#KlipingPR Gaya Muhammad Ali Dalam Catur

Muhammad Ali/REUTERS

19 Mei 1975. 42 tahun yang lalu, petinju dunia Muhammad Ali berhasil mempertahankan gelar juaranya. Kala itu, 19 Mei 1975, Ali menang TKO atas Ron Lyle di Las Vegas.

Tinju kala itu memang sangat populer, dimana Muhammad Ali begitu menjadi petinju yang berpengaruh di berbagai belahan dunia. Saat Ali menang TKO atas Ron Lyle, Koran Pikiran Rakyat edisi 19 Mei 1975 memuat total lima berita secara khusus mengenai Ali.

Mulai dari pemberitaan terkait kemenangan Ali yang sebenarnya kalah angka dari Ron Lyle, Ali yang ditegur oleh wasit, hingga demam Ali yang menjangkiti masyarakat Kota Bandung. Namun yang menarik adalah salah satu artikel berjudul 'Gaya Muhammad Ali Dalam Catur'. Artikel tersebut seolah-olah menggambarkan petinju asal Amerika Serikat itu bermain catur.

Namun ternyata artikel tersebut bukan menceritakan mengenai Ali yang bermain catur. Melainkan gaya Muhammad Ali saat di ring tinju ternyata juga dapat diterapkan dalam olahraga catur. Bagaimana bisa?

Diberitakan, dalam permainan catur dapat dipergunakan beberapa macam taktik. Diantaranya adalah menyerang langsung, menunggu serangan lawan dan pada saat yang tepat membalas menyerang. Atau juga taktik menunggu ala pecatur dunia Aron Nimzowitsch.

Setiap pemain catur tahu bahwa teori pembukaan perlu dikuasai untuk memperoleh sukses. Disebutkan, karenana pemain yang lebih baik bukan yang menang, tetapi yang memainkan varian teknik yang lebih baik.

Taktik Muhammad Ali dalam bertinju dapat digunakan dalam permainan catur. Diketahui, siasat yang Muhammad Ali gunakan terhadap George Foreman dalam perebutan kejuaraan dunia tinju kelas berat adalah bertahan. Ali bertahan sambil menyandar pada tambang ring, kemudian saat lawannya lengah ia melancarkan serangan balasan.

Salah seorang pecatur dunia asal Inggris keturunan Armenia, Michael John Basman disebut-sebut telah mempraktekan taktik Muhammad Ali. Ia menyajikan gaya bermain ala Muhammad Ali pada turnamen di Hastings pada tahun 1974/1975. Lawannya saat itu adalah pecatur asal Swedia Anderson yang pernah mengalahkan Beni Larsen.

Saat itu Basman berhasil unggul, dan hasil pertandingannya sangat dipengaruhi gaya permainannya yang pasif.

Adapun pada pertandingan menghadapi Ron Lyle, Muhammad Ali dilaporkan bertanding dengan gaya khasnya tersebut. Mengapa Ali menang lagi? tulis artikel Pikiran Rakyat edisi 19 Mei 1975. Artikel yang ditulis drs Rusli itu mengatakan, yang menonjol dari Ali adalah bentuk-bentuk serangannya yang hanya dilakukan pada saat-saat yang tepat.

Mulai ronde keempat, gaya khasnya mulai terlihat. Sembari menari, Ali melancarkan jab yang tepat. Kemudian ia bertahan di pojok sambil menyimpan tenaga. Pemilihan waktu yang tepat untuk menghabiskan lawannya adalah kemahiran pemain tinju legendaris itu yang kini telah meninggal dunia pada 3 juni 2016 lalu pada usia 74 tahun.***

Baca Juga

Kominfo: Media Online Sudah Jadi Kebutuhan Masyarakat

JAKARTA, (PR).-  Media online di era saat ini telah menjadi kebutuhan masyarakat. Apalagi, generasi milenial tidak bisa lepas dari teknologi dan juga perangkat telepon pintar mereka dalam kesehariannya.

Pria Ini Dihukum Dua Tahun Penjara karena Mengajar Alquran

BEIJING, (PR).- Seorang pria di Daerah Otonomi Khusus Xinjiang Uighur, Huang Shike divonis hukuman penjara selama dua tahun setelah dinilai melakukan perbuatan ilegal mengajar Alquran kepada orang-orang melalui grup WeChat.

Asima Chatterjee Muncul di Google Doodle Hari Ini

Ahli kimia Asima Chatterjee muncul pada Google Doodle hari ini, Sabtu, 23 September 2017. Wanita asal India tersebut dikenal karena karyanya dalam bidang kimia organik dan phytomedicine.