Rusia Ancam Balas Sanksi Amerika Serikat

Vladimir Putin (kiri) dan Barack Obama/REUTERS

MOSKOW, (PR).- Juru Birara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan pemerintah Barack Obama terkait rencana penerapan sanksi baru oleh pemimpin AS tersebut.

Dlansir Reuters, Kamis 29 Desember 2016, Maria mengatakan, Rusia akan membalas aksi Washington jika Rusia dijatuhi sanksi ekonomi baru.

Sementara pakar keamanan siber Jim Lewis menilai, sanksi baru yang akan diterapkan Obama terhadap Rusia efektif untuk menekan Rusia. Pasalnya, jika Obama mengimplementasikan sanksi tersebut sebelum lengser pada 20 Januari 2017 mendatang, sulit bagi Donald Trump untuk mengubah hal itu.

Seperti diketahui, tiga pekan menjelang lengser, Barack Obama ingin memastikan Rusia mendapat pelajaran terkait dugaan peretasan yang mengintervensi Pemilihan Presiden AS pada November lalu.

Obama selama ini menyalahkan pemerintah Vladimir Putin atas kejahatan di dunia maya tersebut yang telah memberikan keuntungan buat Presiden Terpilih Donald Trump. Obama berencana memberikan sanksi baru terhadap Rusia.

Dalam hal ini, sumber informasi Reuters menyebutkan, sanksi tersebut menargetkan peekonomian Rusia. Menurut dua pejabat pemerintah Gedung Putih yang namanya tak disebutkan itu, sanksi ekonomi terhadap Rusia akan semakin membuat rezim Putin tertekan.

Pasalnya, sebelumnya Rusia juga sudah mendapat sanksi ekonomi dari dunia internasional terkait konflik di Ukraina Timur. Selain sanksi ekonomi, Obama juga akan menerapkan pembatasan terhadap para diplomat Rusia di AS. Obama juga, sebelum mengkahiri masa jabatannya, akan membocorkan informasi terkait Rusia untuk mempermalukan para pejabat dan para kongsi Putin.

Semua itu dilakukan Obama untuk membalas aksi Rusia yang mengintervensi pemilu AS bulan lalu.

Sejak munculnya dugaan peretasan pemilu AS oleh Rusia pada pemilu lalu yang membuat DonaldTrump diuntungkan, Obama telah ditekan anggota Kongres Partai Demokrat dan Republik yang menyerukan dilakukannya penyelidikan lengkap dan saksama terhadap campur-tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS lalu.***

Baca Juga

Donald Trump Bagikan Informasi Rahasia kepada Rusia

WASHINGTON, (PR).- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap informasi sangat rahasia tentang kelompok ISIS kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Hal itu diungkapkan sejumlah pejabat Amerika Serikat kepada media setempat seperti dilaporkan BBC, Selasa 16 Mei 2017.

Donald Trump Bantah Diselidiki FBI

WASHINGTON, (PR).- Presiden AS Donald Trump bersikukuh bahwa ia tidak sedang diselidiki soal kaitannya dengan Rusia. Menurut Trump, Direktur FBI yang dipecatnya, James Comey, merupakan "tukang pamer".

Pelengseran Donald Trump Disarankan Lewat Mekanisme Konstitusi

WASHINGTON, (PR).- Dugaan Presiden Donald  Trump memecat Direktur FBI James Comey untuk menghentikan investigasi terhadap mantan penasihat keamanan nasionalnya, Michael Flynn, membuat sejumlah pengamat politik meyakini presiden AS tersebut

Banyak Warga Israel tak Suka Donald Trump

TEL AVIV, (PR).- Selama ini banyak yang mengira warga Israel suka dengan kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. Pada faktanya, banyak rakyat dan anggota parlemen Israel tak menyukai Donald Trump.