Rusia Dikabarkan Punya Informasi Negatif Donald Trump

Ilustrasi koneksi Donald Trump dan Rusia/themoderatevoice.com

WASHINGTON, (PR).- Sejumlah dokumen rahasia dari empat badan intelijen Amerika Serikat menunjukkan bahwa Rusia telah menguasai informasi krusial terkait presiden terpilih Donald Trump. Hal itu disampaikan dua sumber pejabat pemerintah setempat pada Selasa 10 Januari 2017 malam waktu setempat.

Empat kepala badan intelijen AS telah mempresentasikan informasi itu kepada Trump dan Presiden Barack Obama pekan lalu. Rusia dikabarkan memiliki informasi finansial dan keterlibatan Trump dengan sejumlah pengusaha dari Rusia.

Sejumlah analis intelijen AS juga menduga Trump telah berhubungan dekat dengan pihak-pihak yang merupakan pejabat intelijen atau bekerja untuk intelijen Kremlin. Namun, salah satu sumber Reuters mengatakan bahwa dugaan penguasaan informasi oleh Rusia itu masih belum bisa dipastikan kebenarannya. Beberapa bahan dari laporan itu ditulis mantan pejabat intelijen Inggris yang terbukti salah. Demikian diwartakan Antara.

Trump menanggapi kabar itu dengan menulis di akun Twitternya, "Ini adalah kabar bohong, sebuah langkah politik untuk menjatuhkan saya."

Tim transisi Trump hingga kini tak merespons permintaan untuk berkomentar. Salah seorang sumber mengatakan, Biro Investigasi Federal (FBI) dan badan-badan penegak hukum AS lainnya kini tengah menyelidiki kebenaran dan akurasi klaim tentang Rusia dan Trump tersebut.

Badan-badan intelijen AS telah menerima laporan dugaan kepemilikan informasi rahasia mengenai Trump sejak pertengahan tahun lalu.

Saat itu, FBI tidak menindak lanjuti informasi tersebut, kata dua sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena mengungkap masalah yang sangat sensitif.

Peringatan mengenai kepemilikan sejumlah informasi rahasia milik presiden terpilih AS oleh Rusia merupakan bagian dari kekhawatiran yang lebih luas mengenai operasi mata-mata besar yang dilakukan Kremlin di negara-negara Barat. Hal itu diakui Direktur Intelejen Nasional James Clapper.

Selain memiliki informasi rahasia tentang Trump, Rusia juga diduga berada di balik serangan peretas ke komputer milik pejabat Partai Demokrat dan menyebarkan propaganda serta berita bohong, kata sejumlah pejabat intelijen AS.

Trump dan Obama telah menerima informasi mengenai hal itu pekan lalu dari Direktur FBI James Comey, Direktur CIA John Brennan, dan Direktur Badan Keamanan Nasional (NSA) Mike Rogers.***

Baca Juga

Donald Trump Bantah Diselidiki FBI

WASHINGTON, (PR).- Presiden AS Donald Trump bersikukuh bahwa ia tidak sedang diselidiki soal kaitannya dengan Rusia. Menurut Trump, Direktur FBI yang dipecatnya, James Comey, merupakan "tukang pamer".

Donald Trump Hina Media Saat Peringatan 100 Hari Menjabat

HARRISBURG, (PR).- Presiden Amerika Serikat Donald Trump turun ke jalan pada Sabtu 29 April 2017 untuk merayakan 100 hari pertamanya di Gedung Putih perayaan itu dipenuhi sorak-sorai pendukungnya sebagaimana saat berkampanye ketika dia menggembar-gemborkan prestasi awalnya dan menyerang penentang

Korea Utara Tembakkan Rudal, Tiongkok: Situasi Sangat Rumit

SEOUL, (PR).- Korea Utara menembakkan peluru kendalinya sejauh 700 km pada Minggu 14 Mei 2017 pagi. Peluncuran dilakukan hanya beberapa hari setelah presiden baru Korea Selatan menjanjikan perundingan perdamaian dengan Korea Utara.

Donald Trump Memecat Direktur FBI Menuai Polemik

WASHINGTON, (PR).-  Publik AS masih dikejutkan dengan aksi Donald Trump yang memecat Direktur FBI James Comey, yang selama ini dinilai menjadi penyebab kalahnya capres Partai Demokrat Hillary Clinton dalam pilpres 2016 lalu.