Kolomnis

  • KH Miftah Faridl

    Ketua Umum MUI Kota Bandung, Ketua Dewan <a href="http://www.sinergifoundation.org" rel="nofollow" target="_blank"><b>Pembina Sinergi Foundation</b></a>, Twitter @miftahfaridl_ID
  • Binar Cahaya Keluarga (2)

    SEBUAH keluarga yang bermandikan cahaya, jelas, pastilah terdiri atas sepasang orangtua dan anak-anak yang mulia. Orangtua memuliakan anak-anaknya dan anak-anak memuliakan orangtuanya. Bagaimana caranya?

  • Binar Cahaya Keluarga (1)

    HIDUP berumah tangga, sebagaimana kehidupan duniawi lainnya, kerapkali diwarnai suasana yang silih berganti: susah, senang, bahagia, dan sengsara. Ada ketentraman tetapi tidak sedikit pula kepiluan yang menikam. Sebuah pandangan yang ekstrem bahkan sampai pada sebuah kesimpulan yang menyeramkan: keluarga, tidak kurang tidak lebih, adalah sebuah penjara yang menyesakkan. Sebuah kegelapan! 

  • Momentum Berbagi Kebahagiaan (2)

    RAMADAN sejatinya datang untuk menebar hikmah kemanusiaan. Di tengah kekenyangan duniawi yang membuat kita lupa, ajaran ini mengajak kita menahan lapar dan dahaga, terutama untuk mempertajam kesadaran kolektif dengan sesama. Melatih manusia agar sanggup tenggelam dalam suasana kehidupan kaum duafa. Mengetuk kesadaran spiritual untuk mengingatkan bahwa hidup ini tidak sendirian. Ibadah puasa sengaja mengajak kita memupuk kebersamaan sekaligus mewujudkan tuntutan ajaran tauhid sosial, membangun tatanan tauhidul ummah.

  • Momentum Berbagi Kebahagiaan (1)

    JUMAT ini, baru saja sepekan kita meninggalkan bulan yang agung, bulan istimewa, bulan pembersihan diri. Bulan itu sekaligus yang telah memberikan banyak hikmah untuk kita mampu menata masa depan menuju lebih baik. Jumat ini pula seharusnya kita dapat memulai segalanya dalam suasana yang serba bersih tanpa noda apapun; tulus tanpa ganjalan ataupun hambatan. Dan besok, sejatinya kita telah menuai hasil kesalihan individu maupun sosial sebagai buah ketakwaan yang menjadi tujuan utama disyariatkannya puasa.

  • Mewujudkan Umat yang Kuat

    Idulfitri adalah hari kemenangan. Kemenangan atas perjuangan menahan hawa nafsu, musuh besar bagi setiap insan. Kita menang. Kita sanggup mengalahkannya. Karena itu kita patut bersyukur atas kemenangan itu. Kita semua berbahagia. Tapi jangan lupa, kebahagiaan ini hakikatnya dari Allah yang kita harus kita bagi dengan sesama.

  • Ramadan, Jangan Lupa Zakat

    RAMADAN disebut juga bulan zakat. Di penghujung bulan suci ini setiap individu beragama Islam diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah. Selain zakat fitrah, volume mengeluarkan zakat-zakat lainnya juga meningkat di bulan ini. Zakat maal, zakat profesi, serta sejumlah infaq dan shadaqah, ditunaikan di bulan ini. Dengan zakat ini kita dapat saling menyapa tanpa melihat perbedaan kelas. Dengan zakat pula kita dapat berbagi kebahagiaan khususnya di kala memasuki hari kemenangan, Ied al-Fitri.

  • Ramadan, Bulan Kedermawanan

    SLOGAN tiada hari tanpa sedekah harus menjadi tekad dan amalan setiap Muslim di bulan Ramadan. Harta adalah anugerah Allah yang harus disyukuri. Harta juga harus dipertanggungjawabkan. Semakin banyak harta seorang semakin panjang proses hisabnya nanti. Harta juga bisa menjadi fitnah (ujian) keimanan yang cenderung menjadikan seseorang menjadi arogan dan sombong karena memiliki kekayaan yang banyak. Islam mengajarkan bahwa harta hendaknya menjadi bekal ibadah kepada Allah SWT. Pesan Alquran: "berjuanglah kalian dengan harta kalian dan dengan diri kalian."

  • Ramadan, Bulan Kedermawanan

    Seorang muslim diperintahkan oleh Allah untuk bekerja keras, agar bisa ibadah harta secara maksimal. Allah SWT sangat menghargai orang-orang yang suka memberi “tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah”. Seorang muslim yang banyak memberi pasti lebih unggul daripada muslim lain yang banyak diberi. Seorang muslim diwajibkan bekerja keras mencari nafkah supaya ia bisa memberi kepada orang lain. Nabi menyampaikan pesan bahwa orang yang mencari nafkah dengan sungguh-sungguh jauh lebih mulia di sisi Allah daripada orang yang meminta-minta.

  • Ramadan Tautkan Ukhuwah

    TRADISI Tradisi berjemaah dalam pelaksanaan salat Tarawih selama bulan Ramadan, menurut salah satu riwayat, diinisiasi oleh sahabat Umar bin Khattab. Umar melihat sisi penting lainnya dari pelaksanaan tarawih berjamaah ini. Ia bukan sekadar amalan untuk mengisi malam-malam bulan Ramadan, tapi juga merupakan sarana sosial untuk memelihara kebersamaan. 

  • Ramadhan Bulan Istimewa (2)

    TAK malukah kita jika hanya menjadikan Ramadan sebagai momen sambil lalu saja? Padahal, Rasulullah SAW telah menganjurkan kita semua untuk bergembira ketika bertemu bulan Ramadan. Sebab di bulan inilah, pintu-pintu rahmat dan maghfirah terbuka lebar. Maka, mari persiapkan Ramadan sebaik-sebaiknya. Jadikan Ramadan bulan teristimewa untuk meraih kesucian, juga kesempatan bertaqarrub kita kepada Allah SWT.

  • Ramadan, Bulan Istimewa (1)

    Pada bulan Ramadan pula, Nabi Muhammad SAW, dilantik menjadi nabi dan rasul Allah saat beliau berusia 40 tahun. Ada beberapa pendapat ahli tafsir yang menyatakan, kitab-kitab Allah sebelum Alquran pun diturunkan kepada para nabi dan rasul pada Ramadan. Bahkan, mereka menyatakan pula bahwa sejumlah nabi-nabi sebelum Rasulullah SAW dilantik dan diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul, juga pada Ramadan. Bulan suci ini adalah waktu turunnya kitab-kitab suci Allah dan bulan pelantikan manusia-manusia pilihan untuk menjadi nabi dan rasul Allah

  • Amanah Kepemimpinan (2)

    BEGITU bahayanya pemimpin yang menyesatkan, Abu Dzarrin ra pernah berkata: Aku pernah berjalan dengan Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda: "Selain Dajjal yang paling aku takuti atas umatku". Beliau mengatakannya tiga kali. Kata Abu Dzarrin, aku bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah yang selain Dajjal yang paling engkau takuti atas ummatmu itu? Nabi SAW bersabda: Yaitu pemimpin-pemimpin yang menyesatkan." (H.R. Ahmad).