina berusia 50 tahun. Ia dicurigai merekrut orang-orang sebangsanya di Malaysia untuk bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf-- sebuah kelompok militan yang terkenal dengan penculikan dan pemancungan di Filipina selatan.

Pria ini telah tinggal di Malaysia sejak tahun 2016, diyakini sebagai sepupu pemimpin almarhum Abu Sayyaf Isnilon Hapilon. Demikian disampaikan seorang sumber intelijen Malaysia kepada Reuters.

Hapilon, "emir" negara Islam yang diurapi di Asia Tenggara, terbunuh pada bulan Oktober oleh tentara Filipina di kota Marawi, saat dia memimpin pengepungan lima bulan.

Tak terkecuali dalam penangkapan, adalah 13 pria Malaysia. Salah satunya eorang mantan guru berusia 46 tahun ditangkap di Sarawak, di pulau Kalimantan. Sehubungan dengan rencana untuk menyerang sebuah festival bir di Kuala Lumpur, kata polisi. Tiga orang lainnya ditangkap pada bulan Oktober sehubungan dengan rencana tersebut.

Negara berpenduduk mayoritas Muslim di Asia Tenggara ini sangat waspada sejak orang-orang bersenjata yang terkait dengan ISIS melancarkan beberapa serangan di Jakarta, Januari 2016.***

Baca Juga

Korban Tewas Bus Masuk Jurang Jadi 46 Jiwa

LIMA, (PR).- Sedikitnya 46 orang tewas dalam kecelakaan bus masuk jurang lalu terhempas ke bibir pantai berbatu di Curva del Diablo, Pasamayo, di utara ibu kota Peru, Lima.