Gempa di Iran Tewaskan 530 Orang

Gempa di Iran/REUTERS
Warga Iran memindahkan puing-puing rumahnya di kota Darbandikhan, dekat Sulaimaniyah, Senin 13 November 2017 setelah diguncang gempa.*

​TEHERAN, (PR).- Pemerintah Iran menghentikan operasi penyelamatan dan evakuasi korban gempa bumi yang menghantam Negeri Mullah itu pada awal pekan ini. 

Seperti dilaporkan Yahoo News, Selasa 14 November 2017, operasi pencarian dan penyelamatan dihentikan karena saat ini sangat sulit menemukan lebih banyak korban selamat dari gempa yang mengguncang bagian barat negara itu pada 12 November 2017 lalu.

Berdasarkan data pemerintah, jumlah korban tewas terbaru mencapai 530 orang dan ribuan lainnya terluka.

Sementara puluhan ribu warga lainnya kehilangan tempat tinggal. Mereka terpaksa tinggal di pengungsian dengan fasilitas yang minim. Situasi itu diperparah dengan cuaca dingin yang pada malam hari hampir di atas titik beku. Para pengungsi itu pun dilaporkan membutuhkan makanan dan air. Persediaan yang ada dilaporkan menipis.

Banyaknya jumlah korban tewas—yang mencapai 530 orang, seperti dilaporkan oleh Kantor Berita IRNA,  telah menjadikan gempa kali ini paling mematikan di Iran dalam satu dekade terakhir. Ribuan orang terluka dan 30.000 rumah rusak. Dua desa hancur.

Gempa tersebut melanda perbatasan Iran-Irak yang menyebabkan sebagian besar kerusakan terjadi di Iran. Kendati pusat gempa berada di perbatasan Iran dan Irak, jumlah korban tewas terbanyak berada di Iran. 

Sementara itu, pejabat Irak mengatakan tujuh orang tewas dan 325 terluka di Irak, semuanya berada di Provinsi Kurdi Utara.

Presiden Hassan Rouhani saat mengunjungi daerah bencana di Provinsi Kermanshah berjanji bahwa pemerintah akan "menggunakan semua kekuatannya untuk menyelesaikan masalah dalam waktu sesingkat-singkatnya".

Sedikitnya 530 orang tewas dalam gempa paling mematikan di negara tersebut dalam lebih dari satu dekade. Kantor Berita IRNA melaporkan pada Selasa, bahwa lebih dari 8.000 lainnya terluka.

Pemerintah setempat mengatakan, operasi penyelamatan telah berakhir di Provinsi Kermanshah yang dilanda banjir pada Minggu oleh gempa berkekuatan 7,3 pada skala Richter.

”Operasi penyelamatan di Provinsi Kermanshah telah berakhir," kata Pir-Hossein Kolivand, Kepala Dinas Kesehatan Darurat Iran.

Otoritas tertinggi negara tersebut, Ayatullah Ali Khamenei menyampaikan belasungkawa pada Senin kepada para korban dan meminta instansi pemerintah untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk membantu.

Tentara Iran, pasukan elite Garda Revolusi dan pasukan milisi Basij yang berafiliasi dengan Garda Revolusi, telah dikirim ke daerah-daerah yang terkena dampak pada Minggu malam.***

Baca Juga

Indonesia Tidak Mengakui Kemerdekaan Catalunya

JAKARTA, (PR).- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan tidak mengakui kemerdekaan Katalnia dan tidak mendukung pemisahan Catalunya dari Spanyol.