Kebakaran Jadi Hal Normal di California

Kebakaran di California/REUTERS

LOS ANGELES, (PR).- Kebakaran hutan di California masih berlanjut.  Sudah hampir sepekan si jago merah melalap kawasan selatan California.

Seperti dilaporkan CNN, Minggu, 10 Desember 2017, kendati korban jiwa sejauh ini hanya seorang, kebakaran kali ini telah membuat banyak warga Amerika berduka. Pasalnya, enam kebakaran skala besar di California Selatan sejak 5 Desember 2017 telah memusnahkan lebih dari 180.000 hektar sejak pekan lalu, dan menghancurkan 792 bangunan.

Gubernur California Jerry Brown dengan nada sendu mengatakan bahwa kebakaran hutan akan menjadi hal yang rutin terjadi di California Selatan.  "Ini menjadi hal normal baru bagi Anda," ujar Brown, seperti dilaporkan CNN, Minggu. 

Dilaporkan, sekira 4.000 petugas pemadam kebakaran memerangi kebakaran hutan terparah di kawasan Thomas Fire. Gubernur Brown mengatakan bahwa aktivitas api ekstrem akan terjadi secara teratur selama beberapa dekade ke depan.

Oleh karena itu, kata dia, kebakaran hutan akan menjadi hal yang biasa di  California Selatan. "Dengan perubahan iklim, beberapa ilmuwan mengatakan bahwa Southern California benar-benar terbakar," katanya.

"Jadi kita harus memiliki sumber daya untuk mengatasi kebakaran dan kita juga harus berinvestasi dalam mengelola vegetasi dan hutan ... di tempat yang semakin panas," ujarnya.

Masih dikatakan Brown, kecepatan angin yang tinggi telah menyebabkan kebakaran hutan di California menyebar dengan cepat. "Suhu Santa Ana diperkirakan akan mencapai 120 kilometer per jam pada hari Minggu. Angin memang telah sedikit melemah pada hari Sabtu. Ini memberi petugas pemadam kebakaran terobosan yang sangat dibutuhkan setelah berhari-hari kondisi tidak menentu," ujar Gubernur California.

Sedikitnya satu orang tewas dalam kebakaran di California Selatan, Korban diidentifikasi bernama Virginia Pesola, 70, dari Santa Paula. Dia meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat berusaha menyelamatkan diri dari kebakaran hutan yang juga menjalar ke sejumlah pemukiman.

Sementara itu, citra satelit yang diambil pada 5 Desember memperlihatkan bagaimana kebakaran di Caliifornia Selattan bisa terjadi. Dilansir BBC, kebakaran tersebut dipicu cuaca ekstrim, termasuk kelembaban rendah, angin kencang dan tanah yang kering kerontang.

Sekitar 5.700 petugas pemadam kebakaran telah terlibat untuk memadamkan api, dan pejabat setempat mengatakan, Kamis, 7 Desember 2017, banyak tawaran bantuan dari sejumlah negara-negara tetangga.

Kebakaran terbesar terjadi di kawasan desa Ventura di sebelah utara Los Angeles. Kawasan titik api di desa tersebut dinamakan Thomas Fire, yang sampai saat ini masih tetap merupakan titik api terbesar dan telah menyebar hingga kawasan pesisir pantai Pasifik.

Selanjutnya, titik api terbesar kedua adalah Creek Fire di kawasan utara Los Angeles. Menurut pejabat setempat, 20% wilayah yang dilahap api sudah berhasil dipadamkan dengan cakupan sekitar 15.323 hektar.

Titik api lainnya, Rye Fire. Dilansir BBC, si jago merah  terletakk di kawasan barat laut Los Angeles, persisnya di dekat Santa Clara, yang disebut Rye Fire, mengancam lebih dari 5.000 rumah dan bangunan lainnya.***

Baca Juga

Didesak Mundur, Presiden Afrika Selatan Melawan

PRETORIA, (PR).- Jacob Zuma, Selasa, 13 Februari 2018, telah menolak ultimatum dari partai berkuasa Afrika Selatan (Afsel) untuk mengundurkan diri dalam waktu 48 jam.