Kolomnis

  • Karim Suryadi

    Peneliti komunikasi politik, dosen FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia, kolumnis Pikiran Rakyat
  • Labirin Politik

    MENANTI pemimpin berusia muda secara biologis saja tidak cukup. Tentu saja yang diharapkan dari pemimpin muda adalah kedalaman wawasan dan pengalaman, serta kematangan berpikir. Pemuda dengan atribut semacam ini hanya mungkin ditemukan di tengah-tengah mereka yang mau berkeringat mengambil tanggung jawab memajukan daerahnya, tidak sekadar berpangku tangan, atau berorasi tentang bokbroknya mentalitas bangsa

  • Efikasi Pilgub

    DALAM beberapa hal, masyarakat kita sekarang seperti angsa yang kebingungan. Berteriak-teriak lantang, namun tidak beranjak. Coba simak, berbagai kalangan meneriakan pentingnya menjaga toleransi atau membangun keutuhan republik, namun miskin aksi nyata. Paling banter hanya pernyataan sikap, atau mengulang kebiasaan masa Orde Baru, menyatakan kebulatan tekad. Banyak hal harus dikerjakan, namun hanya diperlakukan sebagai wacana, lalu menguap terdesak isu baru.

  • Jihad

    "Kata Jihad telah dibajak oleh para ekstremis," katanya. "Ketika aku lahir, jihad secara sederhana diartikan sebagai rajin, berbakti, dan mau bekerja keras untuk menjadi yang terbaik sejauh yang bisa dilakukan. Sekarang, di beberapa kalangan, jihad diartikan sebagai melakukan perang suci. Tapi, itu bukan arti asli dari kata itu. Jika ada orang yang mengetahui perbedaannya, itu adalah aku.

  • Rabun Jauh Politik

    PRAKSIS politik akhir-akhir ini diwarnai pikiran jangka pendek. Politik mengalami pendangkalan makna. Politik cukup dipahami sebagai merebut kuasa. Pun narasi yang dibangun para politisi, kandidat, atau sebagian pengamat, hanya berkutat pada "politik dari tangan ke mulut".

  • "Move On"

    PASIR Cina, sebuah kampung di lereng Gunung Canggah, masuk wilayah Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang. Kurang dari sepuluh tahun aspal dan penerangan listrik baru masuk ke kampung ini. Sebelumnya, kampung yang berada di aliran Sungai Cipunagara bagian hulu tersebut hanya dihubungkan dengan jalan tanah bertabur batu bulat, dengan ojek atau Colt buntung sebagai moda transportasi utamanya. 

  • Pasar Kaget

    PENGUNJUNG Kota Bandung pada libur panjang Isra Mi’raj bukan hanya disergap kemacetan yang hampir merata di seluruh penjuru kota, tetapi juga disambut baliho dan media luar ruang lainnya yang dipasang serampangan oleh mereka yang berhasrat maju dalam pemilihan gubernur dan wali kota. Pun ketika Anda pergi ke Lembang, hampir di setiap belokan dan perempatan jalan, puluhan gambar berebut tempat. Ada yang mengklaim siap berjuang demi Jawa Barat, yang lainnya mengaku siap maju dalam pemilihan Bupati Bandung Barat.

  • Curhat Jokowi

    CURHAT Presiden Joko Widodo tentang besaran investasi yang ditanamkan Arab Saudi di Indonesia menjadi cerita yang tersisa (kakaren) dari kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulazis al-Saud, pada 1 Maret silam. Kala itu, publik di tanah air   terpesona, bukan saja karena  jumlah rombongan yang besar, waktu kunjungan yang lama, atau kemewahan  fasilitas Sang Raja, tetapi juga dibuat berdecak mendengar jumlah investasi yang akan ditanamkan Arab Saudi di tanah air.

  • Demokrasi WhatsApp

    MENGAPA orang yang mengirim pesan lewat Twitter cenderung langsung pada pesan, tidak berputar-putar dan memainkan kata dan perasaan layaknya ketika ia berbagi rasa lewat whatsApp? Salah satu jawabannya karena Twitter memaksa orang untuk memadatkan pesannya tidak lebih dari 140 karakter agar pesannya diterima utuh dalam sekali kirim, sedangkan jumlah karakter dalam sebuah pesan WhatsApp tak berbilang.

  • Asep Essien

    SIARAN langsung pertandingan sepak bola di televisi takkan bisa menghalangi para penggemar untuk hadir di lapangan. Ada kebahagiaan yang hanya dirasakan saat hadir langsung di tribun penonton. Bila menyaksikan pertandingan lewat televisi mata penonton didikte kamera, bahkan terkadang kehilangan momen penting karena kamera sedang memutar ulang momen menarik yang baru saja terjadi, saat hadir di lapangan mata penggila bola dapat secara liar melihat apa pun yang tersaji, di dalam atau pun di luar lapangan.

  • Sihir Pesohor

    SAAT menghadiri workshop penguatan pendidikan karakter bagi guru-guru sekolah menengah di Sumedang, yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Kewarganegaraan  dan Departemen PKn FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia, mata saya sempat disuguhi hamparan landscape pertanian yang memukau. Pesawahan yang menghijau terhampar berselang dengan pepohonan di huluwotan (bantaran di hulu air sawah).

  • Adu Manis

    DEKLARASI pencalonan Ridwan Kamil sebagai  gubernur Jawa Barat pada Ahad 19 Maret ibarat lagu “Tepang Sono” dalam pertunjukan seni Jaipong. Lagu yang biasa dipersembahkan selepas Kembang Gadung tersebut merupakan transisi dari alam gaib menuju alam panggung. Berbeda dengan Kembang Gadung yang bernuansa mistis, lagu Tepang Sono sesungguhnya bentuk persembahan bagi para tetamu, sejumput salam hormat yang dibawa sinden dan para nayaga.

  • Hadiah Sepeda

    ADA kebiasaan unik saat Presiden Joko Widodo bertemu dengan beragam komunitas. Presiden yang dikenal karena kebiasaannya “blusukan” tersebut berkali-kali menghadiahkan sepeda kepada anggota komunitas yang berhasil menjawab kuis. Seperti terjadi pada peringatan Hari Musik Nasional (Kamis, 9 Maret 2017) Presiden Joko Widodo menghadiahkan sepeda kepada penyanyi Raisa, Bimbo, Andre Hehanusa dan Ita Purnamasari.