Tiongkok Protes THAAD Korea Selatan Dengan Lagu Rap

Grup Rapper Tiongkok/YOUTUBE

HUBUNGAN diplomatis Korea Selatan dan Tiongkok yang meregang menjadi isu yang cukup sering dibahas publik. Masalah berawal sejak penolakan Tiongkok atas pembangunan sistem pertahanan rudal berbasis darat atau Terminal High Altitude Are Defense (THAAD) milik Amerika di Korea Selatan.

Dikutip dari Global Times, penolakan tersebut karena Tiongkok tak ingin Korea Selatan menjadi negara boneka Amerika Serikat. Alasan lain yang diyakini para ahli ialah Tiongkok sebenarnya memiliki rudal untuk menyerang Amerika. Keberadaan THAAD yang dekat dengan teritorial Tiongkok tentu menjadi ancaman rahasia negara tersebut.

Tiongkok sudah sering menunjukkan aksi protes. Tak segan-segan Tiongkok memboikot sejumlah perusahaan asal Korea Selatan yang membuka cabang di negara mereka. Produk-produk Korea Selatan pun dilarang beredar di negeri tirai bambu itu. 

Tak habis ide, Tiongkok pun mengerahkan kreativitas dalam menyampaikan aksi protes. Awal bulan Mei 2017 sebuah lagu bertemakan penolakan dan kritikan Tiongkok terhadap THAAD muncul di Youtube.

Lagunya sendiri tidak memiliki judul yang jelas. Video musik diunggah oleh akun China.org.cn dengan judul “Chinese rappers say ‘No’ to THAAD”. Lirik lagu yang dibawakan sekelompok rapper muda ini penuh dengan kritikan dan sindiran kepada negara-negara yang mendukung keberadaan THAAD. 

“Sekarang aku akan mengatakan hal yang mungkin tak pernah kau dengar atau mungkin kau anggap tak penting. Namun, ini fakta tentang kamu dan pergulatan ini akan mengembalikan penilaianmu terhadap China,” demikian penggalan lirik lagu rap tersebut.

Salah satu anggota grup CD REV, dikutip dari allkpop, menuturkan bahwa mereka mendapat sejumlah bantuan dari pemerintah selama proses pembuatan lagu. Pemerintah Tiongkok pun turut mempromosikan video musik mereka ke situs-situs web asing.

Dalam lagu tersebut para rapper berbicara atas nama bangsa. Mereka mengatakan kepada Korea Selatan bahwa Tiongkok yang direpresentasikan dalam lirik sebagai “Kakak tertua” itu kesal karena sikap Korea Selatan yang dianggap sudah terlalu jauh. Mereka pun menyerukan “Kami mengatakan tidak, tidak, tidak,” sebagai bentuk penekanan ketidaksenangan Tiongkok terhadap tindakan Korea Selatan.

Masalah kedua negara ini memang berlangsung cukup lama. Korea Selatan diketahui sempat mengalami peristiwa tidak mengenakan akibat terungkapnya kasus korupsi mantan Presiden Park Geun Hye. Hal ini membuat kondisi politik Korea tidak stabil.

Geun Hye sendiri telah turun dari kursi jabatan diganti oleh Moon Jae In yang unggul dalam pemilihan presiden beberapa waktu lalu. Saat ini, Moon Jae In dikabarkan mulai berusaha memperbaiki hubungan bilateral antara Korea Selatan dan Tiongkok. (Bella Dani)***

Baca Juga

Korea Utara Tembakkan Rudal, Tiongkok: Situasi Sangat Rumit

SEOUL, (PR).- Korea Utara menembakkan peluru kendalinya sejauh 700 km pada Minggu 14 Mei 2017 pagi. Peluncuran dilakukan hanya beberapa hari setelah presiden baru Korea Selatan menjanjikan perundingan perdamaian dengan Korea Utara.

Korea Utara Mampu Produksi Massal Rudal Berbahan Bakar Padat?

SEOUL, (PR).- Korea Utara pada Senin 22 Mei 2017 menyatakan berhasil menguji rudal berdaya jangkau menengah yang memenuhi semua persyaratan teknis sehingga siap diproduksi massal. Pernyataan tersebut mengisyaratkan kemajuan korea Utara terhadap ambisinya menyerang Amerika Serikat.