Foto-foto Bukti Getirnya Hidup Etnis Rohingya di Pengungsian

Pengungsi Rohingya/REUTERS
ANAK-ANAK pengungsi Rohingya menangis saat mengantere bandtuan dari berbagai lembaga kemanusiaan dan dunia internasional di Cox's Bazar, Bangladesh, Senin 25 September 2017.*

DHAKA, (PR).- Ribuan warga etnis Rohingya di yang berada di pengungsian harus berjuang setengah mati hanya untuk mendapat bantuan yang dibagikan oleh berbagai lembaga kemanusiaan.

Sejumlah foto pewarta Reuters, Cathal McNaughton yang berada di area pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh menjadi bukti nyata getir dan kerasnya kondisi yang harus dihadapi para pengungsi di sana.

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak dan kaum lansia juga harus berebut bantuan sandang, pangan, papan, dan obat-obatan yang datang dibawa sejumlah truk.

Seperti diketahui, lebih dari 420.000 warga etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak 25 Agustus 2017 ketika para gerilyawan melakukan serangan terhadap pos-pos kepolisian dan militer di Rakhine, Myanmar. Hal itu memicu tindakan keras Myanmar yang oleh PBB dianggap sebagai tindakan pembersihan etnis.

Dalam kunjungannya ke tempat pengungsian di Kutapalong, Bangladesh tenggara, dekat perbatasan dengan Myanmar, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi mengatakan, pengungsi Rohingya telah menceritakan kisah mereka kepadanya.

Banyak pengungusi yang jatuh pingsan karena berdesak-desakan berebut bantuan.

"Saya benar-benar terpukul oleh ketakutan yang menghantui mereka dan apa yang telah mereka lalui," katanya di pengungsian tersebut, tempat para pengungsi tinggal di bawah ribuan terpal yang didirikan di daerah perbukitan dan sawah.

"Orangtua mereka tewas, keluarga terpisah, beberapa orang mengalami luka, perkosaan dilakukan terhadap wanita. Ada banyak kekerasan mengerikan terjadi dan akan memakan waktu lama bagi mereka untuk pulih, lebih lama dari proses pemberian bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka," kata Grandi.***

Baca Juga

Israel Tolak Pengungsi Suriah

JERUSALEM, (PR).- Israel tidak akan memperbolehkan para pengungsi Suriah memasuki wilayahnya tapi akan terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi mereka, kata Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman, Jumat, 30 Juni 2018, waktu setempat.

Steve Ditko, Komikus yang Memilih Jalan Sunyi

SEPERTI juga jalan hidupnya, kematiannya menjadi kabar sunyi. Steve Ditko, salah satu sosok yang berada di balik nama besar Marvel ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Manhattan, New York, Amerika Serikat, 29 Juni 2018 lalu.

Seni untuk Pengamanan Antarnegara

BENARKAH keamanan antarnegara dapat tercipta karena seni? Jawabannya mengemuka pada pameran "Artline" yang diikuti oleh para perupa tiga negara, Indonesia, Singapore, dan Myanmar di The Yangon Gallery, Myanmar.

Hamas Tolak Kesepakatan Abad Ini ala Donald Trump

JERUSALEM, (PR).- Seorang pemimpin senior Hamas, Jumat 6 Juli 2018 menentang keras rencana perdamaian yang dinamakan "Kesepakatan Abad Ini". kesepakatan itu direncanakan diumumkan segera oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.