Terbang dengan 100 Balon, Adegan Film Up Bukan Khayalan

Tom Morgan terbang menggunakan sejumlah balon di Johannesburg, Afrika Selatan/REUTERS

FILM animasi terkadang bisa dijadikan inspirasi untuk melakukan hal-hal yang tidak masuk akal dalam kehidupan nyata. Hal tersebut ternyata dilakukan Tom Morgan, pria asal Inggris yang merealisasikan terbang bersama dengan 100 balon seperti yang terjadi dalam film animasi ”Up”.

Dalam film produksi Pixar yang dirilis tahun 2009 itu, ada adegan rumah yang bisa terbang ke angkasa, setelah diikatkan pada ratusan balon udara. Sedikit berbeda, Tom mengikat seratusan balon helium berwarna-warni pada sebuah kursi.

Tom Morgan saat ini dikenal sebagai salah seorang pendiri perusahaan petualangan dari Inggris bernama Adventurists. Adventurists sering membuat kegiatan petualangan yang cukup berbahaya seperti lomba sepeda motor melintasi danau beku di Rusia, dan kini aksi mereka yang terbaru terinspirasi film ”Up”.

Seperti dilansir BBC News, semua petualangan seru yang mereka coba lakukan tersebut ternyata bertujuan menggalang dana amal. Selama 12 tahun ini, mereka telah mengumpulkan dana hingga 5 juta poundsterling atau sekitar Rp 89,6 miliar.

Untuk proyek terbaru mereka dengan terbang menggunakan balon, Tom Morgan dan timnya mencari tempat dan cuaca yang tepat agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Meski saat terbang Tom Morgan juga dibekali persediaan keselamatan, tetap saja cuaca sangat berpengaruh untuk keselamatannya.

”Masalah utama adalah menemukan cuaca yang baik karena bisa jadi kesulitan jika balon kemudian meledak. Jadi, kami harus mencari tempat yang memiliki cuaca yang stabil,” ucap Tom Morgan.

Afrika Selatan

Setelah melakukan persiapan yang cukup lama, akhirnya pada 23 Oktober 2017 lalu, ia mencoba untuk terbang dengan balon di Johannesberg, Afrika Selatan. Sekitar 100 balon diikatkan pada kursi yang diduduki Tom Morgan.

Pada awal saat ingin mencoba terbang, rupanya ia juga merasa kesulitan. Akan tetapi, lama-kelamaan ia mulai bisa mencoba berakselerasi dan bisa naik hingga lebih dari 2.000 meter dan menempuh jarak hingga 25 km selama 2 jam perjalanan.

Menurut Tom Morgan, perjalanan itu sangat luar biasa keren tetapi juga sangat menakutkan. Meski awalnya ia cukup takut saat kursi mulai terangkat di udara, rupanya momen saat ia terbang di udara sangatlah berkesan baginya.

”Saat di udara, saya harus tetap tenang dan secara bertahap mulai memotong balonnya agar bisa tetap stabil. Itu adalah perasaan yang tak bisa terlukiskan,” kata Tom.

Hal senada juga dikatakan Matthew Dickens, Manager Even dari The Adventurists. Menurut Matthew, awalnya dia mengira ide gila itu tidak akan terealisasi apalagi sampai berpikir dapat berjalan mulus.

”Kami tidak yakin Tom akan pulang dengan selamat. Awalnya kami mengira dia tidak akan sanggup tetapi rupanya dia bertahan sampai akhir,” ujar Matthew.

Akan tetapi, setelah mengalami sedikit kesulitan di awal perjalanannya, Tom Morgan mendarat dengan sempurna. Penerbangan tersebut dia sudahi karena angin mulai berembus terlalu kencang.

Video singkat pengalaman Tom dengan kursi terbangnya itu telah diunggah di jagat maya. Pengalamannya itu memunculkan rencana di benak Tom untuk membuat balapan udara yang unik, sekaligus konyol.

Ini bukan kali pertama The Adventurists menjajal ide gila. Perusahaan travel yang berbasis di Bristol, Inggris itu juga pernah mengadakan kegiatan melintasi pegunungan Himalaya dengan becak. Kira-kira inspirasi dari film apa lagi yang layak dicoba selanjutnya?

Tentunya kita harus menunggu kejutan lainnya dari The Adventurists di masa mendatang. Mungkin mereka bisa mencoba membuat baju tempur layaknya superhero Iron Man atau mungkin film animasi lainnya.

Terbangkan rumah

Aebelum Tom Morgan, layaknya dalam kisah dalam fim animasi ”Up”, seorang laki-laki bernama Jonathan Trappe (43) berhasil melakukan perjalanan panjang menyeberangi Samudra Atlantik hanya dengan balon helium.

Dilaporkan Daily Mail, Kamis 12 September 2013, Jonathan Trappe memulai perjalanannya dengan balon helium pada Kamis 12 September 2013 dari Caribou, Maine menuju daratan Eropa dengan menggunakan 370 balon warna-warni.

Melakukan perjalanan antarbenua dengan balon udara ialah salah satu hal yang belum pernah dilakukan oleh manusia sebelumnya. Namun, Jonathan tetap melakukan perjalanan ini.

Dia beralasan bahwa dia memiliki balon udara konvensional sebagai alat kewaspadaan saat dia dilanda cuaca buruk nantinya. Artinya, apa yang dilakukannya sudah diperhitungkan dengan baik.

”Saya sebenarnya sama takutnya dengan orang lain dalam hal kematian. Namun, saya merasa tertantang untuk melakukan perjalanan ini karena perjalanan ini belum pernah dilakukan oleh siapa pun sebelumnya,” ujar Jonathan.

Dalam perjalanan itu, Jonathan mengandalkan arah angin dan menggunakan GPS sebagai petunjuk jalan yang akan membimbingnya. Laporan cuaca terbaru mengatakan bahwa pada Kamis pagi, angin akan membawa Jonathan dan balonnya ke Eropa Barat.

”Angin dan cuaca adalah salah satu faktor yang menguntungkan sekaligus membahayakan. Oleh karena itu, saya membuat beberapa antisipasi seperti balon udara panas, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu,” kata Jonathan.

Perjalanan Jonathan memakan waktu sekitar 3-5 hari untuk mencapai Eropa, jika dalam cuaca yang baik. Berdasarkan hasil survei, dia melaju dalam kecepatan 39 mil per jam, 70 mil diatas Samudra Atlantik dari Pantai Brunswick

Aksi menerbangkan rumah dengan balon helium ini dilakukan Trappe untuk kedua kalinya. Pada tahun 2011 yang lalu, sekelompok tim dari National Geographic Channel juga berhasil menerbangkan rumah setinggi 3.000 meter dengan menggunakan 300 balon helium. Trappe juga tergabung dalam tim tersebut dan berada di dalam rumah pada saat balon tersebut terbang ke udara.

Jonathan Trappe mulai dikenal pada 2010 setelah menjadi orang pertama yang berhasil menyeberangi selat Inggris dengan menggunakan balon helium. Pada waktu itu Trappe menggunakan sebuah kursi yang diikat pada balon helium.

Akankah Trappe melakukan aksi gila lainnya? Sebagai pencinta balon helium, Trappe pasti akan melakukan penerbangan ekstrem lainnya. Kita tunggu saja.***

Baca Juga