Guterres Diprediksi Menangi Pilpres Timor Leste

Fransisco Guterres/REUTERS
CALON Presiden Timor Leste dari Partai FRETILIN, Fransisco Guterres menunjukkan jari bertinta setelah menggunakan hak pilihnya, Senin, 20 Maret 2017.*

DILLI, (PR).- Hampir sejuta rakyat Timor Leste menggunakan hak pilih mereka untuk menentukan siapa yang akan menjadi presiden di bekas provinsi ke-27 di Indonesia tersebut. Data KPU setempat menunjukkan, 1,2 juta warga punya hak pilih dalam pemilu kali ini. Seperti dilaporkan The Guardian, Senin, 20 Maret 2017, kendati proses perhitungan hasil pemilu masih berlangsung, Francisco ‘Lú-Olo’ Guterres, bekas pemimpin kelompok Fretilin yang juga pahlawan kemerdekaan Timor Leste diprediksi memenangi pilpres.

Pencapresan Guterres pada  pemilu kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Pada dua pemilu sebelumnya, dia selalu kalah. Namun untuk pemilu kali ini, banyak yang menjagokannya menang satu putaran, termasuk media dan politisi setempat. 

Mantan presiden dan perdana menteri Timor Leste José Ramos-Horta, kepada The Guradian, Senin, mengatakan, persaingan di antara para capres dalam pemilu kali ini berlangsung sangat ketat. Lebih lanjut kata Horta, para capres bisa dikelompokkan dalam dua kategori, pahlawan revolusi seperti Guterres dan politisi dari generasi baru, seperti capres dari Partai Demokrat, Antonio Conceição.

Oleh karena itu, kata Horta, dirinya tak akan heran jika nanti ada pemilu putaran kedua. Pasalnya, persaingan antara capres sangat ketat sehingga kendati Guterres menang, perolehan suaranya bisa jadi di bawah 50 persen. 

Berdasarkan aturan KPU, jika tak ada capres yang berhasil meraih suara di atas 50 persen, maka pemilu puaran kedua akan digelar 20 April 2017. 

Namun demikian, sejumlah kalangan menilai, tak akan ada putaran kedua karena Guterres bisa meraih minimum suara untuk dinyatakan sebagai pemenang. Guterres sendiri yakin, dirinya punya cukup suara untuk memenangi pilprs putaran pertama. 

Masih dilansir The Guardian, pilpres kali ini sangat bersejarah karena diselenggarakan untuk pertama kalinya sejak pasukan penjaga perdamaian PBB meninggalkan negara tersebut pada 2012 lalu. Selain itu, untuk pertama kalinya warga Timor-Australia dibolehkan memilih tanpa harus datang ke Dilli. Mereka diijinkan memilih di Sydney dan Darwin. Populasi warga Timor-Australia di kedua kota tersebut cukup signifikan.***

Baca Juga

Empat Negara Ini Kemudian Bantu Qatar Atasi Krisis

DOHA, (PR).- Isolasi yang dilakukan Arab Saudi dan sejumlah negara Teluk lainnya tak membuat Qatar gentar akibat krisis pangan. Qatar terus melakukan sejumlah upaya untuk meminimalkan efek negatif dari blokade.

Qatar Semakin Terisolasi

DOHA, (PR).- Pemutusan hubungan diplomatik yang diikuti larangan pesawat serta kapal laut Qatar melintasi Arab Saudi serta tujuh negara lainnya membuat Doha semakin terisolasi.