Fretilin Diyakini Jadi Pemenang, Partai Khunto Berhasil Duduki Parlemen

SEORANG pengawal berdiri dekat Fransisco Gutteres (kiri), kandidat presiden dari Partai Fretilin Party, saat masa kampanye di DIli, Rabu (14/3/12). Pemilihan Presiden Timor Leste yang digelar  Sabtu (17/3/12) merupakan pemilihan Presiden ketiga pasca keme
REUTERS/PRLM
SEORANG pengawal berdiri dekat Fransisco Gutteres (kiri), kandidat presiden dari Partai Fretilin Party, saat masa kampanye di DIli, Rabu (14/3/12). Pemilihan Presiden Timor Leste yang digelar Sabtu (17/3/12) merupakan pemilihan Presiden ketiga pasca kemerdekaan Timor Leste. Presiden pertama adalah Xanana Guterres (2002-2007), lalu presiden kedua Ramos Horta (2007-2012).*

DILI, (PR).- Hasil resmi pemilu Timor Leste baru akan diumumkan pada 6 Agustus mendatang, tetapi ini tak akan mengubah hasil sementara yang menunjukkan Fretilin adalah pemenang pesta demokrasi yang digelar akhir pekan lalu.

Kemenangan Fretilin tak terlalu mengejutkan karena sejak Timor Leste lepas dari Indonesia, partai tersebut selalu jadi bagian dari penguasa di negeri termuda di dunia tersebut.

Justru yang mengejutkan adalah keberhasilan Partai Khunto yang anggotanya adalah anak-anak muda penyuka olah raga bela diri. Partai Khunto juga punya kedekatan khusus dengan Indonesia karena para anak muda di partai tersebut suka dengan olah raga bela diri asal Indonesia, pencak silat. 

Dalam pemilu kali ini, seperti dilaporkan ABC News Australia, Selasa 25 Juli 2017, Partai Khunto untuk pertama kalinya berhasil mengirim perwakilannya ke parlemen setelah dalam pemilu lalu meraup 7 persen suara. 

Pengamat Timor Leste asal  Swinburne University, Professor Michael Leach, mengatakan bahwa saat ini tingkat pengangguran di kalangan anak muda Timor Leste sangat tinggi. Oleh karena itu, dia berharap, keberhasilan Partai Khunto bisa membawa hal positif di kalangan anak muda setempat. 

Dipuji

Sementara itu, dunia internasional pun memuji penyelenggaraan pemilu yang damai tersebut. Pasalnya, pemilu 23 Juni merupakan pemilu pertama di negara bekas pecahan Indonesia itu tanpa ada supervisi dari PBB. Seperti dilaporkan Straits Times,  PBB memuji kesuksesan Timor Leste menggelar pemilu tanpa kekerasan. 

Dalam pemilu yang untuk pertama kalinya dilakukan tanpa pengawasan  PBB sejak pasukan perdamaian hengkang dari negara itu pada 2012, partai Fretilin dijagokan menjadi pemenang. Seperti dilaporkan Yahoo News, Minggu, hasil resmi pemilu baru diumumkan 6 Agustus. Namun perhitungan saat ini sudah mencapai di atas 90 persen. Hasilnya,  Fretilin unggul dengn raihan suara 30 persen, sedangkan rivalnya Partai CNRT (Partai Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor) meraih 28 persen, turun signifikan dari perolehan pemilu 2012 lalu saat CNRT mendulang suara 36,7 persen.  Hasil pemilu resmi akan diumumkan pada 6 Agustus mendatang.

Sampai saat ini perhitungan masih terus dilanjutkan, dan Fretilin masih unggul atas CNRT.***

Baca Juga

Keputusan AS Hentikan Dana UNRWA akan Menyuburkan Terorisme

RAMALLAH, (PR).- Beberapa negara, termasuk Jerman dan Yordania, memperingatkan konsekuensi berbahaya setelah AS memotong semua pendanaan, yang berjumlah 300 juta dolar, ke badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Singgung Thanos di Vietnam, Jokowi Memicu Tawa

HANOI, (PR)- Pemimpin Tiongkok dan pemimpin beberapa negara Asia Tenggara, Rabu 12 September 2018, mengatakan Rabu bahwa langkah AS untuk membatasi perdagangan dan melindungi bisnis Amerika merupakan ancaman besar bagi ekonomi dunia.

Koalisi Internasional Gempur ISIS di Suriah

DAMASKUS, (PR)- Pasukan Demokrat Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat mulai melancarkan 'serangan penghabisan' yang dikatakan sebagai tahap akhir dari sebuah operasi untuk menumpas kelompok Negara Islam (ISIS) dari Suriah timur laut.