Ini Alasan Mengapa Jerusalem Menjadi Kota Paling Penting dalam Perdamaian Dunia

Situs-Situs Suci di Jerusalem/DOK. BBCNEWS

MENGAPA status Jerusalem menjadi sangat sensitif dan bisa mempengaruhi perdamaian dunia? Kota Jerusalem merupakan kota suci bagi tiga umat. Yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Sengketa sudah terjadi selama berabad-abad silam. Kali ini tentu bukan yang pertama kalinya. 

Jerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia, terletak di sebuah dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati. Baik orang Israel maupun Palestina mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka, sebab Israel mempertahankan lembaga-lembaga pemerintahan utamanya di sana dan negara Palestina pada dasarnya memandang kota ini sebagai pusat kekuasaannya. Bagaimanapun kedua klaim tersebut tidak ada satupun yang mendapat pengakuan luas secara internasional.

Menurut laporan Wikipedia, sepanjang sejarahnya yang panjang, Jerusalem pernah dihancurkan setidaknya dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan direbut serta direbut-kembali 44 kali. Bagian tertua kota ini menjadi tempat permukiman pada milenium ke-4 SM. Pada tahun 1538 dibangun tembok di sekitar Jerusalem dalam pemerintahan Suleiman yang Luar Biasa. Saat ini tembok tersebut mengelilingi Kota Lama, yang mana secara tradisi terbagi menjadi empat bagian—sejak awal abad ke-19 dikenal sebagai Kawasan Armenia, Kristen, Yahudi, dan Muslim.

Kota Lama menjadi sebuah Situs Warisan Dunia pada tahun 1981, dan termasuk dalam Daftar Situs Warisan Dunia yang dalam Bahaya. Jerusalem modern telah berkembang jauh melampaui batas-batas Kota Lama. Dalam bahasa Ibrani Jerusalem disebut Yerushalayim, dalam bahasa Arab disebuh Al Quds, Jerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia.

Jurnalis BBC, Erica Chernofsky, pernah mencari tahu mengapa Jerusalem begitu penting bagi Islam, Kristen, dan Yahudi. Tiga agama yang berkaitan dengan nabi Ibrahim. Ketiganya bersatu dalam penghormatan kepada tanah suci mereka ini. 

Pusat/inti Jerusalem adalah sebuah Kota Tua yang terdiri dari gang-gang atau labirin-labirin dengan arsitektur bersejarah yang menjadi ciri dari empat penjurunya, yakni Kristen, Muslim, Yahudi, dan Armenia. Jerusalem dikelilingi oleh dinding batu seperti benteng dan rumah bagi beberapa situs suci di dunia. 

Setiap penjuru memiliki populasi sendiri. Orang-orang kristen memiliki dua, karena orang-orang Armenia juga orang Kristen. Dan kelompok mereka yang terkecil dari keempatnya. Kawasan ini salah satu pusat Armenia tertua di dunia. Sangat unik karena komunitas mereka mempertahankan budaya dan peradabannya sendiri di dalam Gereja dan Biara St. James. 

Gereja

Kawasan Kristen di Jerusalem berupa Gereja Makam Kudus, sebuah situs penting bagi orang-orang Kristen di seluruh dunia. Tempat ini terletak di sebuah kawasan yang sangat penting bagi kisah Yesus, kematianya, penyaliban, dan kebangkitannya. 

Dalam kepercayaan tradisi Kristen pada umumnya, Yesus disalibkan di sana, di bukit Golgota, atau bukit Kalvari, dan makamnya terletak di dalam bangunan pekuburan yang juga diyakini sebagai tempat kebangkitannya.

Gereja dikelola secara bersama oleh perwakilan kaum Kristen yang berbeda, sebagian besar dari Patriarkat Ortodok Yunani, Biara Franciskan dari Gereja Katolik Roma, dan Patriarkat Armenia, tetapi juga Ethiopia, Koptik, dan Gereja Ortodoks Suriah. 

Tempat ini adalah salah satu tujuan ziarah utama bagi ratusan juta orang Kristen di seluruh dunia yang mengunjungi makam kosong Yesus dan mencari penebusan dalam doa di lokasi tersebut.

Masjid 

Kawasan Muslim adalah yang terbesar dari keempatnya. Berisi tempat suci Kubah Batu (Kubah As-Shakrah, atau Dome of the Rock) dan Masjid al-Aqsa di dataran tinggi yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram Al-Sharif.

Masjid itu merupakan tempat tersuci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid al-Aqsa dikelola oleh yayasan Islam Waqf. 

Umat Islam meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Masjidil Aqsa ini dari Mekkah dalam perjalanan malam Isra Miraj, dan solat dan berdoa bersama ruh para nabi. Beberapa langkah dari masjid, adalah Kubah As-Shakrah yang berisi batu pondasi yang diyakini umat Islam sebagai tempat bertolak Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra Miraj itu.  

Orang-orang Muslim mengunjungi tempat suci ini sepanjang tahun. Setiap hari Jumat selama bulan suci Ramadan, ratusan ribu umat Muslim datang untuk sholat Jumat di Masjid ini.

Dinding Ratapan

Kawasan bagi umat Yahudi yakni Kortel atau Dinding Ratapan atau Tembok Barat sisa dari dinding tempat berdirinya Bait Suci zaman dulu. Di dalam tempat suci ini terdapat Ruang Maha Kudus, situ yang paling suci dalam agama Yahudi. 

Umat Yahudi percaya inilah tempat batu pondasi penciptaan dunia, dan tempat Abraham atau nabi Ibrahim siap mengorbankan anaknya Ishak atau Ismail. Banyak orang Yahudi yang percaya bahwa Dome of The Rock adalah tempat Ruang Maha Kudus itu. 

Tembok Barat menjadi tempat bagi orang Yahudi berdoa di lokasi terdekat dengan Ruang Maha Kudus. Situs ini setiap tahun menampung jutaan pengunjung. Orang-orang Yahudi dari seluruh dunia mengunjungi tempat ini untuk berdoa.***

Baca Juga

Raja Salman Tegaskan Dukungan untuk Palestina

RIYADH, (PR).- Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz As-Saud menegaskan dukungan kuat negerinya bagi hak rakyat Palestina untuk memiliki Jerusalem Timur sebagai Ibu Kota Negara Palestina.