The Silence Breakers Menjadi Person of the Year 2017

Person of the Year 2017/TIME

PADA mulanya hanyalah cerita. Lalu menjadi peristiwa. Sekarang, dua bulan setelah sejumlah perempuan mulai bersuara mengungkap kekerasan seksual yang dilakukan orang-orang penting, hal itu menjadi pergerakan.

Majalah Time memilih “The Silence Breakers” sebagai person of the year 2017 atau tokoh tahun ini. Sebutan “The Silence Breakers” merujuk pada sekelompok perempuan dan perbincangan global mengenai kekerasan dan pelecehan seksual yang mereka gelorakan.

Pemimpin Redaksi Time, Edward Felsenthal menyatakan pada Rabu 6 Desember 2017, pergerakan yang terangkum dalam tagar #MeToo itu merepresentasikan apa yang disebutnya sebagai ”perubahan sosial tercepat yang pernah terjadi dalam 10 tahun terakhir”.

Menrutnya, pergerakan itu dimulai oleh aksi individu dan keberanian perempuan yang juga melibatkan sekelompok kaum pria.

Investigasi yang dipublikasikan pada Oktober 2017 lalu oleh The New York Times dan The New Yorker mengungkap sejumlah tuduhan kekerasan seksual terhadap produser film ternama di Hollywood, Harvey Weinstein.

Setelah terungkapnya tuduhan itu, bak api dalam sekam, berhamburan tuduhan serupa dari banyak perempuan yang mengaku sebagai korban kekerasan dan pelecehan seksual.

Cukup!

Tarana Burke, sosok yang menciptakan pergerkan #MeToo setahun silam beserta aktris Alyssa Milano yang mempromosikan gerakan itu, berfokus untuk menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai.

”Sudah saya katakan sejak awal bahwa ini bukanlah peristiwa, ini pergerakan. Saya pikir sekaranglah pekerjaan yang sesungguhnya baru dimulai. Tagar itu adalah deklarasi tapi sekarang kita harus benar-benar bekerja,” ujar Tarana Burke seperti dilaporkan The New York Times.

Senada dengan hal itu, Alyssa Milano berpendapat, ”Saya ingin perusahaan-perusahaan membuat kode etik dan mempekerjakan lebih banyak perempuan. Saya ingin kita mendidik anak-anak kita dengan lebih baik. Itulah hal-hal yang harus kita upayakan dan sebegai perempuan. Kita harus mendukung satu sama lain dan berkata, ‘cukup’.”

Di sisi lain, penghuni posisi kedua untuk person of the year 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga dituduh oleh lebih dari 10 perempuan telah melakukan perilaku buruk tentang seksualitas selama masa kampanye pemilu presiden. Namun, hal itu tidak menghentikan Donald Trump untuk menjadi person of the year 2016.

Beberapa waktu lalu, penulis cerita spesialis horor Stephen King, melalui akun Twitter miliknya juga menyatakan dia dihubungi Time untuk dimasukkan sebagai salah satu nomine person of the year 2017 tetapi sang penulis menolaknnya.

Kelompok

Time sudah menggunakan predikat person of the year selama lebih dari 90 tahun guna mengangkat salah satu isu terpenting sepanjang tahun.

Bukan kali ini saja majalah ternama itu memilih kelompok orang sebagai person of the year alih-alih individu.

Pada 1966 “Americans under 25” terpilih sebagai person of the year, lalu ada “American women” pada 1975, dan tentu saja yang paling diingat adalah kala “You” menyandang preidkat itu pada 2006.***

Baca Juga