Obama Belum Umumkan Sanksi untuk Rusia

Vladimir Putin dan Barack Obama/REUTERS

WASHINGTON, (PR).- Tiga pekan menjelang lengser, Presiden Amerika Serikat Barack Obama ingin memastikan Rusia mendapat pelajaran terkait dugaan peretasan yang mengintervensi Pemilihan Presiden AS pada November lalu.

Obama selama ini menyalahkan pemerintah Vladimir Putin atas kejahatan di dunia maya tersebut yang telah memberikan keuntungan bagi Presiden Terpilih Donald Trump.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis 29 Novemebr 2016, Obama berencana akan memberikan sanksi terhadap Rusia. Dalam hal ini, sumbe rinformasi Reuters menyebutkan bahwa sanksi tersebut menargetkan perekonomian Rusia.

Menurut dua pejabat pemerintah Gedung Putih yang namanya tak disebutkan, sanksi ekonomi terhadap Rusia akan semakin membuat rezim Putin tertekan. Pasalnya, sebelumnya Rusia juga sudah mendapat sanksi ekonomi dari dunia internasional terkait konflik di Ukraina Timur.

Selain sanksi ekonomi, Obama juga akan menerapkan pembatasan terhadap para diplomat Rusia di AS. Obama, sebelum mengkahiri masa jabatannya, akan membocorkan informasi terkait Rusia untuk mempermalukan para pejabat dan para kongsi Putin. Semua itu dilakukan Obama untuk membalas aksi Rusia yang mengintervensi pemilu AS bulan lalu.

Obama belum mengumumkan bentuk sanksi tersebut. Namun sejak dua pekan lalu, Obama telah sesumbar mengatakan bahwa dia tak akan tinggal diam merespons aksi Rusia yang mengganggu pemilu AS. Bahkan, Obama, usai pemilu berakhir, telah meminta FBI untuk menginvestigasi peretasan yang dilakukan Rusia pada 8 November 2016.

Hasil penyelidikan FBI menunjukkan, Rusia diduga telah membobol sistem komputer Partai Demokrat dan Partai Republik. Namun, peretas Rusia hanya membocorkan dokumen rahasia yang berasal dari sistem komputer Partai Demokrat.

Sementara untuk sistem komputer Partai Republik, kendati ikut dibobol, dokumen rahasia dari partai pendukung Dobald Trump tersebut tak dibocorkan kepada publik.

Oleh karena itu, Obama dan juga kalangan lainnya menilai Rusia sengaja melakukan hal itu untuk memengaruhi elektabilitas Clinton. Bahkan, sejumlah dokumen yang dibocorkan dari sistem komputer Partai Republik digunakan untuk menyerang Clinton dan Partai Demokrat.***

Baca Juga

Rusia Ancam Balas Sanksi Amerika Serikat

MOSKOW, (PR).- Juru Birara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan pemerintah Barack Obama terkait rencana penerapan sanksi baru oleh pemimpin AS tersebut.

Sebelum Usir 35 Diplomat Rusia, Obama Telefon Trump

WASHINGTON, (PR).- Aksi saling usir diplomat AS-Rusia sebagaimana yang dilakukan pemerintah Barack Obama dan Vladimir Putin tersebut bukan hal yang pertama kali terjadi dalam hubungan kedua negara.

Warga dan Politisi AS Risaukan Kebijakan Donald Trump

WASHINGTON, (PR).- Kurang dari tiga pekan, kepemimpinan di AS akan berganti dari Presiden Barack Obama kepada presiden terpilih, Donald Trump. Selama masa transisi, tepatnya sejak Trump menang atas Hillary Clinton, pengusaha asal New York tersebut telah membuat sejumlah warga risau.

Rusia Dikabarkan Punya Informasi Negatif Donald Trump

WASHINGTON, (PR).- Sejumlah dokumen rahasia dari empat badan intelijen Amerika Serikat menunjukkan bahwa Rusia telah menguasai informasi krusial terkait presiden terpilih Donald Trump. Hal itu disampaikan dua sumber pejabat pemerintah setempat pada Selasa 10 Januari 2017 malam waktu setempat.