Hanya 14 Menit, Waktu untuk Hadapi Rudal Korea Utara

Ancaman rudal Korea Utara/REUTERS
WARGA Jepang berjalan di depan monitor di Tokyo, Kamis 10 Agustus 2017, yang menanyangkan berita tentang ancaman rudal Korea Utara.*

LOS ANGELES, (PR). - Jika Korea Utara menembakkan rudalnya ke arah Guam, rudal itu akan memerlukan waktu 14 menit untuk mencapai pulau tersebut dan sistem siaga di Guam akan memberitahu penduduknya.

Juru Bicara Kantor Keamanan Dalam Negeri Guam, Jenna Gaminde mengatakan, warga akan segera diberitahu oleh sirena All-Hazards Alert Warning System yang berada di daerah dataran rendah di seluruh pulau tersebut.

All-Hazards Alert Warning System—yang mulai dipasang pada 2014—adalah satu sistem yang antara lain dirancang untuk semua bahaya, termasuk tsunami, gempa bumi, dan banjir bandang.

"Kantor kami akan diberitahu oleh militer dan akan memanfaatkan semua bentuk komunikasi massa untuk mengirim pesan kepada masyarakat," kata Gaminde seperti dilaporkan Xinhua dan dikutip Antara, Jumat 11 Agustus 2017.

Ia menyatakan, masyarakyat karus beralih ke media lokal seperti radio, media cetak, dan televise untuk mengetahui instruksi lebih lanjut jika mereka mendengar sirene.

Sementara itu, laporan tersebut mengatakan personel militer di pulau itu terus mempertahankan operasi standar di tengah ancaman dan tak ada perubahan dalam tingkat ancaman.

Missile Defense Advocacy Alliance (MDAA), organisasi nirlaba yang mendedikasikan diri pada sistem pertahanan di Amerika Serikat, menyatakan Guam dicakup sistem pertahanan rudal Amerika Serikat yang digelar secara permanen oleh Departemen Pertahanan di Pangkalan Angkatan Udara Andersen.

Sistem tersebut meliputi sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan sistem radar AN/TPY-2.

Militer Korea Utara mengatakan, pada Kamis 10 Agustus 2017, mereka berencana menyerang Guam dengan menggunakan rudal jarak menengah dan akan siap pada pertengahan Agustus ini. Pelaksanaannya akan bergantung keputusan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Diperkirakan, rudal yang akan diluncurkan adalah Hwasong-12.

Langkah itu adalah reaksi terhadap peringatan sangat keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Korea Utara pada Selasa 8 Agutsus 2017 lalu ketika Donald Trump mengatakan, "Korea Utara sebaiknya tidak mengeluarkan ancaman lagi terhadap Ameriak Serikat. Mereka akan dihadapi dengan tembakan dan kemarahan yang tak pernah disaksikan dunia sebelumnya."

Baca Juga