Rusia Nilai Langkah AS Pasok Senjata Pemberontak Suriah Sebagai Permusuhan

Pemberontak Suriah membersihkan senjata artileri di Kota Al Rai, bagian utara Aleppo, 25 December 25 2016/REUTERS

MOSKOW, (PR).- Rusia, Selasa 27 Desember 2016 menyatakan, keputusan Amerika Serikat melonggarkan larangan untuk mempersenjatai pemberontak Suriah telah membuka jalan bagi pengiriman rudal antipesawat. Hal itu menjadi langkah yang dinilai mengancam pasukan Rusia di Suriah.

Moskow tahun lalu meluncurkan operasi militer berupa serangan udara di Suriah untuk membantu Presiden Bashar al Assad dan pasukannya mengambil alih wilayah yang jatuh ke tangan pemberontak yang beberapa di antaranya didukung Amerika Serikat.

Reuters melaporkan sebagaimana dikutip Antara, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, perubahan kebijakan melonggarkan larangan suplai senjata telah ditetapkan dalam RUU anggaran pertahanan Amerika yang baru bahwa Moskow menganggap langkah tersebut sebagai tindakan permusuhan.

Presiden Amerika Barack Obama yang mengkritik intervensi Rusia di Suriah secara tajam, mengesahkan RUU kebijakan pertahanan tahunan menjadi undang-undang pekan lalu.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Amerika Serikat Mark Toner mengabaikan tuntutan Rusia dengan mengatakan pemerintahnya tetap menolak penyediaan misil antipesawat portabel atau Manpads (Man-Portable Air Defiance Systems) bagi kelompok oposisi Suriah.

"Posisi kami terhadap Manpads tidak berubah. Kami memiliki kekhawatiran yang mendalam tentang persenjataan semacam itu masuk ke Suriah," ujar Toner, merujuk pada kekhawatiran misil antipesawat portabel dapat jatuh ke tangan militan Islamis dan digunakan menyerang pesawat sipil.

Kesepakatan Pengesahan Pertahanan Nasional disahkan menjadi undang-undang oleh Obama pada 23 Desember 2016 dan tampaknya dirancang untuk meredakan kekhawatiran pemerintah. Namun, hal itu memunculkan lembaran baru kekeliruan kongres terhadap putusan Presiden untuk menyediakannya.

Undang-undang melarang Kementerian Pertahanan Amerika membelanjakan dana untuk Manpads bagi kelompok pemberontak di Suriah kecuali sekretaris negara dan pertahanan mengirimkan laporan kepada komite kongres yang menjelaskan keputusan untuk melakukannya.

Laporan harus menyertakan kelompok mana yang menerima senjata tersebut, analisis intelijen terhadap kelompok, serta jenis dan jumlah Manpads yang disediakan.

Moskow menyebut RUU itu menghapus pembatasan persediaan senjata semacam itu bagi pemberontak Suriah.

"Washington telah bertaruh dalam menyuplai bantuan militer kepada pasukan anti pemerintah yang tidak jauh berbeda dengan mesin pembunuh. Sekarang, kemungkinan menyuplai mereka dengan senjata, termasuk senjata antipesawat portabel, telah tertulis dalam RUU baru ini," kata Zakharova.

"Dalam pemerintahan Barrack Obama, mereka harus mengerti bahwa senjata apa pun yang diberikan akan dengan cepat berakhir di tangan para jihadis," ucapnya.

Dia menilai kemungkinan justru hal itulah yang diharapkan terjadi oleh Gedung Putih.

Keputusan Amerika Serikat adalah ancaman langsung bagi angkatan udara Rusia, bagi anggota militer Rusia lainnya, serta bagi kedutaan besar Rusia di Damaskus.

"Oleh karena itu, kami melihat langkah ini sebagai tindakan permusuhan," katanya.

Zakharova menuding pemerintahan Obama mencoba "memasang jebakan" bagi pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump yang akan datang dengan mencoba membuat pemerintahan yang baru meneruskan apa yang dia istilahkan sebagai "Barisan AntiRusia" Washington.

Trump, selama kampanye pemilu mengatakan dia tertarik untuk mencoba memperbaiki hubungan dengan Moskow dan berbicara secara positif tentang kepemimpinan Presiden Vladimir Putin. Pertukaran timbal balik antara Trump dan Putin tentang senjata nuklir pekan lalu menguji janji Partai Republik untuk meningkatkan hubungan dengan Rusia.

Pemerintahan Obama dan kantor intelijen Amerika Serikat menuding Rusia mencoba mencampuri pemilu Negeri Paman Sam dengan meretas akun Partai Demokrat.

"Pemerintah di Gedung Putih saat ini berpikir mereka dapat menekan Rusia. Kami berharap yang menggantikan mereka akan menjadi lebih bijak," ujar Zakharova.***

Baca Juga

Trump dan Putin Berbicara Lewat Telefon Selama 4 Jam

MOSKOW, (PR).- Hubungan Rusia dan Amerika Serikat tampaknya akan sangat dekat di era pemerintahan Presiden Donald Trump. Tanda-tanda ini terlihat dari sejumlah aksi yang dilakukan Trump terhadap Rusia.

Rencana Donald Trump Terhadap Imigran Muslim Dihujani Kecaman

NEW YORK, (PR).- Kelompok pembela imigran dan pengungsi, pada Rabu 25 Januari 2017mengecam rencana Gedung Putih yang untuk sementara waktu tidak menerima para pengungsi dan menangguhkan visa bagi tujuh negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Beijing: Amerika Serikat Harus Jaga Mulut Soal Laut Tiongkok Selatan

BEIJING, (PR).- Tiongkok pada Selasa 24 Januari 2017 meminta Amerika Serikat berhati-hati dalam tindakan dan ucapannya terkait persoalan Laut Tiongkok Selatan karena Beijing menyatakan mereka mempunyai kadaulatan tidak terbantahkan di wilayah tersebut.

Rusia tak Sepaham dengan AS Soal Iran

MOSKOW, (PR).- Hubungan Rusia dan Amerika Serikat di era pemerintahan Donald Trump terus membaik. Namun, ini tak berarti kedua negara tak punya pandangan berbeda soal masalah internasional.