Victor Hugo Penulis dengan Bayaran Tertinggi Sepanjang Masa

Victor Hugo/wikipedia

KITA sering mendengar bahwa penulis biasanya mendapat bayaran yang terlalu murah atas karyanya. Namun hal itu tidak berlaku bagi Victor Hugo.

Beberapa pekan lalu, dalam ulasan terhadap karya sastrawan Amerika Serikat F Scott Fitzgerald, ”I’ll Die for You and Other Lost Stories”, disebutkan kalau pada masa jayannya, dia dibayar sekitar 4.000 dolar per cerita pendek. Angka itu setara dengan 55.000 dolar saat ini.

F Scott Fitzgerald adalah salah satu begawan sastra di Amerika Serikat yang terkenal dengan karyanya ”The Great Gatsby”, dan ” The Curious Case of Benjamin Button”.

Penulis Amerika Serikat lainnya di era modern saat ini, Michael Lewis dibayar 10 dolar per kata oleh Vanity Fair yang mempublikasikan karyanya.  

Michael Lewis adalah penulis yang melahirkan sejumlah karya kontroversial seperti ”Mobeyball” dan “The Big Short”. Kedua karyanya itu bahkan sudah diangkat ke layar lebar.

Penghasilan Michael Lewis juga tidak terlalu jauh berbeda dengan Barrack Obama dan Michelle Obama, istrinya. Stephen Romei, kolomnis The Australian melaporkan bahwa mantan presiden Amerika Serikat itu mendapat  60 juta dolar dari penerbit Penguin Random House untuk menulis memoar selama dia bertugas di Gedung Putih.

Penulis dengan pendapatan total tertinggi saat ini dipegang oleh penulis Amerika Serikat James Patterson. Dia masuk daftar Forbes sebagai penulis dengan bayaran tertinggi selama 3 tahun berturut-turut.  Bayarannya pada 2016 adalah 95 juta dolar.

Les Miserables

Akan tetapi, penulis dengan bayaran tertinggi untuk satu buku adalah Victor Hugo pada 1862.

Berdasarkan perhitungan sejarawan David Bello dalam bukunya ”The Novel of the Century: The Extraordinary Adventure of Les Miserables”, Victor Hugo mendapat 300.000 franc atau setara dengan 3,8 juta dolar saat ini. Angka itu memang lebih rendah dibanding para penulis lainnya yang disebutkan di atas.

Meski demikian, ada satu hal yang membuat Victor Hugo meraup banyak uang dari karyanya yang legendaris, ”Les Miserables”.

Pada 1862, Victor Hugo membuat kesepakatan dengan penerbit dari Belgia, Lacroix and Verboeckhoven, yang hanya mengikatnya selama 8 tahun untuk hak cipta ”Les Miserables”. Setelah itu, hak cipta dan semua royaltinya kembali kepada sang penulis.

Waktu membuktikan, sungguh Victor Hugo telah mengambil keputusan jenius terlepas dari apapun alasannya melakukan kesepakatan itu.

”Itu adalah jumlah uang yang sangat banyak karena penerbit hanya memegang hak cipta selama 8 tahun. Hal itu membuat Victor Hugo sebagai sosok penullis dengan bayaran tertinggi,” kata Bello dalam bukunya.***

Baca Juga