Kolomnis

  • Rahim Asyik

    Pemimpin Redaksi HU Pikiran Rakyat
  • Berebut Persekusi

    TERNYATA saya tak sendirian membayangkan kedekatan kata persekusi dengan eksekusi. Ada orang yang bertanya apa bedanya persekusi dengan eksekusi? Jawabannya bermacam-macam. Ada yang menjawab, kalau Anda dipersekusi, artinya Anda dirisak. Kalau Anda dieksekusi, artinya Anda dibunuh. Dieksekusi berarti bisa dibunuh setelah dipersekusi dulu. Sedangkan dipersekusi belum tentu dibunuh. Memersekusi berarti menyerang atau melukai seseorang yang beda afiliasi politiknya, kepercayaannya atau gaya hidupnya.

  • Perkara Berani

    TAHUN 1919, Commissie voor de Volkslecteur menerbitkan Soendaneesche Volksalmanak, buku berisi penanggalan dan karangan yang perlu diketahui umum. Selain berbahasa Sunda, diterbitkan pula edisi bahasa Jawa dan Melayunya. Dalam pengantarnya disebutkan, penerbitan buku tahunan sejenis di negeri Belanda bisa berlangsung konsisten lebih dari 200 tahun. Dengan membaca buku itu, terekam perkembangan masyarakat dari tahun ke tahun.

  • Kapsul Antimacet

    RIDWAN Kamil adalah wali kota yang pintar menyenangkan hati warganya. Kadang bikin iri warga kota atau kabupaten lain. Macam-macam saja cara yang dilakukannya. Selasa 4 April 2017 sore, misalnya, sebuah purwarupa trem listrik diboyong ke Alun-alun Bandung. Kereta Metro Kapsul itu dipasang di trotoar dekat gapura masuk ke Masjid Raya Bandung dan Rabu 5 April 2017 keesokan harinya sudah dijadikan latar belakang pemotretan oleh banyak pengunjung.

  • Berebut Gubernur

    PEMILIHAN gubernur di Jawa Barat masih akan berlangsung tahun 2018. Pemilihan dilaksanakan serentak bersama 6 kota (Bandung, Bogor, Cirebon, Sukabumi, Banjar, Bekasi) dan 10 kabupaten (Bogor, Purwakarta, Sumedang, Subang, Bandung Barat, Kuningan, Majalengka, Cirebon, Garut, Ciamis) di Jawa Barat. Walaupun demikian, kasak-kusuknya sudah terasa.

  • Jamu Agung

    TANGGAL 1-9 Maret 2017, Indonesia akan kedatangan tamu Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud. Ini bukan tamu biasa, setidaknya dalam jumlah pesertanya.  Media melaporkan, yang akan datang 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran. Kunjungan kenegaraan berlangsung tiga hari, 1-3 Maret. Waktu sisanya akan digunakan untuk istirahat di Bali. Saya tak bisa bayangkan betapa hebohnya dunia maya di Indonesia kalau presidennya piknik memboyong orang sebanyak itu.

  • Setelah 15 Februari

    APA yang akan terjadi setelah tanggal 15 Februari 2017? Pada tanggal itu, pemilihan kepala daerah serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Perinciannya, pemilihan gubernur dilaksanakan di 7 provinsi, pemilihan wali kota di 18 kota, dan pemilihan bupati di 76 kabupaten. Pemilihan gubernur akan digelar di Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Bangka Belitung, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

  • Bisnis Kebencian

    BENCI punya pasarnya sendiri. Kalau dikelola dengan baik, mungkin malah mendatangkan untung. Tak peduli kekacauan yang ditimbulkannya, yang penting uang masuk. Lagi pula, kebencian selalu punya alasan, ada dasarnya. Kalau perlu dilegitimasi dengan alasan ideologis atau filosofis sehingga aktivitas membenci jadi masuk akal. Menyebarkannya jadi semacam keharusan, kalau yang tak ikut menyebarkannya tak mau dibilang apatis.

  • Om Tulalit Om

    DI bawah tajuk ”bahagia itu sederhana”, beredar meme dan video. Bagi sebagian orang, isinya mungkin tidak penting sama sekali dan malah mengganggu. Bagi sebagian yang lain jadi semacam oasis kecil, hiburan yang menyenangkan di tengah-tengah suasana yang serbakalut dan tidak menyenangkan.

  • Diplomasi Kuliner

    DIPLOMASI perut atau kebiasaan membicarakan masalah sambil mentraktir makan ini memang sudah lama jadi senjata Jokowi. Jokowi melakukannya setidaknya sejak jadi wali Kota Solo dan kemudian gubernur DKI Jakarta. Itu saya baca dari media. Kebiasaan itu diteruskan sampai sekarang mungkin lantaran efektif. Entahlah.

    Jokowi sebenarnya bukan orang yang pilih-pilih makanan. Apa saja dia makan. Makanannya juga bukan yang mewah-mewah. Saat dilantik menjadi presiden, makanan yang disiapkan untuknya hanyalah bakmi goreng, lontong sayur, dan kentang goreng. Minumnya juga cuma teh hangat. Kadang-kadang cukup dengan bubur kacang ijo. Jokowi juga kuat tidak makan. Beda halnya dengan Basuki Tjahaja Purnama yang kelabakan kalau makan tak tepat waktu.

  • Di Antara Teman, Sahabat, dan Karib

    BASUKI Tjahaja Purnama yang sedang jadi sorotan, punya kelompok sukarelawan pendukungnya sendiri. Namanya Teman Ahok. Karena teman, tak ada hitung-hitungan uang di sana. Basuki alias Ahok mengaku tak keluar uang sepeser pun untuk menggerakkan aktivitas luar biasa Teman Ahok. Mungkin didorong oleh rasa cinta dan tanggung jawabnyalah, aktivis Teman Ahok mau meluangkan waktu dan dananya dalam ikhtiar menjadikan Ahok sebagai gubernur di ibu kota negara.

  • Nista, Maja, Nelangsa

    KAMUS bahasa Indonesia versi daring mengartikan nista dengan hina atau rendah. Jadi, kalau perkataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dituduh sudah menistakan agama, artinya, kalimatnya dianggap menghina atau merendahkan derajat agama. Orangnya disebut penista, orang yang menistakan. Kalau dikaitkan dengan agama, urusannya lebih dari sekadar hukum formal.

  • Tiga Keluarga

    ANIES Baswedan adalah sedikit dari orang yang kata-katanya menyejukkan. Fondasi pemikirannya kokoh. Ditopang cara berpikir yang runtut, tak heran kalau gagasan yang disampaikannya tiba dengan jernih ke benak khalayaknya. Kalau boleh memilih, lebih baik menerima gagasannya ketimbang beradu argumentasi dengannya. Tapi, bisakah dia menunaikan tugas berat mengurusi ibu kota negara?