Dewan Keamanan PBB Siapkan Rencana Pembatalan Keputusan Donald Trump Atas Jerusalem

Demonstran/REUTERS
Mengecam keputusan Donald Trump.*

NEW YORK, (PR).- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mempertimbangkan sebuah rancangan resolusi yang akan mendesak keputusan apapun mengenai status Jerusalem tak memiliki dampak hukum dan harus dibatalkan. Hal ini setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.

Seperti dilaporkan Reuters, dilansir Kantor Berita Antara, naskah rancangan satu halaman, yang disebarkan ke dewan beranggota 15 negara itu, tidak secara khusus menyebut Amerika Serikat atau Donald Trump. Para diplomat mengatakan dukungan luas telah diperoleh tetapi sepertinya akan diveto Washington.

Dewan Keamanan PBB akan memberikan suara awal pekan depan, kata para diplomat. Sebuah resolusi memerlukan sembilan suara dukungan dan tidak ada veto oleh Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia atau Tiongkok untuk mengesahkannya.

Seperti diketahui, bulan ini Donald Trump tiba-tiba mengubah kebijakan Amerika Serikat yang telah berlaku selama beberapa dekade. Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, dan memicu kemarahan pihak Palestina. Trump juga berencana memindahkan kedutaan Amerika Serikat ke Jerusalem dari Tel Aviv.

Setelah keputusan Amerika Serikat itu keluar, para menteri Arab sepakat mengupayakan resolusi Dewan Keamanan PBB. Sementara rancangan itu tak mungkin diadopsi, Presiden Trump akan terisolasi lagi akibat isu Jerusalem.

Misi Amerika Serikat untuk PBB, menolak berkomentar mengenai rancangan tersebut. Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley telah memuji keputusan Trump sebagai 'sesuatu yang benar dan pantas untuk dilakukan'.

Dalam rancangan resolusi PBB itu disebutkan: "menyatakan tiap keputusan dan tindakan yang berarti telah mengubah, karakter, status atau komposisi demografi Kota Suci Jerusalem tak memiliki dampak hukum, tidak berlaku dan dibatalkan sesuai dengan resolusi-resolusi Dewan Keamanan yang terkait".

Rancangan itu menyerukan semua negara untuk menahan diri membuka misi diplomatik di Jerusalem.***

Baca Juga

Raja Salman Tegaskan Dukungan untuk Palestina

RIYADH, (PR).- Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz As-Saud menegaskan dukungan kuat negerinya bagi hak rakyat Palestina untuk memiliki Jerusalem Timur sebagai Ibu Kota Negara Palestina.