Puluhan Juta Rakyat Iran Menentukan Pilihannya, Hassan Rouhani atau Ibrahim Raisi?

Pilpres Iran/REUTERS
WARGA Iran mengantre untuk menggunakan hak pilihnya di pemilihan presiden di Teheran, Iran, Jumat, 19 Mei 2017.*

TEHERAN, (PR).- Jutaan rakyat Iran, Jumat ​, 19 Mei 2017, menentukan pemimpin mereka sampai lima tahun mendatang. Seperti dilaporkan Reuters dan The Guardian, pilpres kali ini sangat penting karena bukan hanya terkait dengan siapa yang akan dipilih rakyat Iran, melainkan juga akan menentukan masa depan hubungan Iran dan dunia internasional.

Berdasarkan data KPU Iran, jumlah pemilih yang terdaftar mencapai 56 juta dari total populasi sekira 80 juta. Saat berita ini dibuat belum diketahui berapa tingkat partisipasi pemilih.

Laporan Reuters menyebutkan, warga antusias menggunakan hak pilih mereka. Hal ini terlihat dari mengularnya antrian di sejumlah TPS di Iran, termasuk di Teheran.

Pada Pemilu kali ini, warga Iran dihadapkan pada dua pilihan. Petahana yang juga ulama moderat, Hassan Rouhani (68) yang selama pemerintahannya telah berjasa memulihkan hubungan Iran dan komunitas internasional. Dan rivalnya, Ibrahim Raisi (56), ulama konservatif dan berusia jauh lebih muda.

D​ukungan Ayatollah

Kendati Hassan Rouhani lebih populer di kalangan rakyatnya, Ibrahim diuntungkan dengan adanya dukungan secara tak langsung dari ulama tertinggi di negara mullah tersebut. Dalam hal ini, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, kendati tak secara blak-blakan, telah menyatakan lebih menyukai capres dari kubu konservatif, Ibrahim Raisi. Bahkan, Khameni juga dilaporkan telah mempersiapkan Raisi sebagai calon pemimpin tertinggi Iran, menggantikan dirinya yang saat ini sering sakit-sakitan.

Usia Khamenei yang hampir mencapai 80 tahun telah menyebabkan ia tak meaksimal menjalankan tugasnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Oleh karena itu, Khamenei pun selama beberapa tahun terakhir memantau sejumlah kandidat yang berpotensi menggantikannya.

Dukungan Khamenei terhadap Raisi dinilai sangat menguntungkan karena warga Iran umumnya masih patuh terhadap perkataan sang Ayatollah. Namun demikian, banyak anak muda Iran ingin Rouhani tetap menjadi presiden Iran karena selama dipimpin petahana, Iran dinilai mengalami kemajuan signifikan. Khususnya dalam memperbaiki relasi internasional Iran dan negara lain. 

"Saya tentu saja pilih Rouhani. Saya suka dengan kebijakan luar negerinya. Yang lebih penting lagi, Rouhani bukan Raisi," ujar PNS Yousef Ghaemi (43) dalam wawancaranya dengan Reuters di kota Kermanshah.

Sementara warga Iran lainnya, Mehran Fardoust mengaku memilih Raisi. Pasalnya, Raisi adalah sosok pemimpin yang akan melindungi identitas Islam di Iran.

"Sederhana saja, saya pilih Raisi karena dia adalah murid Ayatollah Khamenei," ujar Mehran yang sehari-hari berdagang di Mashad, kota suci kaum Syiah.

Rohani Dijagokan

Sementara itu, prediksi sejumlah pengamat, Rouhani akan menang tipis atas Raisi. Namun prediksi ini bisa melenceng jika warga mengikuti anjuran Khamenei untuk memilih Raisi yang juga bekas muridnya. 

Untuk diketahui, persaingan antara capres moderat dan garis keras semakin ketat. Dilansir Reuters, pilpres kali ini bukan hanya pertaruhan antara petahana melawa rival-rivalnya, melainkan juga pertaruhan apakah hubungan Iran dengan komunitas internasional akan semakin kuat atau justru merenggang.

Jika capres Hassan Rouhani bisa memenagi pilpres, maka hubungan Iran dan dunia internasional akan semakin kuat. Namun jika capres dari kelompok konservatif yang menjadi pemenang, maka hubungan Iran dengan dunia global akan mengendur. Pasalnya, para capres konservatif mengatakan bahwa Iran tak butuh bantuan internasional.***

Baca Juga

Gempa di Iran Tewaskan 530 Orang

​TEHERAN, (PR).- Pemerintah Iran menghentikan operasi penyelamatan dan evakuasi korban gempa bumi yang menghantam Negeri Mullah itu pada awal pekan ini.