Dua Bulan Berkuasa, Popularitas Trump Anjlok

Presiden AS Donald Trump/REUTERS

WASHINGTON, (PR).- Tepat dua bulan Donald Trump menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada 20 Maret 2017, popularitasnya dilaporkan terus menurun. Seperti dilaporkan laman The Independent dan Good Morning America, Senin 20 Maret 2017, hasil sigi Gallup menunjukkan bahwa tingkat popularitas Trump dua bulan usai dilantik mencapai titik terendah, yakni 37 persen. Ini merupakan level terendah sejak sang miliuner dilantik sebagai orang nomor satu di AS pada 20 Januari 2017 lalu.

Hasil tersebut juga menjadi yang terendah dibandingkan dengan sejumlah presiden AS sebelumnya, yakni Barack Obama dan George Bush. Saat Gallup menggelar survei dua bulan usai Obama dan Bush menjabat sebagai presiden, hasilnya, level popularitas kedua presiden tersebut masih di atas 50 persen. Dalam hal ini, hasil sigi Gallup menunjukkan Obama meraih 60 persen dan Bush 55 persen.

Menurut otoritas lembaga sigi tersebut, banyak presiden yang mengalami level popularitas lebih rendah dari Trump, tetapi baru kali inilah dalam 70 tahun terakhir, seorang presiden begitu tak populer di dua bulan pertama masa jabatannya.

Banyak hal yang membuat popularitas Trump dalam dua bulan terakhir terus menurun, di antaranya yang paling merisaukan warga AS adalah keterkaitan Trump dengan Rusia. Kendati Trump sejauh ini selalu membantah, banyak warga AS menilai bahwa Rusia berada di balik kemenangan Trump.

Selain itu, pernyataan Trump yang menyebutkan dirinya disadap oleh Obama, juga ikut mempengaruhi penurunan popularitasnya.***

You voted 'sedih'.

Baca Juga

Donald Trump Cabut Kebijakan Amerika Serikat Soal Kuba

MIAMI, (PR).- Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jumat 16 Juni 2017 memerintahkan pengetatan bagi warga Amerika Serikat untuk berwisata ke Kuba serta larangan melakukan perdagangan dengan militer Kuba.

Qatar Semakin Terisolasi

DOHA, (PR).- Pemutusan hubungan diplomatik yang diikuti larangan pesawat serta kapal laut Qatar melintasi Arab Saudi serta tujuh negara lainnya membuat Doha semakin terisolasi.