Kolomnis

  • KH Miftah Faridl

    Ketua Umum MUI Kota Bandung, Ketua Dewan <a href="http://www.sinergifoundation.org" rel="nofollow" target="_blank"><b>Pembina Sinergi Foundation</b></a>, Twitter @miftahfaridl_ID
  • Muhasabah Akhir Tahun 1438 Hijriah

    Umar bin Khatab, khalifah kedua dari Khullafaurrasyidin menyampaikan pesan agar seorang muslim menghitung-hitung kelemahan diri (juga potensi diri). Ia mengatakan Hasibu Anfusakum Qobla Antuhasabu; Hitung-hitunglah dirimu sebelum engkau dihitung (oleh orang lain). Tidak jarang terjadinya sebuah musibah itu karena kesalahan kita atau kelemahan kita. Al Qur’an umpamanya secara explisit  menyatakan bahwa terjadinya kerusakan didaratan dan dilautan adalah karena tangan-tangan manusia

  • Khutbah Arafah 1438 H

    Sejak keberangkatan kita meninggalkan sanak keluarga, melepaskan segala keakuan yang nyaris tak bermakna di hadapan Allah Azza wa Jalla. Melepaskan segala bentuk pakaian kemanusiaan, dan sejak kemarin kita ganti dengan bungkus kefanaan. Dua lembar kain ihram yang melilit tubuh kita, sebagai simbol kepasrahan total kita pada Sang Pencipta, dengan harapan kita dapat diterima sebagai hamba-hamba-Nya secara utuh dan kaaffah.

    Hari ini kita berada di tengah lautan manusia, menghadiri sebuah pertunjukan kenabian yang disebut ibadah haji. Bersamaan dengan berubahnya pakaian kita, kita pun seraya berikrar niyat sebagai ikhtiar mewujudkan ketaatan hanya kepada-Nya. Pakaian yang saat ini kita gunakan adalah sebuah lambang atas pola, kecenderungan, status, dan perbedaan-perbedaan tertentu yang sering memisahkan kita dari saudara kita yang sering kita anggap berbeda.

  • Menuju Mekah

    TANGGAL 8 Dzulhijjah 1438 H (30 Agustus 2017) adalah saat dimulainya rangkaian ibadah haji. Prosesi haji akan berlangsung selama lima atau enam hari. Semua proses itu akan dilalui di antara Mekah, Mina, Arafah, dan Muzdalifah. Sebetulnya masih ada beberapa hari atau bahkan beberapa minggu tersisa sebelum tanggal itu tiba. Tapi para calon jamaah sudah mulai menyemut berangsur menuju kota suci. Saat ini kita mulai menyaksikan keberangkatan rombongan.

  • Haji, Berbekal Takwa

    Menjelang saat-saat Dzulhijjah tiba, jutaan umat Islam mulai berdatangan ke Tanah Suci. Mereka datang dari berbagai penjuru bumi. Mereka datang untuk beribadah haji. Dari Indonesia, lebih dari dua ratus ribu orang akan ikut bersama jutaan saudara muslim lainnya yang datang dari hampir seluruh negara di dunia. Mereka akan bergabung dalam lautan manusia yang sengaja datang atas undangan-Nya. Mereka adalah tamu-tamu Allah yang akan manapaki jejak-jejak syariat seperti dicontohkan Nabi dan Rasul-Nya.

  • Al Aqsa dan Persatuan Umat

    MASJID Al Aqsa adalah sejarah panjang umat Islam dunia. Sejarah ini bukan saja berakar pada fakta dan peristiwa biasa, tapi berakar pada keyakinan teologis sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya.

    Tiga agama (Islam, Yahudi, dan Nasrani) yang menjadi risalah tiga utusan Allah menempatkan Al Aqsa sebagai tempat sucinya. Karena itu, rangkaian peristiwa berikutnya akan selalu memiliki muatan teologis yang sangat kuat sehingga semakin hari akan semakin pelik dalam penyelesaiannya.

