Serangan Bom Bunuh Diri Gereja Tewaskan 9 Orang di Pakistan

Penjagaan ketat/REUTERS
GEREJA Bethel Methodist Church di Quetta, Pakistan dijaga ketat setelah serangan teror bom bunuh diri Minggu 17 Desember 2017.*

ISLAMABAD, (PR).- Serangan bom bunuh diri yang menargetkan gereja di Pakistan menewaskan sembilan orang dan melukai puluhan lainnya.

Seperti dilaporkan The Guardian, dua pembom bunuh diri telah menyerang sebuah gereja di kota Quetta Pakistan, Minggu 17 Desember 2017. Akibat serangan ini, delapan orang tewas dan 42 lainnya terluka.

Sarfaraz Bugti, menteri dalam negeri untuk provinsi Baluchistan barat daya, mengatakan ratusan jemaat gereja menghadiri kebaktian di gereja tersebut sebelum Natal. Dia mengatakan bahwa para penyerang bentrok dengan pasukan keamanan, dengan satu penyerang terbunuh di pintu masuk. Sementara yang lainnya berhasil masuk ke dalam.

Kepala polisi Baluchistan, Moazzam Ansari, memuji tanggapan pasukan keamanan yang menjaga gereja tersebut, mengatakan bahwa penyerang yang berhasil masuk ke dalam terluka dan tidak dapat mencapai bangunan utama. "Kalau tidak, jumlah korban yang meninggal bisa jauh lebih tinggi," katanya.

Kepala polisi Quetta, Abdur Razzaq Cheema, mengatakan, pihaknya memburu sejumlah pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri saat insiden itu berlangsung.

Sejauh ini, belum ada pihak yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.  Namun polisi memperkirakan pelakunya adalah para ekstremis yang selama ini kerap  menargetkan minoritas Kristen di Pakistan. 

Televisi lokal menunjukkan ambulans dan patroli keamanan berlomba ke tempat kejadian dan wanita dan anak-anak dibawa keluar dari gerbang utama gereja.

Salah seorang jemaat gereja yang terluka, Aqil Anjum, yang ditembak di lengan kanannya, mengatakan bahwa dia mendengar sebuah ledakan di tengah kebaktian, diikuti oleh tembakan senjata yang berat. "Sungguh mengerikan. Peluru berhamburan mengenai para jemaat gereja yang sedang beribadah, "katanya.

Presiden Pakistan dan pejabat senior lainnya mengecam serangan tersebut.

Lokasi pemberantakan Taliban

Provinsi Baluchistan tempat terjadinnya serangan bom di gereja tersebut, telah lama menjadi lokasi pemberontakan oleh separatis yang didukung Taliban.

Mereka berperang melawan negara untuk menuntut lebih banyak bagian dari sumber daya kawasan kaya gas dan mineral tersebut. Mereka juga menuduh pemerintah pusat melakukan diskriminasi.

Selain masalah separatisme, provnsi tersebut menjadi tempat beroperasinya kelompok ekstremis Taliban, Alqaidah dan ISIS. Secara geografis posisi Baluchistan dekat dengan Iran dan Afganistan. Halini membuat Alqaidah dan ISIS juga beroperasi di kawasan tersebut.

Kekerasan yang tak henti di Pakistan dan kerap menargetkan kalangan minoritas tersebut telah memicu kekhawatiran tentang keamanan untuk proyek di Koridor Ekonomi Pakistan-Tiongkok senilai $ 57 miliar, sebuah jalur transportasi dan energi yang direncanakan berjalan dari Tiongkok barat ke pelabuhan Gwadar di Selatan Pakistan..

Pakistan sendiri telah meluncurkan beberapa serangan militer selama dekade terakhir terhadap militan Islam dan ekstremis lainnya yang ingin mendirikan kekalifahan mereka sendiri. 

Sebelum serangan bom di gereja, awal bulan ini, tiga pembom bunuh diri Taliban menyerang sebuah perguruan tinggi pertanian di kota Peshawar barat laut, menewaskan delapan siswa dan seorang penjaga.***

Baca Juga

Imigran Asal Pakistan Jadi Menlu Baru Inggris

LONDON, (PR).- Menlu 3Inggris Amber Rudd mengundurkan diri sebagai Menteri Dalam Negeri Inggris, Senin 30 April 2018 setelah 'secara tidak sengaja menyesatkan' anggota parlemen terkait dengan imigran gelap.