Pelaku Serangan Finsbury Diselamatkan Imam Masjid

Imam Masjid Mohammed Mahmud/REUTERS
Imam Masjid Mohammed Mahmud memberikan keterangan pada media, seusai serangan yang terjadi di dekat masjid di Finsbury Park, Seven Sisters Road, London utara. Seorang tewas dan 10 terluka usai ditabrak minibus.

LONDON, (PR).- Serangan teror kembali terjadi di London kurang dari tiga pekan usai serangan di London Bridge yang menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Dalam serangan terbaru yang terjadi di dekat masjid di Finsbury Park,  Seven Sisters Road, London utara itu, seorang tewas dan 10 terluka usai ditabrak minibus.
  
Dari 10 korban terluka, delapan orang dirawat di rumah sakit, dan dua lainnya diperbolehkan pulang setelah diobati di lokasi kejadian. Seperti dilaporkan The Guardian, Senin, 19 Juni 2017, pengemudi minibus tersebut dengan sengaja menabrakkan kendaraannya ke arah warga di dekat masjid Finsbury yang saat itu baru saja selesai melakukan tarawih. 

Saat melakukan aksinya, pelaku sempat meneriakkan kebencian agama. Saksi mata yang dikutip The Guardian menyebutkan bahwa pelaku berteriak: "Saya ingin membunuh Muslim", sebelum kemudian pelaku diamankan dan dilindungi imam masjid dari amukan komunitas muslim setempat.  

Lokasi kejadian penabrakan dekat dengan masjid  dan juga perumahan yang dihuni banyak warga Muslim.

Pelaku yang hanya seorang tersebut langsung diamankan imam masjid yang bernama Mohammed Mahmud, untuk mencegah penghakiman yang dilakukan massa yang saat itu sangat marah.  Salah seorang jamaah masjid Hussain Ali (28) mengatakan bahwa sang imam meminta warga untuk tak memukuli pelaku. "Jangan sentuh dia," kata Ali menirukan ucapan sang imam masjid.  

Pelaku dilaporkan sempat meminta untuk segera dibunuh. "Bunuh saya, silakan bunuh saya," ujar pelaku yang sempat ditahan para pengurus masjid selama beberapa menit sebelum polisi datang menahan pelaku yang diidentifikasi sebagai pria berusia 48 tahun dan bertubuh besar. Dia langsung didakwa melakukan pembunuhan. 

Aksi imam masjid yang melindungi pelaku dari amukan massa dipuji sejumlah kalangan. 

Lawan terorisme

Perdana Menteri Theresa May yang mengunjungi lokasi kejadian, mengutuk serangan tersebut. Dia menyebut itu sebagai insiden buruk, dan meminta seluruh warga Inggris untuk bersatu melawan terorisme, ekstremisme dan kebencian.  

Sementara kepolisian sampai saat ini masih menyelidiki insiden tersebut. Dilansir BBC, Senin, pihak kepolisian mendatangkan sejumlah personel dari divisi antiterorisme. Perdana Menteri Inggris Theresa May, mengatakan kepolisian memperlakukan kasus ini sebagai 'potensi serangan teroris'.

Sementara Dewan Muslim Inggris (MCB) kepada BBC, menyebut supir minibus tersebut "sengaja" hendak melindas para jemaah Masjid Finsbury Park yang baru saja menunaikan salat tarawih. Menurut MCB, aksi itu adalah "perwujudan keji dari Islamofobia" sehingga perlu adanya pengamanan ekstra di sekeliling masjid-masjid.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menggambarkan peristiwa itu sebagai insiden buruk. "Doa saya bersama mereka yang cedera, orang-orang tercinta mereka, dan layanan darurat di lokasi kejadian," kata May.

Sementara Wali Kota London Sadiq Khan, seperti dilaporkan BBC, berjanji akan memperketat pengamanan untuk meyakinkan beragam komunitas, termasuk mereka yang menjalankan ibadah puasa. Dia meminta orang-orang untuk "tetap tenang dan waspada".

Menurut Khan, serangan-serangan sebelumnya bukan hanya menimpa Manchester, Westminster, dan London Bridge, "tapi juga serangan terhadap nilai-nilai toleransi, kebebasan, dan hormat,"​  ujarnya.***

You voted 'tidak peduli'.

Baca Juga

Identitas Tiga Pelaku Teror London Diungkap

LONDON, (PR).- Kepolisian Inggris resmi mengumumkan nama ketiga pelaku serangan teroris di London, Selasa 6 Juni 2017. Ketiga pelaku tersebut bernama Youssef Zaghba (22), Khuram Butt (27), dan Rasyid Redouane (30).

Semua Penerbangan di AS Akan Larang Laptop Masuk Pesawat

WASHINGTON, (PR).- Aturan soal larangan membawa komputer jinjing atau laptop ke dalam kabin pesawat tujuan AS akan diperluas. Sebelumnya, aturan itu berlaku untuk pesawat-pesawat yang terbang dari 10 bandara di 8 negara.