  • Binar Cahaya Keluarga (2)

    SEBUAH keluarga yang bermandikan cahaya, jelas, pastilah terdiri atas sepasang orangtua dan anak-anak yang mulia. Orangtua memuliakan anak-anaknya dan anak-anak memuliakan orangtuanya. Bagaimana caranya?

  • Binar Cahaya Keluarga (1)

    HIDUP berumah tangga, sebagaimana kehidupan duniawi lainnya, kerapkali diwarnai suasana yang silih berganti: susah, senang, bahagia, dan sengsara. Ada ketentraman tetapi tidak sedikit pula kepiluan yang menikam. Sebuah pandangan yang ekstrem bahkan sampai pada sebuah kesimpulan yang menyeramkan: keluarga, tidak kurang tidak lebih, adalah sebuah penjara yang menyesakkan. Sebuah kegelapan! 

  • Momentum Berbagi Kebahagiaan (2)

    RAMADAN sejatinya datang untuk menebar hikmah kemanusiaan. Di tengah kekenyangan duniawi yang membuat kita lupa, ajaran ini mengajak kita menahan lapar dan dahaga, terutama untuk mempertajam kesadaran kolektif dengan sesama. Melatih manusia agar sanggup tenggelam dalam suasana kehidupan kaum duafa. Mengetuk kesadaran spiritual untuk mengingatkan bahwa hidup ini tidak sendirian. Ibadah puasa sengaja mengajak kita memupuk kebersamaan sekaligus mewujudkan tuntutan ajaran tauhid sosial, membangun tatanan tauhidul ummah.

  • Momentum Berbagi Kebahagiaan (1)

    JUMAT ini, baru saja sepekan kita meninggalkan bulan yang agung, bulan istimewa, bulan pembersihan diri. Bulan itu sekaligus yang telah memberikan banyak hikmah untuk kita mampu menata masa depan menuju lebih baik. Jumat ini pula seharusnya kita dapat memulai segalanya dalam suasana yang serba bersih tanpa noda apapun; tulus tanpa ganjalan ataupun hambatan. Dan besok, sejatinya kita telah menuai hasil kesalihan individu maupun sosial sebagai buah ketakwaan yang menjadi tujuan utama disyariatkannya puasa.

  • Mewujudkan Umat yang Kuat

    Idulfitri adalah hari kemenangan. Kemenangan atas perjuangan menahan hawa nafsu, musuh besar bagi setiap insan. Kita menang. Kita sanggup mengalahkannya. Karena itu kita patut bersyukur atas kemenangan itu. Kita semua berbahagia. Tapi jangan lupa, kebahagiaan ini hakikatnya dari Allah yang kita harus kita bagi dengan sesama.

  • Ramadan, Jangan Lupa Zakat

    RAMADAN disebut juga bulan zakat. Di penghujung bulan suci ini setiap individu beragama Islam diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah. Selain zakat fitrah, volume mengeluarkan zakat-zakat lainnya juga meningkat di bulan ini. Zakat maal, zakat profesi, serta sejumlah infaq dan shadaqah, ditunaikan di bulan ini. Dengan zakat ini kita dapat saling menyapa tanpa melihat perbedaan kelas. Dengan zakat pula kita dapat berbagi kebahagiaan khususnya di kala memasuki hari kemenangan, Ied al-Fitri.

  • Ramadan, Bulan Kedermawanan

    SLOGAN tiada hari tanpa sedekah harus menjadi tekad dan amalan setiap Muslim di bulan Ramadan. Harta adalah anugerah Allah yang harus disyukuri. Harta juga harus dipertanggungjawabkan. Semakin banyak harta seorang semakin panjang proses hisabnya nanti. Harta juga bisa menjadi fitnah (ujian) keimanan yang cenderung menjadikan seseorang menjadi arogan dan sombong karena memiliki kekayaan yang banyak. Islam mengajarkan bahwa harta hendaknya menjadi bekal ibadah kepada Allah SWT. Pesan Alquran: "berjuanglah kalian dengan harta kalian dan dengan diri kalian."