Pesawat Tempur Tiongkok dan AS Hampir Tabrakan di Langit

Ilustrasi/YouTube

BEIJING, (PR).- Dua jet tempur Tiongkok hampir bertabrakan dengan pesawat AS di atas langit perairan Laut Tiongkok Selatan (LTS). 

Aksi pesawat Tiongkok yang mendekati pesawat AS yang saat itu sedang bertugas untuk mendeteksi keberadaan elemen nuklir dari udara, sangat tidak profesional. Pasalnya, tak ada pelanggaran yang dilakukan pesawat AS. AS melakukan kegiatannya di kawasan laut internasional sesuai dengan prosedur. Oleh karena itu, Tiongkok tak seharusnya melakukan pencegatan yang bisa membahayakan lantaran saat itu jarak di antara dua pesawat Tiongkok dan AS hanya 1.000 kaki atau sekira 305 meter. Jarak yang sangat dekat dan berbahaya karena bisa memicu tabrakan fatal.

Tak ayal, seperti dilaporkan CNN dan Yahoo News, Jumat, 19 Mei 2017, untuk mencegah tabrakan, pesawat AS langsung memutar arah.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari Tiongkok terkait insiden di LTS tersebut. Yang jelas, kejadian hampir tubrukan tersebut merupakan yang kedua kalinya untuk tahun ini. Yang pertama terjadi pada Februari 2017 lalu, saat jet tempur AS hampir tabrakan dengan jet pengintai Tiongkok, KJ-200. Sementara jet tempur AS adalah P-3 Orion. Sama dengan insiden terbaru, pesawat AS saat itu pun tak melanggar aturan. Hal ini sempat membuat kedua negara bersitegang. 

Kini kedua negara terkuat di dunia secara ekonomi itu, juga kembali bersitegang. Jet tempur Tiongkok yang hampir menubruk pesawat AS diidentifikasi bernama  Su-30, dan pesawat AS yang sedang bertugas mendeteksi bahan nuklir adalah WC-135 atau jug adikenal dengan nama "pengendus nuklir" -karena kemampuannya yang bisa mendeteksi kanndungannuklir dari udara. 

Yahoo News  menyebutkan, kedua pesawat Tiongkok yang berjenis Su-30 itu terbang di atas dan di bawah jet tempur AS. 

Menhan AS Jim Mattis mengatakan tindakan jet tempur Tiongkok tersebut "sangat membahayakan". Untungnya, pesawat AS dengan cepat memutar arah untuk mencegah tabrakan dengan Su-30.

Sementara itu, dilansir BBC, sikap curiga Tiongkok terhadap aktivitas AS di wilayah perairan internasional telah berulangkali menyebabkan kedua negara bersitegang.

"Persoalan ini sedang ditangani secara tepat melalui jalur diplomatik dan milite," kata Juru bicara angkatan udara AS, Letnan Kolonel Lori Hodge.

Tidak profesional!

Pencegatan oleh jet tempur Tiongkok terhadap pesawat AS itu dianggap tidak profesional. "Karena pilot Tiongkok melakukan manuver dengan kecepatan penuh dan mereka mendekati pesawat kami,"  ujar Lori, seraya menambahkan bahwa penyelidikan militer sedang dilakukan.

Pesawat AS tersebut sebelumnya digunakan untuk mendeteksi bukti kemungkinan uji coba nuklir oleh Korea Utara.

Sebelumnya,  pada  Desember 2015 lalu, AS dan Tiongkok juga pernah bersitegang gara-gara Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengerahkan pesawat pengintai P8 Poseidon ke Singapura. Sebelumnya pengerahan pesawat serupa juga dilakukan di Malaysia, Filipina, Jepang dan Korea Selatan. Singapura, meskipun tak punya konflik dengan Tiongkok, mendukung AS untuk menempatkan pesawat canggih P8 di negaranya. Pasalnya, Singapura sepakat dengan AS terkait kebebasan bernavigasi di LTS.
 
Seperti dilaporkan Reuters saat itu, pengerahan tersebut merupakan respons AS terhadap klaim teritorial Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan (LTS). AS tak bisa menerima Tiongkok terus melanjutkan pembangunan pulau buatan di LTS yang telah membuat sejumlah negara ASEAN, seperti Vietnam dan Filipina marah. Mereka pun meminta bantuan AS untuk menghadapi klaim Tiongkok yang agresif tersebut.

Aksi AS terbaru terkait LTS ini juga untuk menegaskan soal kebebasan bernavigasi di LTS. AS telah berulang kali menyebutkan bahwa siapa saja bebas melintasi LTS tanpa harus merasa ketakutan.***

Baca Juga

Gempa di Iran Tewaskan 530 Orang

​TEHERAN, (PR).- Pemerintah Iran menghentikan operasi penyelamatan dan evakuasi korban gempa bumi yang menghantam Negeri Mullah itu pada awal pekan ini.