Kolomnis

  • Rahim Asyik

    Pemimpin Redaksi HU Pikiran Rakyat
  • Film Panas

    FILM ”Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI” termasuk ke dalam kategori film panas. Panas dimaksud bukan dalam pengertian porno karena film Arifin C Noer itu bukan film biru. Disebut panas hanya lantaran sedang ramai dibicarakan saja. Ramainya juga baru bulan September 2017 ini. Tahun-tahun sebelumnya hampir tak ada yang membicarakannya dan hidup berlangsung seperti biasa.

  • Peduli

    LUAR biasa kepedulian orang Indonesia terhadap apa yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar, kali ini. Di dunia maya, kepedulian itu dikaitkan dengan kelambanan sikap pemerintah dalam menyikapi apa yang disebut sebagai persekusi (pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah atau ditumpas) etnis minoritas Rohingya itu.

  • Johannes Mati Tak Sia-sia

    Dari 12 frasa yang mengandung kata "saksi" di kamus bahasa Indonesia dalam jaringan, empat di antaranya tak bisa diandalkan atau bahkan menyesatkan. "Saksi bisu" misalnya, tak bisa dikorek keterangannya, terkecuali terhubung dengan teks atau keterangan lain. Orang yang sedang dimabuk asmara biasanya memanfaatkan bulan dan bintang untuk jadi saksi bisu kisah cinta mereka. Manakala bahtera asmara mereka kandas, bulan dan bintang tak perlu bertanggung jawab. Toh keduanya bisu.

  • Sulap Kosong

    PADA puncak peringatan Hari Anak Nasional di Pekanbaru, Riau, Minggu 23 Juli 2017, Presiden Joko Widodo bermain sulap. Asistennya, Iriana, istri Jokowi. Saya menonton pertunjukannya di Youtube. Untuk penampilannya itu, Jokowi mengaku belajar dari anak bungsunya, Kaesang Pangarep, selama lima hari. 

    Baik yang mengajari maupun yang diajari, dua-duanya bukan pesulap profesional. Jadi, harap maklum kalau trik sulapnya sederhana.

  • Cendekiawan

    Patung yang dulu dikritik sebagai simbol dajal itu kini tepergok tiduran tak berdaya di area parkir Kolam Renang Tirtalega, menunggu nasibnya ditentukan manusia. Apakah dibongkarnya patung itu menyimbolkan robohnya kecendekiaan di Bandung? Bisa jadi karena saya tidak peka, selama tiga tahun dari 2014 sampai 2017 itu, aura atau aktivitas Bandung sebagai kota cendekiawan, tidak terasa.

  • Berebut Persekusi

    TERNYATA saya tak sendirian membayangkan kedekatan kata persekusi dengan eksekusi. Ada orang yang bertanya apa bedanya persekusi dengan eksekusi? Jawabannya bermacam-macam. Ada yang menjawab, kalau Anda dipersekusi, artinya Anda dirisak. Kalau Anda dieksekusi, artinya Anda dibunuh. Dieksekusi berarti bisa dibunuh setelah dipersekusi dulu. Sedangkan dipersekusi belum tentu dibunuh. Memersekusi berarti menyerang atau melukai seseorang yang beda afiliasi politiknya, kepercayaannya atau gaya hidupnya.

  • Perkara Berani

    TAHUN 1919, Commissie voor de Volkslecteur menerbitkan Soendaneesche Volksalmanak, buku berisi penanggalan dan karangan yang perlu diketahui umum. Selain berbahasa Sunda, diterbitkan pula edisi bahasa Jawa dan Melayunya. Dalam pengantarnya disebutkan, penerbitan buku tahunan sejenis di negeri Belanda bisa berlangsung konsisten lebih dari 200 tahun. Dengan membaca buku itu, terekam perkembangan masyarakat dari tahun ke tahun.

  • Kapsul Antimacet

    RIDWAN Kamil adalah wali kota yang pintar menyenangkan hati warganya. Kadang bikin iri warga kota atau kabupaten lain. Macam-macam saja cara yang dilakukannya. Selasa 4 April 2017 sore, misalnya, sebuah purwarupa trem listrik diboyong ke Alun-alun Bandung. Kereta Metro Kapsul itu dipasang di trotoar dekat gapura masuk ke Masjid Raya Bandung dan Rabu 5 April 2017 keesokan harinya sudah dijadikan latar belakang pemotretan oleh banyak pengunjung.

  • Berebut Gubernur

    PEMILIHAN gubernur di Jawa Barat masih akan berlangsung tahun 2018. Pemilihan dilaksanakan serentak bersama 6 kota (Bandung, Bogor, Cirebon, Sukabumi, Banjar, Bekasi) dan 10 kabupaten (Bogor, Purwakarta, Sumedang, Subang, Bandung Barat, Kuningan, Majalengka, Cirebon, Garut, Ciamis) di Jawa Barat. Walaupun demikian, kasak-kusuknya sudah terasa.

  • Jamu Agung

    TANGGAL 1-9 Maret 2017, Indonesia akan kedatangan tamu Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud. Ini bukan tamu biasa, setidaknya dalam jumlah pesertanya.  Media melaporkan, yang akan datang 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran. Kunjungan kenegaraan berlangsung tiga hari, 1-3 Maret. Waktu sisanya akan digunakan untuk istirahat di Bali. Saya tak bisa bayangkan betapa hebohnya dunia maya di Indonesia kalau presidennya piknik memboyong orang sebanyak itu.

  • Setelah 15 Februari

    APA yang akan terjadi setelah tanggal 15 Februari 2017? Pada tanggal itu, pemilihan kepala daerah serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Perinciannya, pemilihan gubernur dilaksanakan di 7 provinsi, pemilihan wali kota di 18 kota, dan pemilihan bupati di 76 kabupaten. Pemilihan gubernur akan digelar di Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Bangka Belitung, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

  • Bisnis Kebencian

    BENCI punya pasarnya sendiri. Kalau dikelola dengan baik, mungkin malah mendatangkan untung. Tak peduli kekacauan yang ditimbulkannya, yang penting uang masuk. Lagi pula, kebencian selalu punya alasan, ada dasarnya. Kalau perlu dilegitimasi dengan alasan ideologis atau filosofis sehingga aktivitas membenci jadi masuk akal. Menyebarkannya jadi semacam keharusan, kalau yang tak ikut menyebarkannya tak mau dibilang apatis.