Antisipasi Perang Pecah, Warga Korsel Mulai Timbun Makanan

Militer Korea Utara/REUTERS
LATIHAN militer menandai hari jadi ke-85 angkatan militer Korea Utara ditampilkan dalam foto tak bertanggal milik kantor berita Korea Utara, Korean Central News Agency yang diterima Reuters pada 26 April 2017.*

PYONGYANG, (PR).- Sebagian warga Korea Selatan meyakini, Korea Selatan akan merudal pangkalan militer AS di Guam dalam waktu dekat ini. Oleh karena itu, seperti dilaporkan Yahoo News, Jumat 11 Agustus 2017, warga Korsel mulai menimbun berbagai bahan pangan, khususnya makanan siap saji. Penjualan makanan jenis instant ini pun meroket. 

Otoritas perusahaan makanan siap saji terbesar di Korsel, Combat Ration yang setiap tahun penghasilannya mencapai dua miliar won, mengatakan bahwa pendapatan mereka dalam tiga hari terakhir meningkat 50 persen dibandingkan sebelumnya. 

Direktur Utama Combat Ration, Yoon Hee-yeul, yang berbasis di kota Daegu, Jumat, mengatakan bahwa saat ini kondisinya berbeda dengan sebelumnya. Kendati Korea Selatan sejak 2006 sudah biasa hidup dalam ancaman nuklir Korut, baru kali ini warga menanggapi ancaman tersebut dengan serius. Sebelumnya warga tak terlau memperdulikan retorika Korut.

Akan tetapi saat Korut kemarin mengatakan akan menyerang wilayah AS di Guam, warga Korsel pun meyakini, ini kemungkinan terjadi. 

"Saya merasa kali ini persaannya berbeda," ujar Yoon yang telah bergerak di bisnis makanan siap saji sejak 2004. 

Saat ini ketegangan antara AS dan Korut terus mengeskalasi. Pemerintah Korea Utara mengabaikan peringatan AS dan berkukuh akan menembakkan rudalnya ke Guam, teritori AS di Pasifik. Bahkan, seperti dilaporkan BBC, Korea Utara mengatakan akan siap untuk menembakkan empat rudal ke pangkalan militer AS di Guam pada pertengahan Agustus mendatang.

"Tentara Korut akan menuntaskan rencana ini pada pertengahan Agustus. Kami siap dengan perintah pemimpin kami, Kim Jong Un," ujar Komandan Pasukan Strategis Korut, Jenderal Kim Rak Gyom kepada kantor berita Korea Utara (KCNA).

"Roket Hwasong-12 yang akan diluncurkan oleh Tentara Rakyat Korea akan melintasi angkasa di atas Shimane, Hiroshima dan Prefektur Koichi di Jepang," demikian  KCNA melaporkan, mengutip panglima militer Jenderal Kim Rak Gyom. 

Dia menambahkan, rudal tersebut akan terbang sejauh 3.356,7km selama 1.065 detik. Rudal akan mencapai perairan yang berjarak 30-40 km dari Guam.

Dilansir BBC, seiring menajamnya perang kata-kata antara Pyongyang dan Washington, media pemerintah Korut menyebutkan, roket Hwasong-12 akan melewati Jepang dan mendarat di laut sekitar 30km dari Guam jika pemimpin mereka, Kim Jong-un menyetujui rencana itu.

Sebelumnya peringatan 'kekuatan militer sangat dahsyat ' yang dilontarkan Donald Trump dikecam keras. Korut menggambarkan pemimpin AS tersebut sebagai sosok yang 'tidak memiliki akal sehat.'

AS sendiri telah memperingatkan Korea Utara. Washington mengatakan bahwa tindakan-tindakan Korut bisa berarti 'akhir dari rezim itu.'

Disebutkan, ucapan Presiden Trump pada hari Selasa bahwa Korut memancing 'fire and fury' sebagai 'bongkahan omong kosong.'

"Dialog yang tenang tidak mungkin dilakukan dengan orang yang tidak bernalar 

Hanya mengalihkan

Dilansir Yahoo News, mengeskalasinya ketegangan antara AS dan Korut, telah membuat banyak warga dunia khawatir perang akan segera terjadi. Indeks pasar saham global pun terus merosot dalam tiga hari terakhir. Khususnya warga Asia khawatir jika serangan rudal Korut ke Guam jadi kenyataan.

Pasalnya, Guam kendati merupakan bagian dari teritori AS, wilayah tersebut berada dekat dengan Asia. Jarak Guam ke Jepang hanya sekira 30-40 kilometer. Sementara jarak Guam ke Korut sekira 3.000 kilometer dan ke Papua, Indonesia sekira 2.000 kilometer.

Guam yang merupakan pulau tropis di Pasifik selama ini menampung ribuan tentara AS, termasuk pasukan selam. Populasi Guam saat ini berjumlah 163.000 jiwa.

Dilansir Yahoo News, pengamat politik asal Jepang, Profesor Masao Okonogi mengatakan bahwa ancaman Korut untuk menyerang Guam sebenarnya tak bisa sepenuhnya disebut ancaman nyata. Ada kemungkinan, kata Masao, Korut hanya ingin melakukan uji coba rudal, bukan serangan untuk menghancurkan Guam. Dalam hal ini, lanjut Masao, Korut berencana untuk memindahkan program uji coba rudalnya dari perairan Jepang ke Guam. 

"Dengan mmeindahkan lokasi uji coba rudal ini, Korut ingin memberi pesan bahwa sebenarnya mereka tak akan melakukan serangan nyata, hanya uji coba," ujar Masao.

Sejauh ini, terkait ancaman Korut, otoritas sejumlah maskapai di dunia mengatakan mereka tak berencana untuk mengubah jalur penerbangan. Ini menandakan bahwa ancaman Korut sebenarnya tidak nyata.***

Baca Juga

Donald Trump: Korea Utara di Ambang Bahaya Besar

BEIJING, (PR).- Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Tiongkok, Rabu 8 November 2017 setelah memberi peringatan kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bahwa senjata nuklir tidak membuat negaranya lebih aman.

Gempa di Iran Tewaskan 530 Orang

​TEHERAN, (PR).- Pemerintah Iran menghentikan operasi penyelamatan dan evakuasi korban gempa bumi yang menghantam Negeri Mullah itu pada awal pekan ini.